Inilah Kebiasaan Buruk Saat Menyuapi Anak


Inilah Kebiasaan Buruk Saat Menyuapi Anak. Memberi makan atau menyuapi si kecil memang bukan pekerjaan mudah. Akan terjadi berbagai reaksi penolakan dikarenakan berbagai sebab, dan untuk itu Anda harus ekstra sabar. Jangan memaksakan makanan kepada anak, hanya karena Anda terburu waktu untuk melakukan tugas lainnya. Pun memberikan bahan makanan tertentu yang sifatnya menenangkan atau menyembuhkan bagi orang dewasa, karena pengaruhnya bisa saja berbeda terhadap anak.

Coba kenali kebiasaan-kebiasaan saat memberi makan anak di bawah ini:
  1. Jangan pernah memberikan kacang-kacangan, kismis, popcorn, sayuran mentah, buah-buahan yang tak dikupas, atau selai kacang kepada anak-anak di bawah usia 2 tahun.
  2. Jangan memberikan madu kepada bayi, karena madu berpotensi menyebabkan gangguan perut pada bayi.
  3. Jangan memberikan buah bit, bayam, atau segala jenis umbi-umbian berwarna hijau sebagai makanan utama kepada anak usia 1-2 tahun. Konsentrasi kandungan nitratnya yang tinggi bisa menurunkan kadar hemoglobin si kecil.
  4. Jangan menambahkan garam, gula, atau bumbu-bumbu berasa tajam atau menyengat ke dalam makanan bayi buatan sendiri. Bila Anda menghendaki anak belajar makan makanan yang sama dengan makanan keluarga, sisihkan dulu sebagian untuk si batita, dan barulah Anda memasukkan bumbu ke dalam masakan tadi untuk keluarga.
  5. Saat bayi rewel, jangan menggunakan kue-kue sebagai “empeng” untuk menenangkannya.
  6. Jangan menggunakan sayuran dalam kaleng kepada bayi, karena makanan jenis ini biasanya penuh dengan kandungan sodium dan zat-zat adiktif. Bacalah lebih dulu label pada kemasannya. Sayuran beku umumnya mengandung sedikit atau bahkan sama sekali tak memiliki kandungan sodium.
  7. Jangan menggunakan microwave untuk memanaskan makanan bayi. Bahkan makanan yang dimasak sebentar pun tetap tak menutup kemungkinan adanya bahaya saat dipanaskan kembali. Bila terpaksa harus melakukannya, manfaatkan defrost cycle dan pastikan Anda sering memeriksa dan mengaduknya. Jangan lupa untuk selalu mencek suhunya dengan menyentuhkan sesendok makanan ke bagian luar bibir atas Anda. Pastikan sendok dan peranti masak yang Anda gunakan benar-benar dicuci bersih sebelum digunakan untuk menyuapi si kecil.
  8. Saat memberi si kecil makan malam, jangan pernah menempatkan makanan cair dalam botol dengan dot berlubang besar. Selain sangat berbahaya (amat mungkin membuat si kecil tersedak), juga tak membangun kebiasaan makan yang baik serta berdampak buruk pada kesehatan giginya.
  9. Jangan memberi buah-buahan yang kelewat asam, seperti jeruk dan nenas kepada anak di bawah usia 1 tahun. Asam yang terlalu tajam bisa merusak sistem pencernaan bayi yang memang belum berkembang sempurna.
  10. Mengingat putih telur berpotensi menyulut reaksi alergi, sebaiknya jangan memberikannya kepada bayi di bawah usia 1 tahun. Kuning telur yang sudah dimasak jauh lebih baik bagi kesehatan bayi.
  11. Jangan pernah memaksa anak untuk makan. Untuk mengawali pemberian makanan padat, mulailah dengan 1-2 sendok makan. Si kecil akan menuntun Anda, kok, untuk mengenali seperti apa pola makannya dan makanan apa saja yang disukainya.
  12. Selama 2 tahun pertama, jangan membatasi asupan lemak dalam makanan buat si kecil. Lemak amat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembangnya. Jadi, tak perlu khawatir mereka akan jadi kegemukan.
Mengganti Nasi Dengan Susu. Bolehlah !?

Kala si kecil enggan makan apakah susu dapat mencukupi kebutuhan gizinya?. Ternyata, kebutuhan makanan tidak dapat digantikan dengan minum susu saja. Dengan minum susu, kebutuhan kalori si kecil memang dapat terpenuhi, tetapi tidak kebutuhan akan zat gizi lainnya. Tubuh tetap membutuhkan serat, vitamin, mineral, dan sebagainya. Yang terbaik tetap lah memberikan gizi seimbang kepada si kecil dengan mengonsumsi beragam bahan makanan.

Itulah mengapa, bila si batita malas minum susu, selama ia memiliki kebiasaan makan dengan gizi seimbang dari bahan makanan yang beragam, maka kemalasan itu tak perlu dikhawatirkan. Susu adalah pelengkap untuk memenuhi kebutuhan akan zat gizi tubuh, terutama kebutuhan akan kalsium. Tetapi dengan mengonsumsi beragam bahan makanan niscaya kebutuhan kalsium dan kalori per hari sudah tercukupi.
Bahan makanan selain susu sebagai sumber kalsium antara lain telur, ikan, udang, kerang, kepiting, kacang-kacangan (tempe, tahu, kacang hijau, dll.), daun singkong, daun bayam, dan daun melinjo. Contoh, 100 gr tempe mengandung 129 mg kalsium, atau 100 gr bayam mengandung 265 mg kalsium. Sementara kebutuhan kalsium per hari untuk si batita adalah 500 mg. Berarti dengan mengonsumsi sayuran bayam ditambah bahan makanan lain, pastinya kebutuhan akan kalsium dapat tercukupi.

Si Kecil Ogah Belajar Pipis di Toilet

Usia si kecil sudah 2 tahun sehingga Anda merasa sudah saatnya melaksanakan toilet training (latihan menggunakan kamar mandi untuk buang air). Sejak diajarkan untuk buang air kecil di kamar mandi, anak memang sudah tidak menggunakan diapers dari pagi hingga sore hari karena ia sudah bisa menyampaikan kepada Anda bahwa ia ingin pipis. Kemampuannya mengontrol keinginan buang air pun cukup baik. Sayangnya, pada malam hari, si kecil masih mau memakai diapers. Mungkin karena minumnya banyak, dan selain itu Anda juga tidak ingin repot bangun tengah malam untuk menggotong si kecil ke kamar mandi. Gagallah toilet training yang Anda terapkan.

Mungkin, banyak ibu lain yang memiliki keluhan sama seputar kegagalan mereka menerapkan toilet training. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Berikut penjelasannya:

1. Terlalu awal memulai

Idealnya, toilet training dimulai ketika anak telah memasuki usia 2 tahun. Bila Anda terburu-buru memulai sebelum waktunya, maka boleh jadi kegagalan yang didapat. Waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama dan berat sekali saat harus melaksanakan program tersebut. Anda perlu mengamati tanda-tanda kesiapannya, baik secara fisik, kognitif, maupun perilaku. Tanda-tanda tersebut biasanya sudah terlihat ketika anak memasuki usia 18 bulan sampai 2 tahun. Bahkan, sebagian ada yang baru menunjukkan tanda-tanda ketika memasuki usia 4 tahun. Patut diingat, anak memiliki kemampuan dan kesiapan yang berbeda, tidak bisa disamaratakan. Jadi, jangan kecewa bila mendapati keponakan, anak teman atau tetangga dapat lebih awal memiliki kemampuan mengontrol buang air dibandingkan anak sendiri.

Sedikitnya, untuk menerapkan toilet training dibutuhkan waktu 3 bulan. Dituntut kesabaran dan sportivitas bila Anda gagal menerapkan dalam waktu di atas itu. Ini dapat dijadikan pertanda bahwa anak Anda belum siap. Tunggulah beberapa minggu dan mulailah untuk mencoba kembali.

2. Memulai di waktu yang tidak tepat

Hindari memulai toilet training pada saat yang tidak tepat, seperti seminggu sebelum kelahiran adik bayi, baru ganti pengasuh, pindah rumah, atau hal-hal yang berkaitan dengan rutinitas anak. Prasekolah biasanya memiliki rutinitas tertentu dalam kesehariannya. Ketika terjadi perubahan, maka si prasekolah butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas baru tersebut. Untuk itu, hindari melakukan toilet training pada waktu-waktu tersebut. Tunggulah sampai anak dapat beradaptasi sebelum toilet training dimulai.

3. Jangan pernah memaksa

Ketika si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan dan tertarik untuk memulai toilet training, jangan paksa ia untuk segera melaksanakan secepat mungkin. Bisa-bisa si anak malah mengalami stres yang ditandai dengan tidak bisa buang air besar (konstipasi). Untuk itu, biarkan si kecil mengikuti iramanya, dan menjalani program toilet training setahap demi setahap. Tindakan paling bijaksana adalah tetap memberikan motivasi. Namun, ketika anak mogok, jangan sekali-sekali dipaksakan.

4. Hindari sekadar ikut-ikutan

Jangan terpengaruh cerita kenalan atau saudara tentang keberhasilan program toilet training yang diterapkan pada anaknya. Setiap anak adalah unik. Tidak mungkin menyamaratakan perkembangan semua anak sehingga memukul rata usia tepat melakukan toilet training. Langkah paling bijaksana adalah menunggu kesiapan anak. Sampaikan saja kepada kenalan, teman, atau saudara, “Kami telah memiliki rencana sendiri tentang program toilet training.”

5. Hindari memberikan hukuman

Jangan sekali-kali memberikan hukuman kepada si prasekolah ketika gagal melakukan toilet training. Bisa jadi hukuman yang diberikan terasa memberatkan dan membuatnya trauma. Akibatnya, anak tidak mau memulai kembali toilet training karena teringat akan hukuman yang diberikan. Harus diingat, setiap anak berbeda sehingga dituntut kesabaran dan kecermatan orangtua.

6. Tidak konsisten

Ketika memutuskan untuk melaksanakan toilet training hendaknya orangtua mampu bersikap konsisten. Laksanakan latihan itu saat siang dan malam hari. Memang, tidak bisa langsung serentak, tapi diawali dengan kesuksesan melaksanakan di siang hari, lalu dilanjutkan pada malam hari. Dituntut ketegasan dan kerelaan orangtua untuk membangunkan anak untuk BAK di kamar mandi, atau sekadar menggunakan potty training di kamar tidur. ( Kompas.com )


  • Pahami Rahasia Tampil Awet Muda Berikut Ini
    Bertambahnya usia yang semakin tua mungkin tak bisa dihindari. Tapi mencegah proses penuaan kulit lebih cepat mungkin masih bisa Anda lakukan. Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang hanya…
  • Inilah Cara Efktif Untuk Menghentikan Kebiasaan Gigit - Gigit Kuku
    Menghentikan kebiasaan Gigit - Gigit Kuku - Banyak orang memiliki kebiasan buruk. Dan, mungkin beberapa dari mereka yang sulit menghentikan kebiasaan buruk itu. Salah satu kebiasaan buruk yang…
  • Menguak Dominasi Kebathilan dan Kekafiran Di Indonesia
    Menguak Dominasi Kebathilan dan Kekafiran Di Indonesia - Indonesia adalah negara muslim terbesar dan terluas serta terbanyak penduduk muslimnya di dunia, namun IRONIS, aneka kebathilan dan kekafiran…
  • Sapaan Penuh Hikmah Dari Allah, Tuhan Rabb Al 'Alamin
    Sapaan Penuh Hikmah Dari Allah ,Tuhan Rabb Al 'Alamin . "Lalu, ke manapun kamu menghadap, maka di situlah 'wajah' Allah." (QS Al-Baqarah: 115). Allah ada di manapun manusia berada, namun manusia…
  • Mitos dan Fakta Seputar Rambut Rontok
    Rambut adalah mahkota keindahan perempuan. Namun bagaimana jadinya bila rambut Anda mengalami masalah kerontokan.Rambut rontok memang terkadang sangat menjengkelkan. Penyebab rambut rontok juga…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesehatan (50) Fisikologi Anak (37) Ibu dan Buah Hati (36) Rahasia Pria (33) Pasangan Hidup (31) Fisikologi (30) Anak (29) Tips dan Triks (29) Agama (28) Karyawan (25) Puasa Dan Lebaran (25) Ramuan Herbal (25) Kehamilan (23) Filosofi (21) Orang Tua (20) Penyakit (20) Rahasia Wanita (20) Beauty (19) Rahasia Tubuh (19) Produk (18) Suami Isteri (17) Tips and Trick (17) Health (16) Insomnia (16) Pendidikan (16) Pendidikan Anak (15) Rumah Tangga (15) Gaya Hidup (14) Lifestyle (14) Mitos dan Fakta (13) Tekhnologi Untuk Anak (13) Bahasa Tubuh (12) Budaya (12) Kasih Sayang (12) Kecerdasan Anak (12) Friendships (11) Kecantikan (11) No Smoking (11) Remaja (11) Diet (10) Kehidupan (10) Masalah Tidur Pada Anak (10) Autisme (9) Breast Bancer (9) Kesehatan Anak (9) Beauty Products (8) Makanan (8) Dating (7) Fashions (7) Kesehatan Wanita (7) Kesehatan Gigi (7) Moral (7) Beauty Recipes (6) Facebook (6) Hukum Islam (6) Kartu Kredit (6) Perawatan Rambut (6) Pernikahan (6) Perselingkuhan (6) Jewelry (5) Kesehatan Kulit (5) Pengobatan (5) Bayi Prematur (4) Breast Feeding (4) Fenomena (4) Keamanan (4) Products (4) Tekhnologi (4) Therapy (4) Wedding (4) Baby Gift (3) Baby games (3) Inner Beauty (3) Kejahatan (3) Multivitamin (3) Online Dating (3) Pendidikan Keluarga (3) Rezeki (3) Seluk Beluk Payudara (3) Seni Bercinta (3) Baby Names (2) Internet Marketing (2) Kanker Payudara (2) Kesehatan Telinga (2) Nasionalisme (2) Natural Beauty (2) Para Penguasa (2) Penyakit Jantung (2) Seksologi (2) Selebritis (2) Sleep (2) Teroris (2) Tontonan Anak (2) Alergi (1) Cancer (1) Demam Berdarah (1) Diabetes (1) Indonesia (1) Kenangan (1) Kesehatan Mata (1) Lung Cancer (1) Natural Product (1) Party (1) Penyakit Maag (1) SEO (1) Science (1) Seluk Beluk Ciuman (1) Seluk Beluk Vagina (1) Wa (1) m (1)