Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan

Nyeri Haid Merupakan Tanda Awal Dari Kista

Waspada Nyeri Haid Merupakan Tanda Awal Dari Kista. Kista, kantung berisi cairan ini ditakuti oleh sebagian besar perempuan. Orang biasanya akan mengaitkan kista dengan nyeri perut bawah dan sulitnya memiliki anak. Nyeri haid memang bisa menjadi tanda awal kista. "Kista sebetulnya bisa hilang sendiri, jadi tak perlu dikhawatirkan," ujar Dr. Caroline.

Kista bisa muncul di beberapa bagian tubuh, ukan hanya di rahim. Ada kista yang terdapat di payudara, jaringan tiroid, kulit, simpul, saraf, dan mata. Tapi memang yang banyak terjadi adalah kista pada indung telur (ovarium).

Setiap perempuan memiliki dua indung telur, di kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut folikel.

Nyeri Haid dan Dari Kista

Folikel adalah struktur berisi cairan yang menjadi tempat pertumbuhan sel telur. Setiap bulan folikel ini membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur matang.

Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur matang ini tidak dibuahi, folikel akan mengecil dan menghilang dalam 2-3 minggu. Proses ini akan terus berulang sesuai siklus haid seorang perempuan. Jika ada gangguan proses siklus ini, maka kemungkinan bisa terjadi kista.

Bisa mengecil
Kista ovarium sering terjadi di masa reproduksi. Namun, bisa juga terbentuk antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama kehamilan. Biasanya kista dapat mengecil atau hilang sendiri setelah wanita memasuki masa menopause, karena menurunnya aktivitas ovarium.

Kista ovarium terdiri atas berbagai jenis, seperti kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini belum diketahui bagaimana kista terjadi. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan sering mengecil sendiri seiring membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.

Kista fungsional terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang sendiri dalam kurun 2-3 siklus haid. Kista fungsional di antaranya adalah kista lutein atau kista yang terjadi akibat perubahan hormon.

Folikel dapat berubah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk kemudian dibuahi, lalu korpus luteum berdegenerasi (hancur lalu diserap tubuh). Hal ini normal. Tetapi, kadang kala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. "Kista lutein ini jinak dan akan menghilang sendiri. Tapi kista ini dapat tumbuh hingga diameter 4 inci atau 10 sentimeter dan berpotensi untuk berdarah," tambahnya.

Kista fungsional umumnya tidak memerlukan pengobatan. Akan tetapi penggunaan pil kontrasepsi terkadang bisa membantu membuat siklus menstruasi normal kembali, dan mengurangi perkembangan kista ini. "Namun jika kista sudah membesar lebih dari sentimeter, maka harus cepat dilakukan tindakan, seperti pengangkatan kista dengan operasi," terangnya.

Kista coklat
Kista dermoid merupakan kista ovarium yang berisi ragam jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri.

Ada lagi kista endometriosis yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) yang menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut kista coklat endometriosis, karena berisi darah yang mengental dan membeku sehingga berwarna coklat kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.

"Salah satu kista yang harus diwaspadai adalah kista endometrosis. Karena jika semakin membesar akan mengakibatkan kista pecah dan mengalami perlengketan," jelas Dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG,, dari bagian obstetri dan ginekologi RS. OMNI Internasional Pulomas, Jakarta.

Satu lagi jenis kista adalah kista denoma. Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kista denoma dapat tumbuh besar sehingga berpotensi menjadi ganas dan mengganggu organ perut lainnya serta menimbulkan nyeri.

Tanpa sengaja
Sampai sekarang penyebab timbulnya kista belum diketahui dengan jelas. Tetapi kista ganas seperti kanker dapat timbul karena faktor genetika. Jika di dalam keluarga ada riwayat kanker, ada kemungkinan keturunannya memiliki risiko terkena kanker juga.

"Kista tumbuh di bagian dalam tubuh wanita, sehingga bukan perkara mudah untuk mengetahui penyebabnya. Harus dilakukan penelitian menyeluruh dan terperinci," tuturnya.

Kista-kista tersebut biasanya timbul tanpa gejala. Penderita umumnya baru mengetahui adanya kista secara tidak sengaja, saat menjalani pemeriksaan penyakit lain. Pada kista yang sudah membesar, bisa saja menyebabkan keluhan nyeri di bagian bawah perut atau di dekat rahim.

Nyerinya khas
Banyak perempuan percaya bahwa nyeri saat menstruasi harus diwaspadai sebagai salah satu gejala adanya kista. Benarkah demikian? Apabila kista indung telur yang terjadi dan berjenis fungsional memang cenderung menimbulkan nyeri. "Dan nyeri yang terjadi sebelum menstruasi itu merupakan respons dari tingginya konsentrasi dari hormon yang mengeluarkan darah selama terjadinya siklus menstruasi," ujar Dr. Caroline.

Penyebab lain dari nyeri menstruasi bisa juga karena beberapa tipe tertentu dari kista, misalnya endometrioma. Perkembangan endometrioma juga dikenal dengan sebutan kista endometriod atau kista coklat, yang berhubungan dengan kondisi kesehatan endometriosis.

Namun, lanjutnya, tidak selalu nyeri saat menstruasi merupakan gejala awal kista. Harus dilakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikannya. "Yang pasti, nyeri sebagai tanda awal kista adalah nyeri yang khas. Hanya dirasakan pada sekitar perut bawah dan hanya pada saat sedang haid," tambahnya.

Tak Semua Kista Ganggu Kesuburan
Masalah kesuburan pada perempuan sering dikaitkan dengan kista. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di ovarium (indung telur) akan sulit memiliki anak.

Pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan. Kista akan membahayakan manakala ukurannya sudah besar.

Seseorang bisa saja hamil, meski ada kista dalam indung telurnya. Lagipula ovarium seorang perempuan ada sepasang. Jika salah satunya terganggu dan tidak berfungsi, masih ada satu lagi sehingga kehamilan masih dapat terjadi.

"Yang lebih tepat, kista, berukuran besar dapat mengganggu kehamilan, bukan kesuburannya," kata Dr. Caroline.

Kista yang memiliki diameter lebih dari 5 sentimeter dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat.

Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan-perlengketan. Adanya perlengketan menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang telah matang), sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba falopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi.

Selain itu, adanya kista endometriosis secara imunologis kesuburan juga terhambat karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami.

Jika dibiarkan, endometriosis akan semakin berat dan umumnya perempuan susah hamil. Dari survei, 40 persen perempuan yang sulit hamil diketahui memiliki endometriosis pada rahimnya.

Untuk itu, diperlukan operasi dengan cara laparoskopi. Setelah dilakukan operasi, 70 persen perempuan dengan endometriosis ringan (stadium 1 dan 2) dapat hamil secara normal. Sebaliknya, endometriosis berat (stadium 3 dan 4) akan sulit untuk hamil secara alami meskipun telah diobati, kecuali dengan cara inseminasi buatan atau bayi tabung.

Kista endometriosis juga dapat mengganggu kehidupan seksual karena akan timbul rasa nyeri pada saat berhubungan intim.

Metode Laparoskopi
Terapi bedah atau operasi bisa dipertimbangkan kista tidak menghilang, berukuran besar, menimbulkan keluhan seperti nyeri perut, nyeri haid, atau gangguan siklus dan infertilitas. Dibandingkan dengan metode konvensional, yakni pasien dibedah dengan sayatan lebar di sekitar perut, laparoskopi merupakan metode terkini (Cold Standard) yang lebih efektif untuk mengangkat kista.

Laparoskopi merupakan teknik pembedahan yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang lain untuk peralatan bedah yang lain.

Teknik ini disebut juga operasi minimal invasif. Namun, teknik ini tetap mengandung risiko bagi pasien, terutama karena saat melakukan operasi tersebut, dokter yang menangani memerlukan ruang dalam rongga perut, sehingga memerlukan gas karbondioksida (C02) untuk mengembangkan rongga perut.

Jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pembuluh darah, bisa menimbulkan risiko yang membahayakan.

Ada yang Hilang Sendiri
Sebenarnya tidak semua kista mengancam jiwa dan menyebabkan kematian. Pada kista fungsional, kista dapat mengecil bahkan menghilang dengan sendirinya.

Namun, beberapa jenis kista dapat berpotensi membesar dan menjadi kanker ovarium. Salah satu tanda kista ovarium menjadi ganas adalah adanya pembesaran kista yang cepat dalam waktu singkat.

Angka kematian akibat kanker ovarium cukup tinggi karena penyakit ini awalnya tanpa gejala dan tidak menimbulkan keluhan. Pada stadium lanjut baru penderita merasakan gejalanya. Itu sebabnya penyakit ini disebut silent killer.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada cara deteksi dini yang sederhana untuk memeriksa adanya keganasan kanker ovarium. Berbeda dengan kanker serviks (mulut rahim) yang bisa dideteksi dini dengan pap smear.

Untuk mengetahui kista sejak dini, Dr. Caroline memberi saran melakukan pemeriksaan USG dan pap smear rutin setahun sekali. Dengan pemeriksaan itu wanita bisa mengetahui kesehatan rahimnya. Jika terdeteksi adanya kista, bisa diketahui dengan segera ada tidaknya kemungkinan kista tersebut merupakan neoplasma ganas yang bisa mengakibatkan kanker ovarium.

Penting diketahui bahwa kanker ovarium merupakan kanker nomor tiga penyebab kematian perempuan Indonesia setelah kanker payudara dan kanker mulut rahim.

"Jika terjadi kanker ovarium, ada kemungkinan organ reproduksi seperti indung telur atau rahim harus dibuang, sehingga tidak dapat terjadi kehamilan," katanya.

Jauhi Makanan Berlemak
Tahukah Anda jika makanan dengan kadar lemak tinggi dapat memicu timbulnya kista? Bagi yang sudah memiliki kista, jauhilah makanan berlemak.

Jika tetap mengonsumsi makanan berlemak dan kurang serat, lemak yang berlebih akan susah dipecah oleh tubuh. Kondisi itu dapat berlanjut pada terjadinya gangguan hormon. Demikian juga dengan pola makan, yang tidak teratur dan mengonsumsi zat-zat tambahan sintetis pada makanan.

Satu jenis makanan lagi yang harus dihindari adalah makanan cepat saji atau fast food. Makanan cepat saji banyak sekali mengandung lemak, apalagi pada sajian fried chicken.

Ayam yang digunakan di restoran cepat saji adalah ayam yang disuntik dengan steroid agar cepat besar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Biasanya suntikan ini dilakukan pada bagian leher atau sayap.

Karena itu, pada dua bagian tubuh ayam inilah terdapat konsentrasi steroid yang paling tinggi. Steroid ini memberikan pengaruh pada tubuh, sehingga cepat pertumbuhannya.

Ketika ayam yang mengandung steroid ini dikonsumsi seorang perempuan, akan berdampak buruk pada, hormonnya, sehingga membuat perempuan tersebut lebih rentan untuk terkena kista rahim.

"Untuk itu, jauhi makanan berlemak karena dapat membuat kista membesar. Kista seperti dipupuk dengan lemak tersebut, sehingga perkembangannya semakin cepat," ungkap Dr. Caroline.

READ MORE - Nyeri Haid Merupakan Tanda Awal Dari Kista

Mengapa Cantik Mesti Putih ?

Mengapa Harus Memutihkan Kulit Sih?. Warna kulit yang putih hingga saat ini masih dijadikan ukuran kecantikan perempuan Indonesia sehingga banyak wanita yang ingin menjadikan kulitnya lebih putih, kata pakar kecantikan dr. Heru Prasetya Gumay.

"Sampai saat ini masih banyak wanita yang datang ke klinik kecantikan ingin membuat kulitnya lebih putih," kata Gumay yang juga Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Estetika (Perdesti) Jawa Tengah itu di Semarang, Rabu.

Menurut dia, stigma penilaian kecantikan untuk masyarakat Indonesia nampaknya belum banyak bergeser, salah satunya kulit yang putih, meski ada beberapa perempuan yang justru ingin tampil dengan kulit yang nampak legam.

Kulit Putih

Ia mencontohkan pasien yang datang ke klinik kecantikan miliknya yang rata-rata mencapai 20 orang per hari, dan sebagian besar menginginkan kulitnya lebih putih karena dianggap kian menambah nilai kecantikan perempuan.

"Dari rata-rata pasien yang datang setiap hari, 50 persen di antaranya menginginkan kulitnya lebih putih, 20-30 persen menginginkan tampil langsing, dan sisanya hanya melakukan perawatan kecantikan rutin," katanya.

Pemilik Semesta Beauty Clinic & Spa Semarang itu menjelaskan, beberapa perempuan bahkan hingga tergiur dengan banyaknya kosmetik pemutih di pasaran yang harganya murah, padahal mengandung zat-zat yang sangat berbahaya.

Kalau kosmetik pemutih murah itu digunakan, kata dia, menimbulkan efek samping, mulai flek-flek hitam hingga kanker kulit tergantung lamanya pemakaian, semakin lama penggunaannya semakin berat efek yang ditimbulkan.

Ia menjelaskan, kosmetik-kosmetik yang mengandung zat berbahaya seperti merkuri itu menawarkan khasiat yang relatif cepat dibandingkan dengan kosmetik umumnya, misalnya khasiatnya untuk memutihkan kulit.

"Kalau kosmetik pemutih biasanya sanggup memutihkan kulit dalam waktu satu bulan, kosmetik-kosmetik murah ini sanggup memutihkan kulit hanya dalam seminggu. Siapa yang tidak tertarik? Padahal efek sampingnya berbahaya," katanya.

Berkaitan dengan warna kulit putih yang dijadikan ukuran kecantikan, ia mengakui di kota-kota besar, terutama Jakarta saat ini sudah mulai muncul kecenderungan perempuan yang ingin tampil legam dengan cara "tanning".

"Sekarang memang sudah ada beberapa wanita berkulit putih justru ingin digelapkan kulitnya melalui 'tanning' dengan mesin khusus, namun kecenderungan ini masih terbatas pada komunitas. Belum terlalu merebak," katanya.

Beberapa artis, katanya, seperti Agnes Monica adalah contoh mereka yang kerap "tanning" untuk menggelapkan kulit, namun belum banyak diikuti kaum perempuan, sebab masih lebih banyak yang ingin tampil lebih putih

READ MORE - Mengapa Cantik Mesti Putih ?

Awas... !!! Turunnya Kesuburan di Usia 30 an

Kesuburan akan menurun seiring dengan pertambahan usia, khususnya setelah usia 30. Karena itu, Perempuan sebaiknya melakukan tes kesuburan di usia 30 untuk meningkatkan kemungkinan menjadi ibu. Hal ini dinyatakan oleh dokter di bidang in vitro fertilization (IVF) profesor Bill Ledger dari Sheffield University. Menurut Ledger, banyak perempuan yang tidak menyadari kalau kesuburan menurun dengan cepat seiring usia.

Menurut Ledger, kesempatan mengalami pembuahan di usia 20-24 sebesar 86%, usia 25-29 turun menjadi 78%, usia 30-34 sebesar 63%, turun lagi menjadi 52% pada rentang usia 35-39 tahun, 36% pada mereka dengan rentang usia 40-44 dan menurun tajam hanya sebesar 5% pada mereka yang telah berusia 45-49 tahun.

Dengan melakukan tes sederhana yang bisa menunjukkan betapa cepatnya jam biologis mereka berputar, terang dia, para perempuan diharapkan bisa merencanakan keluarga sebelum terlambat. Tes darah diikuiti dengan ultrasound scan jika diperlukan, lanjut dia, bisa membantu mengatasi semua masalah sebelum mereka mengalami penurunan kesempatan yang signifikan mengalami pembuahan.

Kesuburan di Usia 30 an

Tes ini biasanya menggunakan kadar hormon untuk mengukur persediaan ovarium, yaitu jumlah telur sehat yang tersedia. Dengan informasi ini, menurut dia, diharapkan para perempuan bisa membuat rencana yang lebih bijak mengenai waktu pembuahan.

Tunda kehamilan

Perempuan, menurut anggota fertility watchdog, the Human Fertilisation and Embryology Authority ini, seringkali tidak menyadari pentingnya usia saat berkaitan dengan kesuburan."Mereka mengira kalau hal tersebut tidak akan terjadi pada mereka karena mereka rajin berolahraga, tidak minum dan merokok. Mereka merasa fit dan muda. Hal ini benar adanya, kecuali untuk indung telur," tutur Ledger, seperti dikutip situs dailymail.

Menurut Ledger, semakin banyak perempuan yang menunda kehamilan. Tapi, hanya sedikit yang menyadari kalau kesuburan menurun hingga setengahnya pada usia 35 dan bahkan menurun tajam setelahnya. karena itu, terang dia, data mengenai kesempatan mereka mengalami pembuahan tentunya bisa membantu mereka menghindari penyesalan di masa depan."Banyak orang bersedih karena tidak mendapatkan anak yang sangat mereka impikan."

Seringkali perempuan yang menunda kehamilan hingga usia 39, terang dia, telah mempunyai karir yang sukses. Perempuan ini telah melewati semua tes di sekolah dengan baik, melanjutkan kuliah, mendapatkan pekerjaan yang baik, menjajaki karir ke level yang tinggi tetapi tiba-tiba tidak bisa mendapatkan sesuatu yang bisa didapatkan oleh orang lain.

READ MORE - Awas... !!! Turunnya Kesuburan di Usia 30 an

Berikut ini beberapa petunjuk yang berguna seputar haid dan pembalut

Seringkali wanita merasa tak nyaman ketika haid datang. Untuk mengatasi masalah ini dan menjaga agar daerah kewanitaan tetap bersih dan segar, perlu diperhatikan cara menggunakan pembalut saat datang bulan. 

Berikut beberapa petunjuk yang berguna seputar haid dan pembalut. Serta, cara mempertahankan segalanya berjalan teratur sebelum, selama dan sesudah menstruasi:

Pembalut

Seberapa seringkah perlu mengganti pembalut?

Disarankan mengganti pembalut kurang lebih setiap tiga sampai empat jam sekali, tergantung pada seberapa derasnya arus haid.

Bagaimana cara mengetahui pembalut yang harus segera diganti?

Beberapa indikasi umum pembalut telah penuh adalah perasaan basah, timbulnya noda dan rasa lembab atau berat pada pembalut. Namun, untuk kebersihan pribadi, Anda harus mengganti pembalut secara rutin untuk menghindari pembiakan bakteri.

Bagaimana menggunakan pembalut dan membuangnya secara higienis?

Letakkan pembalut di dalam pembungkus atau bungkus dengan kertas tisu toilet lalu buanglah ke dalam tempat sampah. Tidak diperbolehkan untuk membuangnya ke dalam toilet karena bisa menyebabkan penyumbatan.

Pembalut apakah yang paling baik digunakan di malam hari?

Saat tidur, darah haid cenderung mengalir ke bagian belakang. Karena itu, gunakan pembalut khusus malam hari yang lebih panjang untuk membantu mencegah kebocoran ke belakang. Ini bisa membuat Anda lebih nyaman dan percaya diri saat tidur.

Bagaimana menjaga area inti, tetap segar dan bersih?

Cukup dengan mencucinya setiap hari dengan sabun yang sederhana, bebas pewangi untuk menjaga daerah intim tetap bersih dan segar. Perlu Anda tahu, area kewanitaan Anda bisa membersihkan dirinya sendiri, sehingga tak perlu menggunakan produk-produk pembersih.

Selain itu, infeksi seperti ragi terdapat di dalam usus, maka penting untuk membasuh area intim dari arah depan ke belakang, terutama setelah buang air besar.

READ MORE - Berikut ini beberapa petunjuk yang berguna seputar haid dan pembalut

Aneka Macam Gangguan Kesehatan Berdasarkan Umur Wanita

Karena organ wanita mengalami perubahan fungsi menjadi “alat reproduksi” ketika menginjak usia remaja dan berhenti setelah mengalami masa menopause, maka pada setiap fase perubahan tersebut muncul gangguan kesehatan reproduksi yang perlu mendapat perhatian. Mengutip AMA ( American Medical Association), tahapan usia wanita dikelompokkan sebagai berikut:

Masa Kanak-Kanak

Sampai usia 10 tahun alat reproduksi wanita belum berkembang sempurna, dan hormon seks yang dihasilkan indung telur pun belum berfungsi, sehingga gangguan ginekologis jarang terjadi. Namun, ada gangguan yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah krisis genital pada bayi berusia beberapa minggu, yang disebabkan tersalurkannya hormon ibu ke dalam darah janin dengan gejala terjadinya perdarahan pada alat kelamin atau pembesaran payudara yang mengeluarkan cairan. Keadaan ini tidak berbahaya, dan dalam beberapa hari akan berhenti tanpa pengobatan. Yang kedua, peradangan alat kelamin akibat alergi sabun mandi yang digunakan, atau infeksi kuman karena ibu yang kurang cermat menjaga kebersihan bayinya.

Masa Remaja (Pubertas)

Masa remaja atau pubertas adalah usia antara 10 sampai 19 tahun dan merupakan peralihan dari masa kanak-anak menjadi dewasa. Peristiwa terpenting yang terjadi pada gadis remaja adalah datangnya haid pertama yang dinamakan menarche. Secara tradisi, menarche dianggap sebagai tanda kedewasaan, dan gadis yang mengalaminya dianggap sudah tiba waktunya untuk melakukan tugas-tugas sebagai wanita dewasa, dan siap dinikahkan. Pada usia ini tubuh wanita mengalami perubahan dramatis, karena mulai memproduksi hormon-hormon seksual yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sistem reproduksi.

Tanda-tanda awal pubertas yang terlihat nyata adalah pembesaran payudara. Hormonhormon wanita akan merangsang dan meningkatkan lemak tubuh terutama pada bagian panggul, paha, dan bokong. Di dalam tubuhnya mulai terjadi proses pematangan organ-organ reproduksi (alat kelamin bagian dalam). Haid mulai terjadi pada usia ini. Oleh sebab-sebab tertentu yang dikaitkan dengan keadaan pola makan, gadis yang gemuk yang berasal dari keluarga berada, cenderung mengalami haid lebih cepat.

Masalah kesehatan wanita yang penting sejak pubertas sampai usia 18 tahun adalah masalah gangguan haid, jerawat, berat badan, dan seksualitas. Gangguan haid adalah masalah yang paling sering dan umum dialami wanita sejak ia memasuki masa suburnya, biasanya terjadi dalam berbagai bentuk yang membuatnya menjadi tidak nyaman.

Yang pertama adalah sindrom pra menstruasi yang biasa terjadi akibat perubahan fisik pada masa pertumbuhan menjadi remaja atau perubahan emosi menjadi dewasa. Masalah lainnya adalah nyeri haid dengan gejala yang paling umum terjadi yaitu rasa sakit di perut bagian bawah, kadang-kadang meluas ke pinggul, punggung bagian bawah, dan paha. Bahkan ada yang merasa mual, muntah, diare, atau sakit.

Bila tidak ada kelainan ginekologis, rasa nyeri itu disebut dismenorhea primer, disebabkan tingginya kadar prostaglandin, suatu zat yang membuat otot-otot rahim berkontraksi untuk meluruhkan dindingnya yang batal digunakan sebagai tempat tumbuh nya janin. Meskipun sakit, dismenorhea primer tidak berbahaya, dan biasanya akan lenyap setelah pertengahan usia ke 20-an, atau setelah melahirkan. Rasa nyeri yang disebabkan oleh gangguan ginekologis disebut dismenorhea sekunder. Penyebabnya bisa karena tumor jinak pada dinding rahim ( fibroid), atau penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, endometriosis, radang pinggul, atau kista pada indung telur.

Masa Dewasa Muda

Usia dewasa muda, yaitu antara 18 sampai 40 tahun, sering dihubungkan dengan masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Inilah usia produktif dalam menapak karir yang penuh kesibukan di luar rumah.

Di usia ini wanita harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima, sehingga jika terjadi kehamilan dapat berjalan dengan lancar, dan bayi yang dilahirkan pun sehat. Pada periode ini masalah kesehatan berganti dengan gangguan kehamilan, kelelahan kronis akibat merawat anak, dan tuntutan karir. Kanker, kegemukan, depresi, dan penyakit serius tertentu mulai menggerogoti tubuhnya.

Gangguan yang sering muncul pada usia ini, adalah endometriosis yang ditandai dengan gejala nyeri haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar atau buang air kecil. Penderita kadang mengalami nyeri hebat, tetapi ada juga yang tidak mengalami gejala apa-apa.

Masa Dewasa Tua

Usia sekitar 40 sampai 60 tahun merupakan masa krisis bagi wanita pada umumnya. Pada usia ini wanita sedang mencapai puncak karirnya, dan justru pada masa itu ia akan mengalami menopause (usia 45 sampai 55 tahun). Produksi hormon wanita (estrogen dan progesteron) menurun.

Akibatnya, haid menjadi tidak teratur, dan akhir nya terhenti sama sekali. Namun wanita masih bisa hamil sampai saat menopause muncul, walaupun penuh dengan risiko dan perlu perawatan khusus. Pada saat menopause wanita mengalami beberapa masalah antara lain wajah terasa panas dan kemerahan ( hot flushes), vagina kering, dan suasana hati yang berubah-ubah.

Beberapa mungkin hanya mengalami gejala menopause ringan, tetapi sebagian lainnya dapat mengalami gejala yang berat dan sangat mengganggu. Osteoporosis pengeroposan tulang) ada hubungannya dengan penurunan hormon estrogen yang terjadi pada masa menopause.

Begitu pula risiko penyakit jantung bagi wanita pasca menopause akan meningkat, karena menurunnya produksi estrogen yang berfungsi sebagai pelindung jantung. Masalah kesehatan wanita pada periode usia ini adalah penyakit akibat menurunnya hormone estrogen. Untuk mengatasinya dapat dibantu dengan terapi sulih hormon, pola makan yang mengandung fitoestrogen, dan olahraga. Semua itu untuk menguatkan tulang.

Masa Lanjut Usia

Yang dianggap lanjut usia (lansia) adalah setelah mencapai usia 60 tahun. Inilah masa yang paling rentan diserang berbagai penyakit degeneratif dan penyakit berat lainnya. Sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya secara teratur. Prioritas utamanya adalah menjaga agar tubuh tetap sehat dengan mengatur pola makan yang benar, dan minum suplemen yang dibutuhkan tubuh. Selain itu olahraga ringan dan tetap aktif secara intelektual.

READ MORE - Aneka Macam Gangguan Kesehatan Berdasarkan Umur Wanita

Waspadalah ... !!! Setiap Satu Jam Satu Wanita Mati Akibat Kanker Serviks

Setiap jam satu wanita Indonesia meninggal dunia akibat kanker leher rahim (serviks), sedangkan di Asia Pasifik setiap empat menit, dan di dunia setiap dua menit."Prevalensi kanker serviks di Indonesia mencapai 90-100 kasus per 100 ribu penduduk, di mana ditemukan 200.000 kasus baru setiap tahunnya," kata pakar penyakit kandungan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Hasto Wardoyo SpOG di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, pada seminar Kanker Serviks dan Pencegahannya, kanker serviks menjadi penyakit kanker terbanyak di negeri ini, dan hampir 70 persen telah mencapai stadium lanjut karena umumnya pasien sudah menderita lebih dari stadium IIB."Wanita Indonesia yang berisiko menderita kanker serviks pada usia 15-61 tahun mencapai 58 juta orang, sedangkan pada usia 10-14 tahun sekitar 10 juta wanita mengalami kasus yang sama," katanya.

Ia mengatakan, perjalanan kanker leher rahim dari pertama kali terinfeksi hingga menjadi kanker memerlukan waktu sekitar 10-15 tahun, sehingga penderita kanker serviks sebagian besar berusia lebih dari 40 tahun."Kanker serviks dapat dialami siapa saja yang pernah berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi HPV tidak menunjukkan gejala sehingga tidak disadari kehadirannya, dan dapat bertahan lama meskipun tidak melakukan hubungan seksual lagi," katanya.

Menurut dia, faktor risiko kanker serviks terjadi jika para penderita sering berganti pasangan seksual, melakukan hubungan seksual pada usia kurang dari 20 tahun, kebiasaan merokok, kondisi saat menurunnya sistem kekebalan tubuh, dan adanya riwayat dari ibu maupun saudara perempuan yang terkena kanker serviks sebelumnya."Banyaknya kejadian yang menimpa wanita Indonesia dalam kasus kanker serviks itu dibandingkan dengan para wanita di negara maju, karena kurangnya kesadaran para wanita untuk mencegah berkembangnya penyakit itu," katanya.

Padahal, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan disembuhkan dari semua jenis kanker, asalkan penyakit tersebut diketahui pada stadium dini, sehingga deteksi dini merupakan hal yang sangat penting.Meskipun pada stadium dini penyakit itu tidak tampak dan tidak dirasakan gejalanya, pada stadium lanjut penderita kanker serviks dapat melihat gejala seperti terjadinya perdarahan setelah melakukan hubungan seksual, munculnya keputihan, perdarahan setelah menopause, keluar cairan kekuningan berbau yang bercampur dengan darah.


"Keberhasilan pengobatan kanker leher rahim besar jika diketahui pada stadium dini," katanya.

Ia mengatakan deteksi dini untuk mencegah kanker serviks dapat dilakukan dengan cara pemberian vaksin secara berkala setiap tiga tahap pemberian, yakni pada bulan ke-0, pertama atau kedua, dan enam. Selain itu, skrining juga menjadi alternatif bagi deteksi dini penyakit tersebut. "Vaksinasi dengan skrining melalui pap-smear bersama-sama dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif," katanya.

READ MORE - Waspadalah ... !!! Setiap Satu Jam Satu Wanita Mati Akibat Kanker Serviks

Sehatkah Rahim Anda ... ???

Sehatkah Rahim Anda.... ???  Untuk mengetahui sesuatu yang mencurigakan di rahim perlu dilakukan pemeriksaan. Nah, jenis pemeriksaan apa yang tepat?

Kita tahu rahim memegang peranan penting dalam proses kelanjutan keturunan atau tumbuh kembang janin. Rahim yang berbentuk bola lampu pijar atau buah pir ini,dalam keadaan tak hamil terletak dalam rongga panggul di antara kandung kencing dan dubur. Rahim terdiri atas 3 bagian besar, yaitu badan rahim yang berbentuk segitiga, leher rahim yang berbentuk silinder, dan rongga rahim.

Nah, untuk menjadikan ibu dan anak yang sehat tentu diperlukan rahim yang sehat. Untuk melihat kesehatan rahim kita itulah diperlukan adanya pemeriksaan rahim. Sering, kan, kala datang ke dokter ahli kebidanan dan kandungan, kita disarankan melakukan aneka pemeriksaan yang berkaitan dengan rahim. Bisa jadi untuk satu wanita dengan wanita lain akan berbeda jenis pemeriksaannya. Ibu A mungkin diminta melakukan pemeriksaan laparoskopi, sementara ibu B cukup melakukan HSG,sedangkan ibu C diminta melakukan kolposkopi. Sebenarnya ada berapa macamkah pemeriksaan untuk rahim? Apa saja kegunaan dari masing-masing pemeriksaan itu?

Mari kita simak penjelasan dr. Achmad Mediana, SpOG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Subroto berikut ini.

Sehatkah Rahim Anda

IN SPEKULO. Dilakukan pada ibu hamil muda atau ibu yang pertama kali datang untuk memeriksakan diri ke dokter ahli kebidanan dan kandungan. Karena itu in spekulo dikatakan sebagai pemeriksaan dasar.

Pemeriksaan ini menggunakan spekulum cocor bebek yang dimasukkan ke vagina. Gunanya untuk melihat keadaan permukaan di leher rahim. Dari pemeriksaan ini,dokter akan mengetahui apakah ibu yang datang sedang hamil muda atau tidak. Sebab, kala hamil muda rahim akan berubah warna agak keunguan.

Dari pemeriksaan ini pula dokter akan mengetahui apakah di permukaan leher rahim ada infeksi, jengger ayam/kandiloma, varises, ataupun bila ada keganasan atau kanker leher rahim.

Dengan demikian, bila dari hasil pemeriksaan ditemukan hal-hal tersebut dokter bisa segera menentukan langkah-langkah pengobatannya. Tentu saja pengobatan disesuaikan dengan kondisi kehamilannya, apakah perlu dilakukan tindakan saat itu juga ataukah cukup diobati ringan saja, atau malah didiamkan saja menunggu janin dan plasentanya cukup kuat baru diambil tindakan.

Dari hasil pemeriksaan in spekulo dokter bisa menilai persalinannya kelak. “Jika di jalan lahirnya ada varises, misalnya, dan dalam perkembangannya varises itu bertambah besar, maka tak mungkin dianjurkan untuk persalinan biasa.”

PEMERIKSAAN DALAM

Bersamaan dengan pemeriksaan in spekulo, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dalam atau colok vaginal. Dikatakan colok vaginal karena dilakukan dengan cara perabaan memakai dua jari dokter yang dimasukkan ke dalam vagina. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat besar rahim atau ukurannya, serta untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan rahim. “Selain itu, juga bisa teraba kalau ada benjolan tumor ataupun polip.”


Untuk memperoleh hasil yang sebaik-baiknya, sebaiknya si ibu berbaring dengan letak litomi (terlentang dengan posisi mengangkang dan lutut dilipat). “Si ibu juga harus santai dan tak boleh menegangkan perutnya.” Selain itu, kandung kencing juga sebaiknya dikosongkan karena bila penuh dapat disangka suatu kista ovarium.

Pemeriksaan colok vaginal akan dilakukan lagi pada usia kehamilan 20-28 minggu bila memang ada indikasi, misalnya, di usia kehamilan itu si ibu sudah merasakan mulas yang teratur. Pada akhir trimester III pun pemeriksaan jenis ini akan dilakukan lagi, yaitu untuk memantau persalinan, misalnya, memantau bagian terbawah janin atau keadaan serviks, vagina, dan panggul.

PEMERIKSAAN USG

Selain kedua pemeriksaan di atas, kerapkali dokter juga melakukan pemeriksaan penunjang, yaitu dengan dilakukannya pemeriksaan USG, baik secara transvaginal maupun abdominal.


“Kalau si ibu datang periksa kehamilan di usia 7-8 minggu, maka tentu tangan dokter tak bisa meraba adanya janin di dalam rahim. Nah, dengan memakai USG,dokter bisa tahu keberadaan si janin.” USG juga bisa melihat jumlah bayinya,apakah bayinya terletak di dalam atau di luar kandungan, serta lokalisasi plasenta. Bahkan USG serial mampu menilai perkembangan siklus dari telur tiap harinya. Juga untuk memantau masa subur si wanita.

Tidak hanya di trimester I, USG juga perlu dilakukan di usia kehamilan trimester II dan III. “USG yang dilakukan pada trimester II gunanya untuk skrining bayi. Sedangkan di trimester III dilakukan untuk memantau proses persalinan.”

PEMERIKSAAN LUAR

Dilakukan dengan meraba rahim dari luar untuk melihat pembesaran rahim, letak janin, gerakan janin, serta kontraksi rahim. Dari pemeriksaan ini pula akan
diketahui apabila pembesaran rahim tak sesuai usia kehamilannya. Kalau rahimnya besar, tapi tak sesuai dengan usia kehamilannya, maka dokter perlu mencari tahu,apakah janinnya besar atau tidak. Di trimester III, pemeriksaan luar akan dibantu dengan doppler atau CTG/Cardiotokografi untuk merekam denyut jantung bayinya.

PEMERIKSAAN PAP SMEAR

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi dini kelainan-kelainan yang ada di
leher rahim atau untuk menilai sel-sel leher rahim. Mengapa demikian? Karena sel-sel leher rahim selalu berubah sesuai siklus. Bukankah pengaruh hormon estrogen dan progesteron menyebabkan perubahan pada sel-sel selaput lender vagina? Sehingga secara tak langsung pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui fungsi hormonal.

Pemeriksaan ini tidak dilakukan hanya untuk ibu hamil, melainkan sebaiknya dilakukan bagi semua wanita yang telah melakukan hubungan intim. Terutama bagi wanita yang telah berusia di atas 35 tahun, atau bila ada indikasi, seperti keputihan, pasien dengan IUD. Sebab, IUD menggunakan benang yang bisa mengakibatkan iritasi di leher rahim, sehingga sel-selnya berubah sifat.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil getah serviks kemudian diperiksa di laboratorium.

KOLPOSKOPI

Dilakukan bila ada kecurigaan di daerah leher rahim dengan cara diteropong. Alat kolposkopi terdiri atas dua alat pembesaran optik yang ditempatkan pada
penyangga yang terbuat dari besi. “Dengan teropong kolposkopi, kita bisa membesarkan hal-hal yang dicurigai di daerah leher rahim hingga 20 kali lebih besar.” Bukan hanya peneropongan, alat ini juga sekaligus bisa langsung memberikan tes. Artinya, dengan disemprotkan obat tertentu, maka daerah yang dicurigai itu akan berubah warna menjadi putih atau warna lain.

“Karena kolposkopi dilengkapi dengan layar teve, maka pasien bisa melihat hasil peneropongan tersebut di layar teve.” Pemeriksaan kolposkopi juga disertai alat untuk mengambil jaringan yang dicurigai tersebut. Biasanya, kalau hal ini dilakukan, maka si ibu akan dibius lokal.

BIOPSI

Adalah pengangkatan dan pemeriksaan jaringan dari leher rahim untuk tujuan
diagnosa. “Kalau pada pemeriksaan pap smear dilakukan dengan cara mengambil hapusan cairan leher rahim. Kalau biopsi, jaringannya yang diambil dengan semacam alat atau jepitan.”

Selanjutnya, jaringan yang telah diambil itu dikirim ke laboratorium. “Biasanya biopsi dilakukan bila ada kecurigaan berupa benjolan asing atau ada perubahan anatomi. Karena itu harus dilakukan pengambilan jaringan untuk melihat apakah benjolan asing itu adalah polip, tumor, atau kanker.” Biopsi dapat dilakukan lebih terarah jika sebelumnya dilakukan pemeriksaan kolposkopi lebih dulu. Dengan demikian kemungkinan salah diagnosis lebih kecil.

* KURET D/C atau DIAGNOSTIK KURETASE

Diagnostik kuretase dilakukan untuk mengambil sel-sel dari jalan lahir.
“Biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami perdarahan di luar haid. Apalagi bagi yang sudah menopause.” Gunanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan di jalan lahir atau di dalam rahim atau bila ada keganasan. Waktu pemeriksaan bisa dilakukan kapan saja bila ada perdarahan.

PEMERIKSAAN BV (Bakterial Vaginosis) atau SWAB VAGINA

Dilakukan pada pasien-pasien yang terkena infeksi berulang. Misalnya, keputihan yang berulang atau radang panggul yang tak kunjung sembuh.


Bila ada gejala seperti di atas, maka dokter akan mengambil cairan di vaginanya untuk dilihat di laboratorium. Kuman-kuman apakah yang ada di dalamnya. “Dari situ kita bisa memberi obat sesuai kuman yang didapat di daerah itu. Biasanya obatnya berupa antibiotik disertai cairan pembersih vagina untuk memanipulasi pH vagina agar menjadi asam.”

Pemeriksaan ini juga dilakukan pada ibu yang sedang hamil, terutama yang kerapkali mengalami kontraksi. Karena salah satu penyebab kontraksi adalah infeksi di leher rahim.

HIDROTUBASI

Salah satu bentuk tes untuk menilai patensi tuba (menilai terbuka atau
tertutupnya saluran tuba). Biasanya dilakukan pada hari ke-7 hingga ke-11 siklus haid pada pasien-pasien infertilitas, yaitu setahun setelah menikah, tapi tak kunjung hamil.

Hidrotubasi dilakukan menggunakan cairan yang dimasukkan dalam selang dan disemprotkan ke dalam vagina. Itulah mengapa, pemeriksaan ini sering dikenal dengan istilah “ditiup”. Pemeriksaan ini tanpa risiko, kok, sehingga bisa diulang-ulang. “Kalaupun si wanitanya sangat sensitif, paling timbul reaksi alergi. Namun dengan diberikan antibiotik, biasanya alergi pun akan hilang.”

* HSG/Histero Salvingografi

Seperti halnya hidrotubasi, HSG dilakukan untuk menilai saluran tuba dan
tumor-tumor yang ada di sekitarnya. “Saluran tuba ini bisa terbelokkan oleh adanya tumor. Karena itu diperlukan pemeriksaan HSG.” Pemeriksaan HSG juga dilakukan pada hari ke-7 hingga ke-11 siklus haid. “Karena saat itu dinding dalam rahim paling tipis, juga sel telur tidak ada, sehingga paling pas untuk dilakukan pemeriksaan HSG ataupun hidrotubasi.”

Dibandingkan dengan pemeriksaan hidrotubasi, maka pemeriksaan HSG lebih berisiko terkena radiasi. Sebab, pemeriksaan HSG menggunakan zat radioaktif/rontgen. “Sel telurnya juga bisa terkena radiasi, sehingga ada kemungkinan sel telur yang normal jadi mati.”

* HYCOSY/Histero Salvingo Sonografi

Sama seperti halnya HSG, pemeriksaan ini digunakan untuk menilai saluran tuba. “Jika HSG menggunakan zat radioaktif, maka hycosy memakai bantuan USG vaginal.” Hycosy merupakan pencanggihan dari hidrotubasi. Jadi, bisa dilakukan sekaligus dengan hidrotubasi.


“Jadi, jika hidrotubasi hanya menyemprotkan cairan obat ke dalam vagina, maka ditambah dengan USG ini, kita sekaligus bisa melihat aliran obat yang kita
semprotkan itu.” Sama halnya dengan hidrotubasi, pemeriksaan ini aman untuk diulang. “Tidak seperti HSG, pada Hycosy ini tidak ada dampak radiasinya.”

* HISTEROSKOPI

Suatu alat yang masuk ke dalam rahim yang dilengkapi dengan kamera, sehingga visualisasi yang dicapai lebih baik. “Sementara kalau HSG tidak bisa melihat permukaan dalam rahim, seperti kalau ada polip, maka dengan histeroskopi akan terlihat permukaan dalam rahim dan saluran tuba.” Histeroskopi juga sekaligus bisa untuk diagnosis dan terapi. “Jadi, kalau ditemukan polip di rahim, kita bisa langsung melasernya. Pun kalau ada kelainan lainnya bisa langsung diambil. Bahkan kalau ada sekat dalam rahim, bisa langsung dilakukan pemotongan sekat tersebut.”


* LAPAROSKOPI

Pemeriksaan untuk melihat bagian dalam rahim secara keseluruhan. Jadi, semuanya akan kelihatan. Dalam pemeriksaan ini akan dimasukkan suatu alat teropong yang ditembuskan melalui perut. Itulah mengapa, pemeriksaan laparoskopi termasuk dalam tindakan operatif.


“Laparoskopi adalah tindakan paling akhir kalau semua pemeriksaan, seperti HSG,Hycosy, serta histeroskopi masih belum mendapatkan hasil yang jelas atau masih memerlukan penunjang.” Karena dilengkapi dengan sarana operasi, alat ini bisa digunakan baik untuk tindakan diagnostik maupun operatif. “Kalau ada benjolan, maka dalam pemeriksaan ini bisa langsung diambil. Kalau ada pelengketan, akan dipisahkan. Kalau ada penyumbatan di saluran tuba bisa dilancarkan.”

Sementara untuk keperluan diagnostik alat ini biasanya digunakan untuk menilai rahim itu sendiri. Adakah pelengketan di daerah rahim, adakah mioma atau tumor,bagaimana saluran tuba, misalnya.
Jadi, laparoskopi adalah pemeriksaan yang relatif paling lengkap. Karena biaya pemeriksaan ini sangat mahal, maka untuk pemeriksaan dalam rahim biasanya dokter tidak langsung menggunakan jenis pemeriksaan ini. “Selain itu, karena tindakan ini termasuk tindakan operasi, maka pasti ada risikonya.”

Menurut Achmad, sebelum rahim ditembus alat peneropong, perut dimasuki gas lebih dulu agar menggembung. Nah, tentunya ada risikonya, kan, perut diberi gas? “ Kalau tidak terampil menggunakannya, gas bisa masuk ke pembuluh darah. Kalau sudah begitu, si ibu bisa tak tertolong, kan? Selain itu, saat memasukkan alat ke perut, bisa saja salah satu usus kena tusuk. Begitu juga saat trohar (batang logam berujung runcing) untuk masuk kamera bergerak di dalam perut, maka bisa saja ia menabrak usus.”

Bukan itu saja, bila diperlukan tindakan operatif, maka dilakukan dengan cara bakar-membakar atau menggunakan laser. “Nah, bisa saja saat membakar menyerempet ke tempat lain, misalnya usus. Itulah mengapa, tak sembarangan dokter kandungan bisa melakukan ini. Harus yang benar-benar terampil menggunakannya. Namun, asal dokternya benar-benar ahli menggunakan alat ini sebenarnya banyak manfaatnya,kok.”

Nah, Bu-Pak, tak perlu bingung-bingung lagi, kan, bila dokter Anda meminta dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan di atas. Karena, kini kita lebih tahu dan paham tentang aneka pemeriksaan itu. [ indo community ]

READ MORE - Sehatkah Rahim Anda ... ???