Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Strategi Jitu Melatih Daya Ingat Anak

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang dapat menghafal dengan mudah. Namun, ada juga yang kurang. Bagi yang mudah, tentu itu tidak terlalu bermasalah. Tapi, bagaimana bagi yang kurang?


Sebagai orang tua, Anda harus bisa membimbing anak-anak Anda menjadi orang yang dapat berguna dikemudian hari. Salah satunya dengan membimbing anak agar mau dan mudah untuk menghafal. 

Bila Anda sebagai orang tua masih bingung bagaimana agar anak menghafal dengan mudah, inilah beberapa cara yang dapat Anda dilakukan.

1. Melatih anak untuk fokus

Melatih anak untuk bisa fokus, bukan berarti memaksa anak untuk memperhatikan apa yang kita jelaskan. 

Hal yang terpenting disini adalah memberikan sesuatu yang menarik sehingga anak bisa dengan senang hati memperhatikan apa yang kita jelaskan.

2. Berikan motivasi

Berikan motivasi dengan pujian dan dorongan yang positif untuk menambah kepercayaan diri pada anak bahwa ia mampu melakukannya. 

Berikan pujian setiap kali melakukan kegiatan menstimulasi daya ingat anak walaupun anak kurang berhasil melakukannya. Tunjukkan rasa sayang anda pada anak, sehingga ia akan selalu merasa optimis dan percaya diri.

3. Pembiasaan

Seperti kata pepatah “bisa karena biasa”, ini juga merupakan hal yang penting dalam meningkatkan daya ingat pada anak. Jangan bosan mengajarkan pembiasaan pada anak. Misalnya, setiap diberikan sesuatu oleh orang lain ajarkan anak untuk mengucapkan terimakasih. 

Ingatkan selalu dengan menanyakan kembali kepadanya. Contohnya saat ada temannya yang memberikannya makanan, tanyakan padanya “Ayo adek bilang apa sama temannya?” Lakukan selalu dan ini akan terus melekat didalam ingatan anak hingga ia dewasa kelak.

4. Berikan pemahaman

Anak yang tidak paham akan apa yang didengarnya tentu saja akan sulit menerima informasi tersebut, apalagi untuk mengingatnya. 

Dengan menghafal saja informasi ini akan mudah hilang dari ingatannya. Jadi sebelum memberitahukan sesuatu kepada anak, pastikan anak paham akan apa yang diterimanya.

5. Lingkungan belajar

Lingkungan belajar juga berpengaruh pada proses belajar anak. Mungkin anak Anda memiliki intellegensi yang cukup bagus. Namun sulit jika ia belajar di tempat yang gaduh dan banyak gangguan. 

Anda harus menyediakan tempat belajar anak yang “layak”. Maksud dari lingkungan belajar yang “layak” adalah khusus sebagai tempat belajar, tidak gaduh, dan penataan ruangan yang rapi.

6. Tidak membanding-bandingkan

Hindari membanding-bandingkan dengan anak yang lain, apalagi saudaranya sendiri. Hal ini bisa melemahkan semangat anak untuk belajar. 

Yang patut Anda pahami disini adalah bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Dalam hal mengingat sesuatu, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang bisa mengingat dengan cepat, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. 

Karena ada kemungkinan anak mengalami “low memorizing” karena kurang perhatiannya Anda sebagai orang tua, sehingga anak merasa terbebani disaat harus menghadapi segala masalahnya sendiri. ( islampos )

READ MORE - Strategi Jitu Melatih Daya Ingat Anak

Kiat Ampuh Mempertajam Memori Otak

Bertambahnya Usia, Akan selalu di ikuti oleh menurunnya memori otak. Gaya hidup tertentu membantu sel abu-abu ini bekerja dalam kondisi prima. Jadi, jangan anggap menopause momok yang siap menggerogoti otak Anda secara perlahan.

Pernah heran bagaimana sebagian orang tidak kehilangan memori di usianya yang tak lagi muda? Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology, para peneliti menguji 2.500 orang berusi 70 tahun untuk mengukur kemampuan kognitif mereka.


Hasilnya, setengah dari partisipan mengalami penurunan fungsi otak yang cenderung normal sedangkan 30 persen partisipan menunjukkan tidak ada perubahan, termasuk peningkatan dalam fungsi otaknya. Apa rahasianya? Natural Solution membeberakan cara menjaga memori otak tetap tajam.


Mempertajam Memori Otak

Olahraga

Lebih lanjut, kajian di atas juga menunjukkan hasil bahwa partisipan yang rutin olahraga satu kali atau lebih dalam seminggu, kemungkinan 30 persen fungsi otaknya lebih terpelihara daripada mereka yang tidak rutin olahraga.


“Olahraga menghasilkan pertumbuhan sel-sel otak baru yang disebut hippocampus, bagian otak yang penting untuk belajar dan memori,” kata Alexandra Fiocco PhD, pimpinan penelitian dari University of California, San Francisco mengemukakan alasannya.


Pendidikan

Para peneliti menemukan fakta bahwa latar belakang pendidikan tingkat tinggi yang ditempuh para partisipan, membantu otak mereka tetap tajam. Tapi, pendidikan dimaksud tidak sekadar pendidikan formal.


“Arahnya lebih kepada bagaimana dengan belajar, otak Anda ditantang untuk terus berpikir. Saya rasa, pendidikan merefleksikan individu yang cenderung menantang diri mereka sendiri,” tutur Fiocco.


Tidak merokok


Perokok kemungkinan dua kali lebih besar untuk kehilangan fungsi otak daripada bukan perokok. Fiocco menyatakan, merokok meningkatkan tingkat stres oksidatif (keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya) dalam otak sehingga menghalangi fungsi kognitif.


Kajian lain yang dipublikasikan dalam American Journal of Public Health, menunjukkan hasil mirip, bahwa perokok usia produktif mengalami penurunan lebih cepat pada memori verbalnya dibanding bukan perokok.


Sosialisasi


Para partisipan kajian yang bekerja, menjadi sukarelawan, atau tinggal bersama orang lain kemampuan kognitifnya lebih besar 24 persen daripada mereka yang cenderung hidup sendiri. Interaksi sosial memerlukan memori dan perhatian yang membantu dalam berbagai tugas kognitif lainnya.


“Kalau Anda mengisolasi diri sendiri dan bertindak pasif dalam lingkungan, seperti hanya menonton televisi seharian, Anda menjadikan otak tidak bekerja maksimal,” tegas Fiocco.


Makanan


Bahan kimia alami dalam makanan, bumbu, dan minuman tertentu dapat memerangi penurunan fungsi kognitif dan membantu memori otak tetap aktif. Bahan di maksud, di antaranya asparagus, blueberry, kelapa, kopi, kuning telur, makanan khas India, anggur merah, rosemary, ikan salmon, saus tomat, dan walnuts.

READ MORE - Kiat Ampuh Mempertajam Memori Otak

Panduan Lengkap Memandikan Bayi yang Baru Lahir

Panduan Memandikan Bayi yang Baru Lahir. Pastikan suhu ruangan hangat (24 derajat celcius, 75 derajat Fahrenheit), karena bayi memiliki lemak tubuh yang terbatas, dan kehilangan panas dari tubuh mereka empat kali lebih cepat dari orang dewasa. Merendamkan tubuh bayi kedalam air dapat dilakukan bila telah disetujui oleh tenaga kesehatan.

Mandi dengan cara mengelap dengan spons merupakan alternative pada minggu-minggu pertama, atau sampai tali pusat lepas, terutama bila suhu dirumah anda rendah. Produk-produk bayi yang lembut dan khusus di formulasikan untuk bayi dianjurkan, karena sabun dapat menyebabkan kulit kering dan kasar.

Memijat bayi dengan minyak atau lotion sebelum atau setelah mandi dengan spons atau mandi total adalah cara yang baik untuk merangsang bayi anda dan telah dibuktikan secara klinis berguna untuk tumbuh kembang bayi anda. Bayi memiliki minyak alami pada kulit dan rambutnya, tetapi sedikit pelumas dapat mengurangi gesekan dan mempermudah pemijatan.

Memandikan Bayi Yang Baru Lahir

MANDI DENGAN SPONS

Mandi dengan spons adalah cara memandikan bayi tanpa harus merendam bayi anda dalam air.
  • Gunakan lap khusus untuk membersihkan wajah dan tangan bayi paling sedikit dua kali sehari
  • Gunakan lidi kapas yang dicelup dalam alcohol untk membersihkan daerah tali pusat lepas.
  • Gunakan waslap dan pembersih bayi yang lembut serta air hangat untuk membersihkan daerah popok, yang juga harus dibersihkan setiap kali pergantian popok.
  • Keringkan dan tutupi dengan handuk sehingga bayi tidak terasa dingin.
MANDI TOTAL

Mandi sempurna boleh dilakukan ditempat cuci yang berdasar rata atau dalam baskom terpisah
  • Jangan tinggalkan bayi anda sendirian tanpa dijaga didalam air atau diatas meja bayi.
  • Gunakan air yang bersuhu sesuai dengan suhu tubuh. Percikkan sedikit air pada pergelangan tangan bagian dalam atau siku anda untuk mengetes suhu air.
  • Bayi yang basah dan penuh busa sangat licin. Pastikan bayi anda tidak terlepas selama anda memandikannya.
  • Gunakan kain waslap dan pembersih bayi yang lembut. Busa besar atau spons plastik tidak dapat dibersihkan dengan seksama setelah penggunaan. Handuk bersih dan dilipat dapat diletakkan dibak cuci atau baskom untuk mengalas bayi. Handuk ini dapat dicuci bersamaan dengan pakaian bayi anda.
  • Shampo yang” tidak pedih dimata” dapat digunakan dua atau tiga kali seminggu. Lakukan keramas dengan lembut terutama didaerah kepala bayi yang masih lunak. Daerah ini dilindungi oleh selaput yang kuat, yang juga dapat dikeramas.
MEMBERSIHKAN TELINGA, HIDUNG, MATA, KUKU

Sebaiknya jangan memasukkan apapun pada telinga,mata, atau hidung bayi. Bersihkan mata, mulut, hidung dan telinga bagian luar dengan kain lembut dan basah. Apabila hidung bayi anda tersumbat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan anda agar diberikan obat tetes air garam yang lembut untuk hidung atau menggunakan tabung bola karet untuk menghisap cairan dari lubang hidungnya dan mengurangi sumbatan. Potong kuku dengan rata dengan menggunakan gunting lengkung yang khusus dirancang untuk itu, pada saat bayi sedang tidur.

READ MORE - Panduan Lengkap Memandikan Bayi yang Baru Lahir

Inilah Cara Menolong Orang Tersedak

Tersedak biasanya terjadi karena makanan yang kurang dikunyah dengan baik "memasuki saluran yang salah". Bila keadaan ini tidak segera diatasi, bisa berakibat fatal.

Tersedak menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan di sekitar tenggorokan (laring) atau saluran pernapasan (trakea). Aliran udara menuju paru-paru pun terhambat sehingga aliran darah yang menuju otak dan organ tubuh lain terputus. Karena itu perlu dilakukan tindakan pertama yang efektif untuk menyelamatkan nyawa dengan tindakan Heimlich.

Manuver Heimlich mungkin dikenal sebagai teknik terbaik untuk melegakan saluran pernapasan yang tersumbat. Indikasi dari orang yang tersedak adalah korban tidak mampu berbicara, jatuh pingsan, atau mengeluarkan suara-suara aneh dengan usaha keras. Wajahnya berubah menjadi biru, keabu-abuan atau keunguan.

Untuk melakukan manuver Heimlich, ikuti langkah berikut:

Inilah Cara Menolong Orang Tersedak

manuver heimlich
  1. Berdiri di belakang orang yang tersedak. Lingkarkan kedua tangan Anda di pinggangnya. Bungkukkan orang itu sedikit ke depan.
  2. Kepalkan salah satu tangan Anda dan taruh di bagian atas pusar korban.
  3. Genggam erat kepalan itu dengan tangan lain dan tekan kuat-kuat ke arah perut dengan cepat ke atas, seolah-olah ingin mengangkatnya dari lantai. Tindakan ini akan mengangkat diafragma, menekan paru-paru, dan memaksa udara keluar dari paru-paru.
  4. Ulangi tindakan ini sampai makanan atau sumbatan lainnya keluar.
  • Metode paling sederhana untk melegakan saluran pernapasan yang tersumbat adalah dengan memasukkan jari hingga ke belakang tenggorokan, marih dan mengorek benda penyumbat itu keluar. Metode ini hanya berhasil jika sumbatan berada di belakang atau atas tenggorokan.
Hati-hati, jangan sampai makanan atau benda penyumbat ini terdorong semakin ke dalam ke saluran pernapasan. Keadaan ini mudah terjadi pada anak kecil.

READ MORE - Inilah Cara Menolong Orang Tersedak

Di Rumah Seperti Malaikat dan Di Luar Seperti Setan

Bila Anak Di Rumah Seperti Malaikat dan Di Sekolah Seperti Setan. Anda yang memiliki dua anak atau lebih, pasti pernah mengalami masa-masa membandingkan si sulung dengan si bungsu, atau si sulung dengan si tengah. "Saya heran, si Dita (3, bukan nama sebenarnya) ini perempuan, tapi kok 'rusuh' begini ya? Semua mainannya rusak diinjak-injak. Dia juga keras kepala sekali. Beda banget sama si Adit (8, juga bukan nama sebenarnya) waktu kecil. Dia manis sekali, kalau diberitahu ya gampang nurut," kata Yani (41), menceritakan dua buah hatinya. 

Seperti pengalaman Yani di atas, Anda tak habis pikir mengapa perilaku anak-anak Anda sangat bertolak belakang. Padahal, Anda dan suami menerapkan pola pengasuhan yang sama.

lustrasi: Beda perilaku di rumah, beda pula di sekolah. Ya, mungkin ada beberapa orangtua yang heran merasakan perbedaan perilaku buah hatinya. Di rumah bersikap manis bak malaikat cilik, tapi di sekolah seperti setan kecil yang kerap berbuat onar. Atau sebaliknya, di sekolah anak tampil sebagai sosok penurut, tapi di rumah berubah jadi pembangkang. (foto: ayushveda)

Jangan terkejut bila Anda mengetahui jawabannya. Menurut Gobin Vashdev, seorang parenting motivator, inilah kesalahan umum para orangtua, yaitu membandingkan anak-anaknya. "Anak pertama dan kedua itu biasanya beda banget karakternya, tapi kita justru memperlakukan mereka dengan cara yang sama," ujar Gobin di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Setiap anak berbeda, dan orangtua seharusnya justru tahu bagaimana cara menghadapi mereka sesuai karakternya. Hal ini ada kaitannya dengan DISC profile, atau tipe kepribadian anak yang terdiri atas dominance, influence, steadiness, dan compliance.

Anak yang masuk kategori dominance, misalnya, biasanya tidak bisa diatur. Anak-anak dengan tipe dominance yang kuat adalah tipe yang menuntut, keras, egosentris, punya kemauan dan tekad yang kuat, ambisius, agresif, dan selalu ingin mendahului.

Gobin mencontohkan, bila ingin menyuruh anak mandi, Anda tidak bisa mengatakan pada anak yang dominance, "Ayo, mandi!". "Berikan pilihan pada anak, misalnya, 'Kamu mau mandi sekarang, atau mandi 10 menit lagi?'. Jadi, anak diberi pilihan untuk melakukan kegiatannya. Sebenarnya tidak ada bedanya kan, mandi sekarang atau 10 menit lagi?" katanya.

Untuk bisa "mengatur" anak tanpa disadarinya, tentu Anda harus mengetahui lebih dulu bagaimana karakternya. Setelah itu, pertimbangkan dulu cara terbaik untuk mengarahkan anak sesuai karakternya.

Lalu bagaimana bila anak beda perilaku di rumah, beda pula di sekolah. Ya, mungkin ada beberapa orangtua yang heran merasakan perbedaan perilaku buah hatinya. Di rumah bersikap manis bak "malaikat cilik", tapi di sekolah seperti "setan kecil" yang kerap berbuat onar. Atau sebaliknya, di sekolah anak tampil sebagai sosok penurut, tapi di rumah berubah jadi pembangkang.

Mengapa itu terjadi? Ada beragam penyebab. Salah satunya, si prasekolah baru saja memasuki masa transisi antara kehidupan di sekolah dan di rumah. Sebelumnya ketika di rumah, ia hanya bersosialisasi dengan orang-orang terdekat dalam lingkungannya seperti kakak, nenek, ayah, ibu, kakak, adik atau pengasuhnya. 

Sedangkan ketika memasuki lingkungan sekolah, dia harus bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas: guru, teman-teman, tukang kebun, dan orangtua teman-temannya. Selain itu, pada rentang usia 3-5 tahun, menurut Piaget, perilaku anak masih egosentris. 

Maksudnya, anak belum memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Segala sesuatunya masih terpusat pada dirinya sendiri. Jadi, ketika ia melakukan suatu tindakan atau perbuatan, dia tidak mempertimbangkan kepentingan orang lain.

Ketika ingin melihat pita milik temannya yang dirasa menarik, ia segera menarik pita tersebut. Dia tidak memikirkan, perilakunya itu dapat merugikan orang lain karena dapat merusak tatanan rambutnya. 

Bisa juga, perilakunya itu dikarenakan anak ingin mencari perhatian, utamanya dari orang-orang yang ada di lingkungannya, baik lingkungan rumah ataupun sekolah. Ketika di rumah, si kecil dapat dengan mudah memperoleh perhatian, bahkan mungkin selalu menjadi pusat perhatian karena jumlah anggota keluarganya tidak banyak. 

Berbeda ketika ia berada di sekolah, dimana 2 orang guru harus memberikan perhatian kepada kurang lebih 10-15 anak didik dalam satu kelas. Otomatis porsi perhatian yang diperoleh si kecil pun menjadi lebih sedikit. Kondisi inilah yang akhirnya menjadi pemicu si kecil "berulah", sekadar untuk mencari perhatian dari teman atau gurunya ketika di sekolah. 

Bisa juga sebaliknya, anak sudah merasa mendapat perhatian ketika berada di lingkungan sekolah, namun tidak mendapat perhatian dari lingkungan rumah. Akibatnya, anak pun "berulah" agar orang-orang terdekat yang ada di rumah memberi perhatian. Akhirnya muncul anggapan, si prasekolah anak yang "penurut" di sekolah tapi "nakal" ketika di rumah.

Sebab lain, bisa jadi ia belum memahami aturan dan etika yang berlaku dalam lingkungan yang baru dimasuki. Maksudnya, aturan di sekolah tentunya berbeda dengan aturan di rumah. Ketika di rumah mungkin orangtua terlalu permisif, anak diperkenankan menggunakan barang bukan miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Aturan ini, tentunya tidak dapat diterapkan ketika di sekolah. Demikian pula sebaliknya, sehingga anak pun bersikap semaunya sendiri. 

Jembatan Komunikasi 

Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah membangun jembatan komunikasi antara pihak sekolah, orangtua dan anak. Orangtua menjelaskan tentang aturan-aturan yang biasa diterapkan di rumah, perilaku-perilaku yang biasa dilakukan, dan sebagainya. Pihak sekolah juga hendaknya secara rutin memberikan informasi tentang perkembangan proses belajar, kegiatan siswa ataupun kenakalan yang dilakukan anak di sekolah.

Dengan begitu, baik orangtua maupun guru dapat mengetahui dan segera melakukan antisipasi/mencari solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi anak. Demikian pula sebaliknya, bila orangtua mengetahui atau menemukan perilaku atau proses tumbuh kembang yang "salah" di rumah, mereka dapat segera menginformasikan kepada pihak sekolah. Siapa tahu bukan anaknya yang salah, tapi pola asuh, disiplin, atau penyebab lainnya yang menjadi pemicu. 

Bila jembatan komunikasi ini terbentuk dengan baik, maka kedua belah pihak dapat saling bekerja sama untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Jembatan komunikasi ini sebaiknya juga diciptakan bersama anak. Ciptakan komunikasi yang harmonis antara anak dengan orangtua, juga sekolah dengan anak. 

Melalui komunikasi yang baik, pihak sekolah maupun orangtua dapat mengetahui keinginan anak, hambatan, dan sebagainya, sehingga penyelesaian permasalahan yang dihadapi dapat lebih mudah dan tuntas. 

Tidak sulit kok, berkomunikasi dengan anak. Lakukan dalam suasana yang akrab dan ciptakan obrolan yang santai, jangan bernada menyelidik. Mengobrol juga sekaligus dapat bermanfaat sebagai media untuk meluapkan emosi, sekaligus mengetahui penyebab ulah anak dan menyikapinya. Dengan cara itu, diharapkan perilaku negatif anak dapat diredam. 

Contoh dari Orangtua 

Orangtua dan orang-orang terdekat anak hendaknya dapat menjadi model yang baik. Ingat, pada rentang usia ini, anak masih meniru, sesuai dengan perkembangan kognitifnya yang masih praoperasional.

Selain itu, pastikan orangtua menerapkan aturan dan nilai-nilai positif di rumah. Orangtua juga perlu mencari tahu dari anak, aturan apa sajakah yang tidak dipahami, juga aturan apa saja yang berbeda. Selanjutnya, berikan penjelasan tentang perbedaan itu dengan bahasa yang sederhana. 

Dengan memahami karakter anak sejak kecil, kita dapat mengekspresikan kasih sayang untuknya dengan porsi yang tepat.

Rasa sayang orangtua bisa ditunjukkan dengan berbagai cara: lewat senyuman, wajah yang ramah, pelukan hangat, sentuhan lembut, belaian sayang, pemberian hadiah, pujian tulus, dan sebagainya. Namun, tidak semua anak merasa cukup dengan porsi bentuk kasih sayang yang sama. Ada anak yang merasa cukup disayangi dengan tatapan ramah ayah-ibunya, tapi tak sedikit yang menuntut lebih melalui belaian dan pelukan, serta kesediaan kita bermain bersamanya.

Untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan anak, sebagai sahabat orangtua perlu memahami karakternya. Secara garis besar ada 4 kelompok karakter yang sudah dimiliki anak sejak lahir. Karakter inilah yang memberi nuansa pada perilakunya kelak. Termasuk bagaimana cara anak menghadapi orang-orang di sekelilingnya. Karakter ini akan berpengaruh pula pada sikap yang seharusnya ditunjukkan ayah dan ibu. Apa sajakah jenis karakter yang ada? Inilah uraiannya.

1. Anak aktif

Anak model ini tidak bisa diam karena penuh energi, selalu bergerak dan senantiasa berpikir. Wajar bila ia terlihat tidak pernah lelah beraktivitas. Biasanya gerakannya terkesan spontan alias serbacepat, selalu menuruti kata hati dan mudah beralih. Mungkin sesaat ia bisa duduk manis di pangkuan ibunya sambil mendengarkan dongeng. Namun ketika melihat ada kucing melintas sambil menggerak-gerakkan ekornya, dengan cepat ia akan beranjak lalu menghampirinya.

Cara menunjukkan rasa sayang:

Biasanya anak model ini tidak terlalu menuntut untuk diperlakukan secara khusus dengan dipeluk dan dibelai secara intensif. Pasalnya, ia lebih senang diberi kesempatan untuk beraktivitas. Bahkan ia akan merasa lebih disayang bila ayah atau ibu mau bermain bersama.

2. Anak pasif

Anak dengan karakter model ini terkesan kurang energik dan lambat memberi reaksi terhadap apa pun. Ia juga terlihat mudah lelah dan hanya kadang-kadang saja menampakkan antusiasme pada permainan tertentu. Ia butuh waktu agak lama untuk mengenal hal-hal baru. Namun ketika sudah paham, ia betah berlama-lama menyelaminya. Anak dengan karakter ini biasanya punya kemampuan konsentrasi yang cukup baik.

Cara menunjukkan rasa sayang:

Menunjukkan kasih sayang kepadanya harus dilakukan dengan cara yang ekspresif. Contohnya melontarkan pujian dengan wajah sumringah dan mata berbinar. Tak jarang diperlukan juga tindakan aktif untuk menegaskan padanya bahwa ia disayangi. Misalnya dengan pelukan dan belaian.

3. Anak percaya diri

Anak model ini biasanya amat cepat beradaptasi. Ia amat suka bertemu/berkenalan dengan orang-orang baru, bergaul dengan siapa saja, memainkan permainan asing, dan melakukan sesuatu yang berbeda maupun penuh tantangan.

Cara menunjukkan rasa sayang:

Terus mendampingi dan mendukung segala aktivitasnya cukup untuk meyakinkan anak tipe ini kalau ayah dan ibu menyayanginya. Anak tipe ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga tidak terlalu butuh ekspresi kasih sayang yang benar-benar nyata. Namun agar anak tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi perlu juga ibu dan ayah sesekali memeluk, membelai dan memujinya.

4. Anak pencemas

Anak model ini sangat berhati-hati menghadapi setiap perubahan. Ia selalu mengamati tindak-tanduk ayah-ibunya saat marah, sedih, atau senang. Ia juga tidak menyukai tantangan-tantangan baru. Ia pun perlu waktu agar dapat beradaptasi dengan lingkungan yang masih asing baginya. Boleh jadi ia akan menangis kala ditinggalkan untuk pertama kalinya atau berada bersama-sama orang baru.
Begitu orangtua memperlihatkan wajah marah, anak sudah akan berprasangka macam-macam.

Cara menunjukkanrasa sayang:

Anak seperti ini butuh dorongan yang lebih tinggi lagi agar mencapai kepercayaan diri yang cukup. Caranya? Tak lain dengan menunjukkan kasih sayang secara ekspresif. Pelukan dan belaian sebagai wujud rasa sayang sangat dibutuhkan anak untuk mengikis kecemasannya.

PERKEMBANGAN EMOSI DAN KOGNISI

Untuk mengesankan anak kalau ayah dan ibu menyayanginya, hal lain yang perlu dilakukan adalah memahami perkembangan emosi dan kognisinya. Sulit bagi orangtua untuk mencurahkan kasih sayang tanpa memahami perkembangan emosi dan kognisi anak.

* EMOSI

Anak balita masih memiliki keterbatasan dalam menerima pendapat orang lain. Ia selalu merasa dirinya benar. Ayah dan ibu harus bersabar dan mengerti saat anak, sulit diatur. Saat anak memaksa naik ke atas meja, contohnya, beri kesempatan padanya sebentar saja namun segera setelah itu minta ia turun sebelum terjatuh.

Kontrol dirinya belum sempurna sehingga belum bisa mengendalikan emosinya, seperti ketakutan, kelelahan berlebih, atau kondisi fisik yang tak nyaman. Hal ini yang kerap jadi pemicu anak tantrum. Cobalah berada sedekat mungkin dengannya agar anak tahu kalau ibu dan ayah ada di sisinya dan siap melindunginya. Tanggapilah kerewelan-kerewelannya sebagai sesuatu yang wajar karena memang demikianlah proses perkembangan seorang anak sehingga akan terasa lebih mudah menghadapinya.

Anak usia ini belum tahu mana yang benar dan salah sehingga ia melakukan segala sesuatu sekehendaknya saja. Saat kesal ia akan berteriak-teriak. Nah, ayah dan ibu harus menyontohkan bagaimana mengekspresikan perasaan dengan benar. Misalnya anak boleh berteriak tapi tidak dengan mengumpat-ngumpat.

Perilaku anak usia ini sering berubah-ubah. Yang semula penurut mendadak jadi pembangkang. Ini terjadi karena perubahan sangat cepat antara kebebasan dan ketergantungan, antara perasaan suka dan kemarahan yang tidak terkontrol. Hal ini kerap membuat ibu atau ayah tak sabar menghadapi perilakunya. Pengertian orangtua sangat diperlukan agar curahan kasih sayang tetap mengalir pada anak secara tepat.

Anak masih butuh kelekatan yang besar sehingga ia tidak mau berpisah dengan sosok ibu atau ayahnya barang sebentar. Misalnya, anak tak mau dilepas sendirian di "sekolah." Pahami kondisi ini sebagai sesuatu yang wajar. Cari cara efektif agar anak aman berada bersama orang lain tanpa harus menimbulkan kesan bahwa ayah dan ibu tidak menyayanginya. Pemaksaan hanya akan menimbulkan prasangka kalau orangtuanya jahat dan tidak sayang padanya.

* KOGNISI

Di usia ini anak masuk dalam fase praoperasional atau stadium pralogika yang ditandai dengan cara berpikir egosentris dan didominasi khayalan-khayalan. Anak berpikir dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mau diintervensi oleh orang lain. Pemikirannya kerap terkesan ajaib, terutama saat melihat banyak hal yang aneh seperti nonton film Superman yang bisa terbang, mengangkat pesawat terbang dan mengeluarkan cahaya dari matanya. Kemudian lewat imajinasinya anak akan mengekspresikan khayalan-khayalannya, semisal dengan bermain peran menjadi pendekar, Putri Salju, peri baik hati, dan sebagainya. Pada tahap ini cobalah untuk meladeni saja apa yang ingin dilakukan anak. Bahkan bila perlu stimulasi terus agar kreativitasnya lewat khayalan-khayalan bisa tersalurkan dengan baik. Antusiasme ibu dan ayah saat memerhatikan berbagai kemauannya menunjukkan pada anak bahwa ia dicintai.

TERUS BERI SEMANGAT

Untuk dapat berkembang optimal, ibu dan ayah tak cukup memerhatikan segi psikis si kecil. Kebutuhan fisiknya pun perlu mendapat porsi perhatian sama baiknya, antara lain kebutuhan makan-minum, kesehatan, dan sarana beraktivitas. Memberi makan dan minum tidak dalam pengertian asal memberikan tanpa mempertimbangkan kecukupan dan keseimbangan gizinya. Kebutuhan kalori, protein, lemak, vitamin, dan lainnya harus tercukupi. Ibu dan ayah harus cerdas mengatur menu makannya dengan memasukkan lauk pauk, seperti sayuran, daging, telur, tahu, tempe, dan sebagainya.

Demikian halnya dengan kesehatan. Bila anak terlihat tidak fresh atau kurang bugar padahal kebutuhan gizi seimbangnya sudah dipenuhi, segeralah pastikan kondisi tubuhnya dengan memeriksakannya ke dokter. Bila ada gangguan kesehatan, usahakan supaya langsung ditangani. Ini adalah wujud kasih sayang ayah dan ibu padanya. Anak pun merasa aman karena orangtua selalu berada di sampingnya untuk memberi pertolongan dan perlindungan.

Tak hanya itu, sediakan juga sarana penunjang bagi kebutuhan fisiknya, seperti sepeda, bola, undakan untuk memanjat, ruang gerak yang lapang, dan sebagainya. Tak perlu terpatok pada harga yang mahal karena banyak alternatif yang bisa dipilih. Hanya saja perlu diingat, tersedianya segala kebutuhan fisik anak tak akan lengkap jika ayah dan ibu tidak memberinya dorongan, stimulasi, serta semangat untuk beraktivitas. Menyediakan menu seimbang namun bersikap cuek, mau makan silakan, tidak mau makan ya sudah. Atau memberinya aneka mainan tapi tidak mau tahu apakah digunakan untuk bermain atau disimpan di kotak mainan saja, tentu membuat semuanya jadi percuma.

Tak hanya itu, stimulasi pun perlu dilakukan seintensif mungkin. Di usia ini anak masih berada pada masa golden age dimana pertumbuhan otak sedang pesat-pesatnya. Stimulasi intensif sangat bermanfaat untuk membentuk lebih banyak sambungan simpul-simpul saraf otak (neurotransmitter). Dengan demikian kecerdasan otaknya bisa lebih optimal. Dengan memenuhi kebutuhan fisik anak berarti ibu dan ayah menunjukkan rasa sayangnya. Sebaliknya, bagaimana mungkin anak merasa disayangi bila kebutuhan fisiknya saja tidak dipenuhi.

RESPONS PERILAKU KRITISNYA

Jangan pernah menganggap anak balita tidak tahu apa-apa atau tidak perlu tahu apa-apa. Beri kesempatan pada anak untuk tahu lebih banyak tentang lingkungannya. Dengan demikian ia akan berusaha menggali segala potensinya untuk berpikir. Makin hari ia akan kian terampil mengelola pikirannya. Bila anak selalu mendapat jawaban yang tidak mengenakkan, seperti, "Kamu masih kecil, enggak perlu tahu!", "Susah jawabnya!" atau "Pokoknya kamu enggak ngerti!" akhirnya anak jadi sebal dan menahan diri untuk bersikap kritis karena pendapatnya selalu dipatahkan. Kalau sudah begini, anak akhirnya cenderung diam dan lebih suka mengekor pendapat orang lain.

Secara teori, pola penalaran anak akan melalui beberapa tahap. Mula-mula ia akan bertanya tentang fakta, yakni bertanya tentang "apa". Seiring dengan bertambahnya umur, ia makin memahami kenyataan yang ada di lingkungannya, sehingga ia pun mengembangkan rasa ingin tahunya dengan melontarkan pertanyaan "mengapa". Nah, kata tanya "mengapa" ini tentu menuntut penjelasan alias membutuhkan nalar.

Kuncinya, jangan panik saat menjawab pertanyaan anak. Ini penting agar jawaban keluar dengan lancar, bukan jawaban yang seenaknya atau sekenanya. Toh, anak tidak butuh jawaban panjang dan rumit, cukup jawaban simpel sesuai dengan kemampuan berpikirnya. Misalnya, ketika menyaksikan tayangan demonstrasi di teve anak akan bertanya, "Mereka lagi ngapain? Apaan sih demonstrasi? Kok bawa-bawa tulisan besar? Kenapa juga harus berkelahi?" dan sebagainya. Bila ibu dan ayah siap, maka jawaban akan mengalir dengan lancar. Dengan menanggapi sikap kritis anak secara bijak, selain melatih kemampuan nalar dan bahasanya, ibu dan ayah juga membuatnya merasa dihargai dan ini merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan kasih sayang.

Semakin dini sikap kritisnya diasah, akan semakin baik. Interaksi di dalam keluarga sewaktu makan, nonton teve, main di ruang keluarga, liburan, dan sebagainya bisa dijadikan sarana pendukung. Secara tidak langsung interaksi seperti ini akan mendekatkan anak dengan ayah dan ibu. Selanjutnya, hubungan yang akrab akan berdampak pada perasaan aman dan nyaman karena anak merasakan sendiri derasnya kasih sayang dari orangtua.

Yang tak boleh dilupakan, rangsangan dari luar ikut menentukan kekritisan anak. Di sinilah pentingnya kesadaran orangtua untuk mentransfer pengetahuan sebanyak mungkin. Caranya, tiap kali ada kesempatan, ajaklah anak jalan-jalan ke kebun binatang, ke pantai, atau ke tempat-tempat yang dapat menambah wawasannya. Bertambahnya pengetahuan akan membuat daya pikirnya semakin tajam. Selain bahwa kelekatan anak dengan ayah-ibunya akan kian terjalin, kebersamaan seperti ini merupakan momen yang sangat baik untuk menunjukkan kasih sayang pada anak.

Karakter merupakan hal penting bagi keberlangsungan hidup anak. Karena itu, sejak dini karakter anak harus ditumbuhkembangkan. Jika tidak, kelak, anak akan tumbuh menjadi manusia yang tidak memiliki karakter yang jelas.

Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono M. Pd, dalam pembukaan seminar "Pendidikan Kiat Sukses Menumbuhkembangkan Karakter Anak" di ruang Graha Sawunggaling, Balaikota Surabaya Ahad kemarin. Acara yang diisi trainer Hj. Neno Warisman ini dihadiri sekitar 300 peserta.

Menurut orang nomer satu di Surabaya ini, menumbuhkan karakter bukan hal sepele. Sebab, karakter menyangkut hal komprehensif dalam diri manusia. Agar karakter bisa tumbuh dengan baik, maka pikiran harus senantiasa bersih.

"Jika pikiran bersih, maka hati akan bersih pula. Dan hati yang bersih akan menimbulkan kebiasaan yang baik. Jika kebiasaan baik itu sudah menjadi permanen, otomatis akan menjadi karakter," katanya.

Namun, menurutnya, banyak guru yang belum bisa melakukan hal itu kepada murid. Kebanyakan, guru hanya sibuk mentransfer ilmu, bukan value (nilai) dan sikap.

"Murid hanya dicekoki ranah kognisi, padahal murid memiliki afeksi dan psikomotor," jelasnya.

Dia mencontohkan film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Menurutnya, film besutan Andrea Hirata itu bisa menjadi contoh seorang guru yang berhasil menanamkan nilai dan sikap pada anak. Meski awalnya murid dibangun dengan mimpi, namun kemudian dimotivasi dan diajari cara menggapai mimpi.

Bambang berkata, dulu, ketika dirinya belum menjadi Wali Kota Surabaya, banyak daerah di Surabaya yang kumuh dan kotor, yang membuatnya mengelus dada. Lantas, ketika sudah menjadi Wali Kota, dia pun berusaha membenahinya. Dibuatlah program Green and Clean Surabaya.

Awalnya, dengan membentuk kader-kader bersih lingkungan. Kemudian melakukan kegiatan bersih-bersih. Kini, Surabaya pun lebih bersih berkat kesadaran warganya. "Sekarang, warga Surabaya sudah cinta dengan keindahan," tuturnya.

Namun dia juga tidak menampik jika pertumbuhan karakter anak kerap dibentuk oleh teknologi dan media. Media seperti internet, majalah dan komik, ternyata banyak memuat pornografi yang jelas merusak karakter anak.

Belum lama ini, Bambang begitu terkejut ketika mendapat pemaparan dari Ely Risma, psikolog dari Jakarta, bahwa bahaya pornografi telah mengancam anak. "Karena itu, kalau karakter anak ingin tumbuh dengan baik, maka harus dijauhkan dari pornografi," tegasnya. ( suaramedia.com )

READ MORE - Di Rumah Seperti Malaikat dan Di Luar Seperti Setan

Ini Tanggung Jawab Maskapai Jika Terlambat Terbang

Indonesia memiliki UU Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur soal keterlambatan keberangkatan pesawat. Aturan-aturan ini menjamin hak calon penumpang ketika ada keterlambatan penerbangan.

Pada Pasal 147 a ayat (1) UU disebut, "Penerbangan menyebut pengangkut bertanggung jawab atas tidak terangkutnya penumpang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dengan alasan kapasitas pesawat udara."

Sementara ayat (2), "Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memberikan kompensasi kepada penumpang berupa:

Ini Tanggung Jawab Maskapai Jika Terlambat Terbang

a. mengalihkan ke penerbangan lain tanpa membayar biaya tambahan; dan/atau

b. memberikan konsumsi akomodasi dan biaya transportasi apabila tidak ada penerbangan lain ke tempat tujuan."

Kemudian secara rinci, keterlambatan diatur dalam Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara yang berbunyi:

1. Keterlambatan antara 30-90 menit, maka pengangkut wajib menyediakan minuman dan makanan ringan.

2. Keterlambatan antara 90-180 menit, maka pengangkut wajib menyediakan minuman, makanan ringan, makan siang atau malam, dan memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau ke perusahaan angkutan udara lainnya apabila diminta oleh penumpang.

3. Keterlambatan lebih dari 180 menit, maka pengangkut wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan siang atau malam, dan apabila penumpang tidak dapat dipindahkan ke penerbangan berikutnya atau ke perusahaan angkutan udara lainnya, maka kepada penumpang wajib diberikan fasilitas akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.

4. Apabila terjadi pembatalan penerbangan, maka pengangkut wajib mengalihkan penumpang ke penerbangan berikutnya, apabila tidak dapat dipindahkan ke penerbangan/perusahaan angkutan udara yang lainnya, maka kepada penumpang wajib diberikan fasilitas akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.

5. Apabila penumpang menolak untuk diterbangkan dengan alasan yang tercantum dalam poin 2-4, maka pengangkut wajib mengembalikan harga tiket.

Tiga tahun setelah ada permenhub tersebut, pemerintah menerbitkan Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 yang melengkapi regulasi sebelumnya.

Pasal 10 permenhub baru ini mengatur soal ganti rugi yang bisa diterima penumpang apabila mengalami keterlambatan penerbangan.

Jika mengalami keterlambatan lebih dari empat jam, penumpang wajib menerima ganti rugi senilai Rp300 ribu. Lalu, kerugian bisa diganti 50 persen apabila pengangkut atau pihak maskapai menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan akhir penumpang.

Selain itu, pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan dan menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan bila tidak ada transportas selain angkutan udara.

Lengkapnya, isi Pasal 10 Permenhub 77 Tahun 2011;

1. Keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam diberikan ganti rugi sebesar Rp. 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang;

2. Diberikan ganti kerugian sebesar 50 persen (lima puluh persen) dari ketentuan huruf a apabila pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara;

3. Dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau subkelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.

Sementara pasal 19 ayat 1 UU Perlindungan Konsumen menyatakan, “Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, atau kerugian yang diderita konsumen akibat mempergunakan barang/jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Ganti rugi sebagaimana dimaksud dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya.” ( metrotv.com )

READ MORE - Ini Tanggung Jawab Maskapai Jika Terlambat Terbang

Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja

Pendidikan kesehatan reproduksi penting bagi remaja agar mereka mendapatkan informasi yang benar dan akurat mengenai masalah seksual dan kesehatan reproduksi. "Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi hendaknya lebih dibiasakan diberikan kepada remaja," kata Koordinator Divisi Pendampingan Komunitas Jari Mulia Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Stirahma Dhesmarleni di Yogyakarta, Jumat (21/8).

Sehingga remaja tidak perlu lagi mencari tahu sendiri informasi mengenai masalah seksual dan kesehatan reproduksi yang terkadang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Justru informasi yang tidak benar itu bisa menjerumuskan remaja kepada hal yang tidak dikehendaki, seperti kehamilan yang tidak diinginkan, serta terjangkit infeksi menular seksual dan HIV/AIDS," katanya.

Ia mengatakan akhir-akhir ini banyak komunitas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi nonpemerintah yang peduli terhadap HIV/AIDS, namun sedikit yang menjadikan remaja sebagai objek preventif. "Oleh karena itu, perlu lebih sering diadakan kegiatan yang melibatkan remaja terutama dalam melakukan penyuluhan serta pendidikan kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS bagi remaja," katanya.

Menurut dia, pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan remaja juga sesuai dengan rekomendasi "Bali Youth Forum", di antaranya pencapaian optimalisasi partisipasi kaum muda dan remaja dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan remaja. "Terkait dengan hal itu, kaum muda dan remaja diharapkan dapat terlibat langsung, sehingga hal yang dibutuhkan dapat disuarakan dan terpenuhi, salah satunya yakni mendapatkan pendidikan seksual serta kesehatan reproduksi," katanya.

Ia mengatakan, melalui penyampaian pendidikan dan informasi yang akurat diharapkan dapat menurunkan angka penyebaran HIV/AIDS melalui hubungan seksual di kalangan remaja.

Komunitas Jari Mulia UMY yang fokus pada upaya pencegahan dan penyebaran virus HIV/AIDS khususnya di kalangan remaja, melakukan metode, cara serta pencegahan melalui pendidikan teman sebaya yang baik. "Dengan demikian, pengalaman dan informasi yang diperoleh bisa maksimal dan efektif bagi remaja, tentunya juga akan dilakukan secara berkesinambungan," katanya
[ republika.co.id ]

READ MORE - Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja

Inilah Kumpulan Kisah Pada Buku Pelajaran SD yang Bikin Heboh Media Sosial.

PR Matematika yang dikerjakan Habibi, murid SD kelas 2 menjadi heboh di media sosial. Perbedaan jawaban dari pertanyaan 4+4+4+4+4+4 = … x … = 24, 6 x 4 atau sebaliknya, menjadi perdebatan panjang.

Tidak cuma di media sosial, kasus tersebut juga menggelitik sejumlah pemerhati, dosen, guru besar hingga profesor Matematika untuk berargumen.

Bukan kali ini saja pelajaran tingkat SD menjadi geger di media sosial. Sebelumnya, beberapa mata pelajaran juga membuat heboh. Seperti apa kehebohannya? Berikut penjelasannya..

Kisah istri simpanan di buku pelajaran kelas 2 SD

Cerita mengenai istri simpanan ini terdapat dalam buku kelas 2 SD, terbitan ‘MK’. Kisah berjudul ‘Bang Maman dari Kali Pasir’ terdapat di halaman 30-31. Berikut kisah lengkapnya:
Bang Maman dari Kali Pasir
Bang Maman adalah pedagang buah di Kali Pasir. Bang Maman mempunyai anak perempuan bernama Ijah dan berkata ingin menjodohkannya dengan Salim anak Pak Darip orang kaya di Kali Pasir. Tak lama setelah Salim dan Ijah menikah, Pak Darip meninggal dunia. Pak Darip meninggalkan harga warisan berupa kebun yang sangat luas kepada Salim.
Salim tidak bisa mengurus kebun peninggalan ayahnya, dan minta Kusen mengurusnya. Istri Kusen mempunyai rencana jahat, dia meminta suaminya menjual kebun Salim. Setelah kebun dijual mereka melarikan diri. Salim menjadi miskin, harta warisan ayahnya sudah habis. Akhirnya Salim berjualan buah di pasar.
Bang Maman mengetahui Salim telah jatuh miskin. Bang Maman ingin Ijah bercerai dengan Salim, karena Salim telah jatuh miskin. Ijah tidak mau, biar miskin Ijah tetap setia kepada Salim.
Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim. Patme setuju atas permintaan Bang Maman. Kemudian Patme datang ke rumah Salim dan berbicara dengan Ijah. Patme mengaku sebagai istri Salim. Patme dan Ijah bertengkar. Ijah merasa kecewa dan marah kepada Salim.
Kemudian Salim memberikan penjelasan kepada Ijah, namun Ijah tidak percaya. Akhirnya Salim pergi meninggalkan Ijah.
Suatu hari Ijah berkenalan dengan Ujang. Ujang Adalah seorang perampok yang sudah lama dicari polisi. Dengan menyamar seperti orang kaya Ujang datang melamar Ijah. Lamaran Ujang diterima dan akhirnya Ujang dan Ijah menikah.
Pada saat pernikahan berlangsung datanglah polisi menangkap Ujang dan gentong. Mereka sudah lama dicari polisi karena sebagai perampok. Namun Ijah tidak tahu kalau mereka sebagai perampok. Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi dan Bang Maman sebagai saksi.
Polisi minta agar semuanya tenang. Dijelaskan oleh polisi bahwa yang ditangkap itu adalah buronan. Mereka ditangkap karena sering berbuat jahat. Mereka suka merampok dan menipu. Akhirnya pesta perkawinan berangsur-angsur bubar.
Ajakan membunuh di buku kelas 1 SD

Dalam buku ‘Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta’ untuk kelas 1 SD, terdapat cerita rakyat Si Angkri. Cerita ini merupakan cerita rakyat Betawi. Isinya berkisah soal kisah si Angkri yang jatuh miskin karena berjudi. Ada pesan moral di dalamnya. Namun cerita yang ditampilkan dirasa terlalu berbahaya untuk anak kelas 1 SD.

Ada kata-kata disuruh membunuh, dipancing dengan wanita dan soal kekerasan antar jawara. Kalimat-kalimat inilah yang menjadi polemik.

Berikut kisah si Angkri yang ditulis lengkap dari buku ‘Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta’ yang diterbitkan Tiga Serangkai. Buku ini ditulis oleh Anton K, Momon Sulaeman, Damami dan Samukan.
Cerita Rakyat si Angkri
Hari ini Engkong Udin datang
Engkok Udin senang bercerita
Engkong berjanji akan bercerita yang berjudul Si Angkri
Yuk… kita dengarkan cerita Engkong
Sore itu Angkri sedang duduk di bale hujan turun dengan lebatnya petir sambar menyambar tiba tiba kraak gedubrak angkri terkejut dan lari ke dapur ternyata pohon mangga roboh menimpa dapur Angkri, Angkri sangat sedih dan bingung.
Saat hujan sudah reda Angkri menuju sawahnya. Syukur, sawah angkri yang sepetak selamat. Dahulu sawah angkri luas sekali namun sekarang sudah habis karena terus dijual untuk bermain judi. Saat ini sawahnya hanya sepetak. Angkri berpikir bagaimana agar dia kaya. Dia akan minta tolong pada Juragan Tabrani.
Juragan Tabrani dahulu pernah ia tolong. Angkri mendatangi rumah juragan Tabrani. Ia mohon kepada Juragan Tabrani agar dijadikan centeng. Juragan Tabrani bingung karena sudah punya centeng. Centeng juragan Tabrani bernama bek Asan.
Tapi dengan kelicikan Angkri, juragan Tabrani mau mengabulkan permohonannya. Angkri mengusulkan agar bek Asan disingkirkan dulu. Kalau bek asan mati, Angkri menggantikan jadi centeng.
Angkri menyuruh Anit dan Kusen. Anit dan Kusen disuruh membunuh bek Asan. Anit dan Kusen mendatangi rumah Bek Asan di Lebak Bulus. Anit dan Kusen bertamu. Tidak sopan, Bek Asan marah, lalu mereka berkelahi. Anit dan Kusen kalah berkelahi. Bek Asan bertanya mengapa mereka menyerangnya. Mereka mengaku disuruh oleh Angkri.
Bek Asan lalu menemui gurunya minta pendapat agar Angkri jera. Guru Bek Asan memberi saran Angkri bisa dipancing lewat wanita.
Bek Asan minta tolong sama Mpok Ipeh. Suatu hari Mpok Ipeh sengaja mencuci baju di kali. Angkri lewat jalan dekat kali. Angkri melihat Ipeh dan menggodanya. Saat Angkri menggoda, Bek Asan lewat. Bek Asan bertanya pada Angkri maksud tujuan teman Angkri menyerang Bek Asan. Angkri mengatakan hal yang sebenarnya. Angkri minta maaf atas kejadian itu. Dia berjanji akan berbuat baik.
Cerita ngebet kawin di buku kelas 4 SD

Cerita Juragan Boing ini terdapat di buku Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta, untuk SD kelas 4. Cerita itu berawal dari seorang Juragan Boing tertarik dengan buruhnya, Juleha yang bekerja di kebun durennya.

Juragan Boing langsung meminta izin ke istri pertama untuk menikah kedua kalinya. Tetapi istri pertama tidak merestuinya. Juragan Boing kemudian marah.

“Pokoknya aku akan tetap melamarnya minggu depan,” kata Juragan.

Mendengar tekad suaminya, istrinya pun marah. “Bapak memang tidak tahu diri, tetapi kalau memang tidak bisa dilarang, terserah bapak,” ujarnya.

Rupanya Juleha sudah menjalin kasih dengan yang lain. Juleha ternyata berpacaran dengan anak Juragan Boing, Mat Salim.

Jalinan cinta Juleha ini baru diketahui setelah Juragan Boing mau menikahinya. Juleha lari dari acara perkawinan.

Singkat cerita, Juragan Boing akhirnya mengikhlaskan gadis pujaannya kepada anaknya.

Anak kelas 3 SD diminta tiru dialog cerita kekerasan

Kisah Rosim ini tertulis dalam pelajaran Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ). Buku itu diperuntukkan kelas 3 SD terbitan Erlangga.

Begini kisahnya; 
Pada zaman Belanda, Rosim seorang miskin bekerja sebagai pembantu di rumah tuan dan Nyonya Van Der Plog. Sayangnya, Nyonya Van Der Plog kerap memukuli dan berkata kasar kepadanya. Suatu hari nyonya Van Der Plog mengikat Rosim dan memukulinya
Nyonya Van Der Plog : mana kedua tanganmu! (Ny Van Der Plog mengikat kedua tangan Rosim kemudian memukuli tangannya)
Rosim : Ampun nyonya, ampun nyonya. Tolong tolong…
Nyonya Van Der Plog :ha ha ha rasakan sakitnya pukulanku!
(Rosim menunduk dan menangis)
Dialog tersebut adalah penggalan dialog yang mengintruksikan siswa untuk meniru dialognya.

Cerita kemolekan wanita di buku kelas 6 SD

Buku itu dibagikan ke siswa kelas enam SDN Polisi 4, Bogor, Jawa Barat. Kasus ini terungkap setelah seorang siswa mempertanyakan pada ibunya makna dari wacana 17 tahun ke atas itu dan dimuat dalam sebuah blog komite SDN Polisi 4.

Buku paket pelajaran Bahasa Indonesia itu dicetak CV Graphia Buana dan dikarang Ade Khusnul dan M Nur Arifin. Buku bersampul warna hijau ini merupakan cetakan baru yang diterbitkan Maret 2013 kemarin.

Cerita esek-esek itu disajikan di halaman 55-60 dengan judul Anak Gembala dan Induk Serigala. Aneh memang, bagaimana bisa judul yang demikian sangat melenceng dengan cerita yang dimuat.

Berikut penggalan wacana dewasa yang disajikan untuk siswa kelas enam SD Negeri Polisi 4, Bogor:
“…..Beban yang berat membawanya untuk masuk lebih dalam ke bilik kamar yang hanya ditutupi oleh kain. Bilik itu bagian belakang dari sebuah warung remang-remang di pinggiran kota .Tempat di mana sekarang dia membanting tulang demi hidupnya dan keluarganya di sebuah kampung. Di dalam bilik itu sudah menunggu seorang laki-laki yang segera menyambutnya dengan sebuah pertanyaan.
“Dari mana asalmu ?”
“Panyuren, ” jawab perempuan ,yang baru saja duduk di dalam kamar itu, singkat.
Gerakan perempuan itu terlihat masih kikuk .Benar seperti kata pemilik warung ini, dia ini pendatang baru ! Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu. Hanya saja dia masih penasaran dengan nama kampung asal yang tadi disebut.
“Panyuren. Agaknya saya pernah ke sana. Kampung itu terletak dekat dengan hutan lebat bukan?”
“Iya benar,” perempuan itu menjawab singkat dan terdengar ragu.
Buku yang memuat unsur pornografi ini akhirnya ditarik dari peredaran.

READ MORE - Inilah Kumpulan Kisah Pada Buku Pelajaran SD yang Bikin Heboh Media Sosial.

Berapa Biaya Membuat Anak Cerdas ?

Mengajarkan anak menggambar objek sesuai keinginan mereka dapat meningkatkan kecerdasan anak. "Menggambar sesuatu yang menarik bagi mereka sangat bagus bagi perkembangan intelektual anak," ujar psikolog dari Universitas Medan Area, Irna Minauli, MPsi di Medan, Jumat (14/8).

Menurut dia, ketika anak menggambar sesuatu, akan terjadi proses berpikir mengenai objek yang hendak mereka gambar, sehingga daya imajinasi anak mulai timbul. Menggambar atau melukis mampu meningkatkan daya imajinasi anak, sehingga anak bisa leluasa mengekspresikan apa saja sesuai daya kemampuan dan daya ingatnya.

Irna mengatakan, anak-anak memiliki daya imajinasi yang sangat luar biasa. Aktivitas manggambar mampu memancing daya ingat dan pengetahuan mereka secara terus-menerus.

Selain itu, menggambar juga mampu meningkatkan kepekaan anak terhadap lingkungan sosial. Bahkan dengan menggambar mereka dapat mengerti tentang konsep tata ruang (parsial).

Dalam mengajarkan menggambar, orang tua diharapkan tidak mendikte apa yang hendak dibuat anak karena dapat menghambat kreativitas mereka, termasuk terkait pemilihan warna. "Orang tua harus membiarkan anak melukiskan apa pun objek yang mereka imajinasikan, meski pun pada awalnya objek tersebut sama sekali tidak berstruktur," katanya.

Cara pandang yang berbeda antara anak dan orang tua harus dipahami secara baik. Ini penting dipahami orang tua, karena, menurut Irna, sesuatu yang tidak perlu dipertanyakan justru bisa menjadi pertanyaan bagi seorang anak, ujarnya menambahkan.

Guru melukis di Taman Budaya Sumatera Utara, Retno, mengakui anak-anak cenderung menggambar objek yang terkadang menurut orang dewasa aneh. Sehingga memang perlu pendekatan khusus untuk mengarahkan anak agar dapat menggambar dengan baik
[ republika.co.id ]

READ MORE - Berapa Biaya Membuat Anak Cerdas ?

Inilah Tanggapan Ahli Matematika ITB soal PR Matematika anak kelas 2 SD Yang bikin Heboh facebook

Pekerjaan rumah matematika milik Habibi, murid SD kelas 2 di Semarang, ramai dibahas di media sosial setelah diunggah kakaknya ke Facebook. Dari 10 soal matematika, hanya dua yang betul.

Sang kakak, Erfas tidak terima dengan penilaian guru. mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro merasa yakin dengan jawaban soal yang ditulis adiknya, karena dia membantu mengerjakan soal.

Erfas mengajari Habibi jawaban 4+4+4+4+4+4 = 4 x 6 = 24. Ternyata jawaban itu salah, versi guru yang benar adalah 4+4+4+4+4+4 = 6 x 4 = 24. Hasil sama namun konsep beda.

Dosen Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad Muchlis berkomentar soal polemik tersebut. Berikut penjelasannya kepada merdeka.com: 

{content-split}Kepada mahasiswa, saya sering mengatakan bahwa dalam matematika itu bukan benar salahnya yang paling penting, melainkan pertanggungjawaban. Maksudnya begini, kalau Anda menyatakan sesuatu, berikan argumentasi untuk pernyataan Anda itu. Di sini kita bicara tentang sahih tidaknya argumentasi.

Inilah Tanggapan Ahli Matematika ITB soal PR Matematika anak kelas 2 SD Yang bikin Heboh facebook

Antara siswa SD dengan mahasiswa saya yang memang mau menjadi ahli dalam matematika pastilah berbeda. Untuk mahasiswa, metodologi matematika menuntut persyaratan yang lebih ketat. Itu tentunya terlalu berat buat anak SD.

Nah sekarang 4+4+4+4+4+4 itu sama dengan 6x4 atau 4x6? Menurut saya sih lihat saja argumentasinya. Sepanjang bisa dipertanggungjawabkan, sesuai dengan levelnya, terima saja. Kalau guru mengatakan 6x4 itu lebih banyak bersifat konvensi, kesepakatan. Ada yang tidak sepakat? Silakan saja, tetapi beri argumentasi yang baik.

Apa yang saya sampaikan di atas lebih sesuai dengan esensi matematika dan belajar matematika.

Ingat bahwa matematika yang sekarang ini dulunya dinamai ilmu pasti. Mengapa nama ilmu pasti tidak digunakan lagi? Karena memang nama itu tidak tepat.

Mudah-mudahan tidak membuat lebih bingung.

Menurut saya, yang lebih penting untuk dapat ditangkap siswa SD daripada 4+4+4+4+4+4 itu 6x4 atau 4x6 adalah gagasan tentang mengapa 6x4=4x6. [ merdeka,com ]

READ MORE - Inilah Tanggapan Ahli Matematika ITB soal PR Matematika anak kelas 2 SD Yang bikin Heboh facebook

Inilah Tanggapan Kemendikbud minta Disdik tegur guru salahkan PR Matematika siswa Yang bikin Heboh facebook

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kaget mendengar kasus ada siswa yang pekerjaan rumah (PR) Matematika-nya hanya mendapat nilai 20 meski jawabannya benar. Siswa tersebut mendapat ponten merah karena angka yang dia letakkan tak sesuai dengan jawaban yang diinginkan guru meski pada dasarnya jawabannya sama. 

Humas Kemendikbud, Ibnu Hamad, angkat bicara mengenai kasus ini. Dia menilai si guru agaknya kurang paham soal dua aspek penilaian dalam Kurikulum 2013 yang menyebut siswa harus diajarkan kemampuan dan penalaran. Untuk kasus di atas, sebenarnya siswa menggunakan nalarnya.

Inilah Tanggapan Kemendikbud minta Disdik tegur guru salahkan PR Matematika siswa Yang bikin Heboh facebook

"Seharusnya tidak terjadi itu, tidak musim lagi guru yang tidak sesuai dengan pikirannya lalu dianggap salah. Itukan nalar dia, harusnya penalarannya dihargai gurunya, selama masih masuk nalar boleh dong, kecuali hasilnya menjadi kurang," kritik Ibnu, saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (22/9).

Ditambahkan Ibnu, harusnya si guru yang telah mendapat pelatihan Kurikulum 2013 bisa mengimplementasikan dengan baik pada siswa. Dia segera mengingatkan pihak Dinas Pendidikan terkait untuk menindaklanjuti kasus ini. 

"Harusnya dia tahu apalagi guru kelas 1,2,4 dan 5 sudah pernah ikut pelatihan kurikulum," bebernya.

Sebelumnya Ibnu mengatakan, dalam kasus siswa kelas 2 di atas, guru memberikan soal 4+4+4+4+4+4= x =...Menurut Ibnu, untuk menyelesaikan persoalan di atas siswa berhak menjawab sesuai penalarannya yang dia rasa mendekati jawaban yang dimaksud.

"Nah dalam kasus itu, bisa saja si siswa memberikan jawaban sesuai penalarannya, yaitu 4x6 atau 6x4. Itu enggak salah, karena dalam penalaran enggak harus memberikan satu jawaban. Jika dia penalarannya mengasosiasikan 4x6 bisa benar, 6x4 juga benar," jelasnya. [ merdeka.com ]

READ MORE - Inilah Tanggapan Kemendikbud minta Disdik tegur guru salahkan PR Matematika siswa Yang bikin Heboh facebook

Inilah Tanggapan dosen matematika soal PR anak SD hebohkan Facebook

PR matematika murid kelas 2 SD yang dikerjakan oleh sang kakak mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro, menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Soal hitungan 4+4+4+4+4+4 = 4 x 6 = 24, dicoret sang guru karena salah.

Dosen matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Rizky Rosjanuardi menjelaskan rinci soal polemik tersebut. Menurutnya, tidak bisa disalahkan satu pihak dan membenarkan yang lain.

Dia menjelaskan pokok permasalahan dengan dua sudut pandang, antara konsep dan konteks. Secara garis besar dapat dipahami pengertian konsep berkaitan terkait sesuatu yang abstrak. Namun secara ilmu matematika, konteks menjadi hal yang jauh lebih penting.

Dia mencontohkan 4 X 6 dengan soal cerita. Secara konsep diartikan bahwa ada empat orang membawa enam kantong kresek, hal tersebut berbeda dengan konteks yang diartikan bahwa ada enam orang membawa empat kantong plastik.

https://s.yimg.com/bt/api/res/1.2/bVfu0K6hWvkboflu2JpHnQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNTY7cT03NTt3PTUxMg--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Merdaka/ini-kata-dosen-matematika-itb-soal-pr-matematika-anak-kelas-2-sd.jpg

"Bahwa secara konsep, 6 kali 4 bisa berbeda, tetapi matematika tidak selamanya dikatakan konsep 6 kali 4 bisa berbeda. Itu mengapa terjadi, karena matematika dipaksakan konseptual," kata Rizky saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (22/9).

Menurutnya, permasalahan perbedaan tempat antara 4 dan 6 di soal siswa kelas 2 SD bukan hal yang urgen. Menjadi serius ketika guru memberikan pemahaman kontekstual terhadap konsep matematika anak SD. "Karena siswa berpikir konseptual," lanjutnya.

"Secara matematika sama, secara konteks bisa berbeda. Karena konteks nyangkut keseharian. Kalau dalam konsep abstrak, satu kali tiga bisa beda," terangnya.

Sebelumnya, melalui akun Facebooknya Muhammad Erfas Maulana menceritakan duduk persoalan PR milik adiknya. Sang adik yang duduk di kelas II tidak mengerti sehingga meminta bantuannya.

"Suatu malam adek saya kelas 2 SD mendapat PR dari gurunya, soal 4+4+4+4+4+4 = x =
karena adek saya belom paham maksud dari soal tersebut, akhirnya adek saya bertanya kepada saya," tambahnya.

Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro itu dengan mudah mengajarkan adiknya. Dia pun percaya diri sang adik akan mendapat nilai maksimal karena semua soal dikerjakan dengan teliti.

"Mulai lah saya mengajarkan adek saya cara perkalian yang menurut saya lebih mudah dipahami oleh anak kelas 2 SD, 4+4+4+4+4+4 = 4 x 6 = 24, dengan alasan empatnya ada enam kali. Saat itu saya tidak berpikir posisi angka 4 dan 6, toh hasilnya sama saja, toh soalnya "=....x....="." [ merdeka.com ]

READ MORE - Inilah Tanggapan dosen matematika soal PR anak SD hebohkan Facebook

Inilah Tanggapan Wikipedia terkait PR matematika kelas 2 SD Yang bikin Heboh facebook

Belakangan ini heboh pekerjaan rumah (PR) pelajaran Matematika anak kelas kelas 2 SD. Habibi, murid kelas 2 SD di Jawa Tengah itu hanya mendapat nilai 20 dari 10 soal.

Ternyata Habibi tidak mengerjakan sendiri. Dia dibantu oleh kakaknya, Muhammad Erfas Maulana karena kesulitan mengerjakan PR dari gurunya tersebut. Meski sudah dibantu, namun Habibi masih mendapatkan nilai 20.

Kakak Habibi kemudian protes kepada sang guru karena dia merasa hasilnya sudah benar. Koreksian guru Habibi ini tidak dapat diterima. Soal perkalian menjadi perdebatan karena ada perbedaan konsep dalam menjawab.

https://s1.yimg.com/bt/api/res/1.2/Lcdjvxkdag5saHvtABl5cQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNTY7cT03NTt3PTUxMg--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Merdaka/ini-kata-wikipedia-terkait-pr-matematika-kelas-2-sd.jpg

Bagaimana sebenarnya perkalian itu. Wikipedia menjelaskan soal definisi perkalian:

Perkalian adalah operasi matematika penskalaan satu bilangan dengan bilangan lain. Operasi ini adalah salah satu dari empat operasi dasar di dalam aritmetika dasar (yang lainnya adalah penjumlahan, pengurangan, dan pembagian). Perkalian terdefinisi untuk seluruh bilangan di dalam suku-suku penjumlahan yang diulang-ulang; misalnya, 3 dikali 4 (seringkali dibaca "3 kali 4") dapat dihitung dengan menjumlahkan 3 salinan dari 4 bersama-sama:

3 x 4 = 4 + 4 + 4 = 12

Perkalian bilangan rasional (pecahan) dan bilangan real didefinisi oleh perumumam gagasan dasar ini.

Satu sifat utama dari perkalian adalah hasilnya tidak bergantung pada peletakan faktor yang berulang (sifat komutatif). 3 Dikali 4 dapat pula dihitung dengan cara menambahkan 3 sebanyak 4 kali:

3 x 4 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12

Perkalian dapat juga digambarkan sebagai pencacahan objek yang disusun di dalam persegi panjang (untuk semua bilangan) atau seperti halnya penentuan luas persegi panjang yang sisi-sisinya memberikan panjang (untuk bilangan secara umum). Balikan dari perkalian adalah pembagian: ketika 3 kali 4 sama dengan 12, maka 12 dibagi 3 sama dengan 4.

Perkalian diperumum ke jenis bilangan lain (misalnya bilangan kompleks) dan ke konstruksi yang lebih abstrak seperti matriks. [ merdeka.com ]

READ MORE - Inilah Tanggapan Wikipedia terkait PR matematika kelas 2 SD Yang bikin Heboh facebook

Inilah PR Anak Kelas 2 SD yang Bikin Heboh di Facebook

Pekerjaan rumah matematika seorang anak Sekolah Dasar mendadak heboh di jejaring sosial Facebook. Sang kakak yang mengajarkan adiknya menjawab tidak terima, dari 10 soal hanya mendapat nilai 20.

"Biasanya murid yang melakukan kesalahan, tapi kali ini saya merasa bahwa guru adek saya lah yang melakukan kesalahan," tulis Erfas dalam akunnya, 18 September lalu.

Melalui akun Facebooknya Muhammad Erfas Maulana menceritakan duduk persoalan PR tersebut. Sang adik yang duduk di kelas II tidak mengerti sehingga meminta bantuannya.

"Suatu malam adek saya kelas 2 SD mendapat PR dari gurunya, soal 4+4+4+4+4+4 = x =
karena adek saya belom paham maksud dari soal tersebut, akhirnya adek saya bertanya kepada saya," tambahnya.

Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro itu dengan mudah mengajarkan adiknya. Dia pun percaya diri sang adik akan mendapat nilai maksimal karena semua soal dikerjakan dengan teliti.

"Mulai lah saya mengajarkan adek saya cara perkalian yang menurut saya lebih mudah dipahami oleh anak kelas 2 SD, 4+4+4+4+4+4 = 4 x 6 = 24, dengan alasan empatnya ada enam kali. Saat itu saya tidak berpikir posisi angka 4 dan 6, toh hasilnya sama saja, toh soalnya "=....x....="."

Betapa terkejutnya Erfas ketika malam berikutnya, sang adik bilang jika PRnya kemarin hanya dapat nilai 20. "Sontak saya kaget karena saya yakin jawaban adek saya benar semua," tuturnya.

"Saya lihat kembali pekerjaannya. Ternyata yang membuat dia disalahkan adalah karena posisi angka 4 dan 6 terbalik. jawaban yang benar cuma 8x8 dan 4x4, mau dibolak-balik pun sama aja. Saya yakin kalo salah satu angka di soal 8x8 dan 4x4 diganti, adek saya bakal dapat nilai 0. hehehe," jelasnya.

Akhirnya, Erfas pun menggunggah soal tersebut. Dalam gambar terlihat nilai dan coretan tanda salah dari guru. Dia pun sempat menulis sesuatu di bawah mempertanyakan nilai tersebut.


Ternyata foto lengkap dengan penjelasan Erfas mendapat berbagai reaksi. Ada yang sejalan dengan pemikiran Erfas, meski terbalik yang terpenting jika dijumlah hasilnya sama. Namun ada juga yang menganggap nilai yang diberikan guru adiknya sudah tepat.

"Jadi alangkah baiknya kita saling berpikir terbuka, saling menghargai pendapat masing-masing," tutup Erfas. [ merdeka.com ]

READ MORE - Inilah PR Anak Kelas 2 SD yang Bikin Heboh di Facebook

Bagamana Jika Siswa Diajar Guru Yang Cantik ?

Bagamana Jika Siswa Diajar Guru Yang Cantik ?. Tuhan menciptakan kaum hawa sebagai makhluk hidup yang paling indah. Wajah cantik dan sikap lemah lembut para cewek jadi daya tarik yang bikin banyak mata melirik.

Di bidang pendidikan, pesona kaum hawa ternyata tetap jadi pemain utama. Dalam jajaran pengajar fresh graduate, mayoritas (53,1 persen) responDet lebih sreg kalo diajar guru cewek.

Salah seorang responDet yang setuju sama anggapan itu adalah Immanuel Arthur. Immanuel lebih sreg sama pengajar dari kaum hawa karena terbiasa diajar guru fresh graduate cewek. "Sekolahku tuh pernah beberapa kali menerima guru yang baru lulus kuliah, dan rata-rata emang cewek. Jadi, aku lebih terbiasa aja kalo diajar sama guru fresh graduate yang cewek," ujarnya.

Eits, bukan cuma itu lho faktor yang bikin Immanuel lebih doyan diajar guru cewek. Menurut penggemar basket ini, guru cewek itu lebih luwes dalam mengajar daripada guru fresh graduate cowok.

"Ya, kalo guru cewek tuh, enak aja cara ngajarnya. Selain lebih gampang akrab sama para siswa, cara ngajarnya juga lebih gampang diterima," imbuh cowok yang sekolah di SMA Pirngadi ini.

Yanita Adhi juga pengin urun pendapat. Dara yang menuntut ilmu di SMA Santo Hendrikus ini pernah diajar guru fresh graduate cowok maupun cewek. Dari pengalamannya itu, Yanita mengaku lebih suka guru cewek. Lho, kenapa Yan?

"Iya lah. Guru cewek tuh ngajarnya lebih serius. Jadi, lebih mudah konsentrasi. Nggak kayak guru cowok yang biasanya banyak bercanda. Guru cewek juga lebih bisa berimprovisasi waktu ngajar. Jadinya, di kelas tuh nggak monoton," ungkapnya.

Serap Ilmu dari Pengajar Segar

Bayangin sebuah roti cokelat yang baru aja dikeluarin dari oven. Masih hangat, segar, dengan asap tipis mengepul di atasnya. Coba gigit... Hmm..nikmat! Rasa manisnya terasa lebih menggoda karena masih hangat. Iyalah, namanya juga fresh from the oven. Masih segar, hangat, dan yang jelas lebih enak!

Yup, makanan apa pun yang baru selesai dimasak pasti terasa lebih nikmat. Pizza, misalnya. Yang barusan dipanggang pasti lebih nyam-nyam ketimbang yang udah disimpan di kulkas.

Nah, prinsip itu, ternyata, nggak cuma berlaku buat makanan, tapi juga soal pengajar. Iya, pengajar yang fresh from the oven, eh, fresh graduate maksudnya, menjanjikan aktivitas belajar yang lebih fresh dan menyenangkan.

Coba tanyakan itu kepada 42,5 persen korban polling DetEksi kali ini. Mayoritas (73,4 persen) di antara mereka lebih senang diajar guru fresh graduate. Alasannya, teknik mengajar mereka lebih modern (31,2 persen), sang guru bisa terasa kayak teman (27,7 persen), dan bisa buat refreshing (24,8 persen).

Misalnya, pendapat yang meluncur dari mulut Maria Rosalinda Malino di SMPN 16. Dara berusia 12 tahun ini pernah diajar guru fresh graduate waktu pelajaran matematika. "Menurutku, lebih enak diajar sama guru fresh graduate. Soalnya, yaa... dari pengalamanku, guru yang baru lulus itu teknik ngajarnya lebih modern. Aku dikasih teknik ngafalin rumus yang lebih gampang," ujar cewek yang hobi membaca itu.

Berdasar pengalaman tersebut, menurut Maria, mata pelajaran yang paling enak buat diajar sama para pengajar segar adalah matematika. "Enaknya buat mata pelajaran yang susah-susah kayak matematika. Soalnya, guru baru kan lebih modern tuh ngajarnya. Jadi, kita biar cepat ngerti dan suka sama pelajaran ini," cerocosnya panjang lebar.

Selain Maria, ada Neneng Uswatun Hasanah dari SMAN 18. Gadis yang duduk di kelas XI IPA ini mengatakan bahwa cara mengajar guru fresh graduate di sekolahnya bikin dirinya cinta sama pelajaran bahasa Inggris. "Padahal, tadinya, aku nggak suka pelajaran itu. Tapi gara-gara cara ngajarnya asyik, aku jadi suka. Soalnya, waktu itu kami nggak cuma diterangin aja, tapi juga dibikin kelompok dan belajar dari dengerin lagu. Wah, fun banget deh pokoknya!" aku dara berzodiak Scorpio itu.

Sama kayak Maria, menurut Neneng, guru fresh graduate mending ngajar mata pelajaran yang susah. "Ya kayak bahasa Inggris ini. Kalau kita udah nyaman sama gurunya, kan kita jadi suka juga sama pelajarannya," jelasnya.

Hermawan Zulfikar dari SMP Siti Aminah ikut urun pendapat. Cowok berusia 15 tahun itu juga lebih suka sama guru fresh graduate sejak dirinya diajar matematika. Umur sang guru yang nggak terpaut jauh darinya bikin Hermawan ngerasa kayak belajar sama teman yang sepantaran.

"Iya lho. Guru fresh graduate tuh lebih terasa kayak teman. Jadi, kalo di kelas tuh kita nyantai, nggak takut-takut dan tegang. Pelajarannya malah lebih masuk di otak," katanya. [ Jawa Pos ]

READ MORE - Bagamana Jika Siswa Diajar Guru Yang Cantik ?