Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Buah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Buah Hati. Tampilkan semua postingan

Anak Pun Tidak Bisa Dilarang Begitu Saja Ya Bunda ?!!!

Tidak sedikit dari orang tua yang tak tahu cara menumbuhkan karakter pada sang buah hati. Hingga banyak anak yang tumbuh menjadi pembangkang atau nakal.

Sebetulnya, pembentukan karakter anak itu dimulai dari lingkungan keluarga. Sebab anak akan mengikuti segala hal yang didengar, dirasakan, serta dilihat dari orang sekitar. Ketika anak melihat perlakuan yang tidak baik, ia akan mempunyai sikap yang tidak baik pula. Misalnya anak sering menyaksikan pertengkaran orang tua.

Proses penumbuhan karakter, sudah dimulai kala si anak masih di dalam kandungan. Yakni dengan mengajak berbincang si calon anak. Sampai lahir, orang tua harus tetap mengajarkan hal positif. Sebab kala lahir, bayi harus merasakan nyaman di lingkungan keluarga. 


Dan ketika ibu cenderung mengabaikan, anak pun akan merasa tidak disayang. Meski belum bisa berbicara, setiap bayi pun memiliki perasaan.

Orang tua harus pula memberikan contoh yang baik pada anak. Misalnya mengucapkan terima kasih ketika anak membantu atau memberikan sesuatu. Karena ketika anak sudah tahu melakukan sesuatu yang baik, dia akan berpikir bertindak yang baik pula. 

“Anak akan memahami kenapa melakukan hal baik, hingga karakternya akan terbentuk dengan baik.”

Waktu anak melakukan kebaikan, orang tua harus memuji atau memberikan hadiah. Namun jika sang buah hati melakukan kesalahan, misalnya berbohong, orang tua bisa memberikan hukuman. Tapi tidak berupa kekerasan.

Orang tua juga bisa mengajak anak membuat kontrak pola asuh. Misalnya jika si anak melakukan kesalahan, tidak akan mendapatkan pujian atau hadiah. 

Sistem ini sendiri bisa mulai diterapkan pada saat buah hati berumur satu tahun. Karena di usia satu hingga tiga tahun, anak tengah berada pada masa ekplorasi, seperti menelaah lingkungan.

Pada masa ini pula orang tua berkesempatan untuk memberitahukan anak akan akibat dari kesalahannya. “Misalnya tidak boleh memanjat, nanti jatuh,”.

Anak pun tidak bisa dilarang begitu saja. Harus ada alasan yang masuk akal si anak. Jika tanpa alasan, bisa berdampak yang buruk bagi pembentukan karakter anak. Sebab ia tidak akan mengerti akan kesalahan yang telah dilakukan. “Anak tidak tahu bahwa orang tua melarangnya, Dan dia tidak akan tahu mana yang baik dan tidak.”

Agar anak memahami nilai-nilai sosial, orang tua harus menanamkan pola ini secara baik dan konsisten. Kalau perlu memberikan sebuan konsekuensi. Misalnya disiplin dan meminta maaf kala melakukan kesalahan. Bila tidak, anak akan gagal menyerap nila sosial itu.

READ MORE - Anak Pun Tidak Bisa Dilarang Begitu Saja Ya Bunda ?!!!

Beginilah Cara Mengasah Kecerdasan Bayi

Beginilah Cara Mengasah Kecerdasan Bayi -- Perdebatan yang panjang menyatakan bahwa kecerdasan adalah warisan yang diperoleh bayi karena orangtuanya cerdas. Namun, tekanan orangtua untuk membesarkan bayinya menjadi cerdas memang luar biasa. Tanggung jawab orangtua tidak terbatas. Setiap orang menginginkan yang terbaik untuk anak mereka, sekarang, dan kehidupan di masa datang.

Apakah mungkin mengasah kecerdasan anak pada tahap awal hingga menjadi genius di kemudian hari? Ya! Semua dimulai dari orangtua. Dua tahun pertama kelahirannya, bayi dibuat siap untuk asupan pengetahuan.

Berikut ini tipsnya.

Cara Mengasah Kecerdasan Bayi


* Mulai dari awal.

Mulailah awal pada saat perkembangan otak bayi. Ini berarti bahkan sebelum lahir. Bangun otak bayi ketika ia masih janin. Mulailah membacakan cerita untuk janin Anda. Hindari zat seperti alkohol, obat-obatan, merokok, timbal, dan merkuri yang berbahaya bagi perkembangan otak bayi. Penuhi gizi yang cukup untuk perkembangan otak bayi seperti asam folat dan minyak ikan. Minumlah obat-obatan yang hanya dianjurkan dari konsultasi dengan dokter kandungan.

* Menyusui itu penting.

ASI mengandung nutrisi yang tak terhitung jumlahnya yang penting bagi pertumbuhan bayi. Salah satu unsur penting disebut asam docosahexaenoic (DHA), yang merupakan asam lemak esensial yang penting bagi perkembangan otak. DHA bertanggung jawab 40 - 50% dari berat otak yang diukur dalam neuron dan membran. Banyak perusahaan makanan yang meniru bahan ini di laboratorium dan menambahkannya ke makanan bayi. Namun, DHA alami tetap ada dalam ASI.

* Bacakan cerita untuk bayi.

Pada awalnya, bayi mungkin tidak akan mengerti apa yang dibacakan. Namun, dengan dibacakan secara terus menerus membantu mereka untuk mendengar, mengenali kata-kata dan artinya. Proses ini penting dalam membantu pembicaraan mereka dan membangun kosa kata.

* Belikan mainan cerdas.

Mainan berperan penting dalam perkemabngan otak bayi. Namun, begitu banyak perusahaan mainan yang mengklaim bahwa produksi mereka yang terbaik untuk bayi dan ini membuat kita bingung. Kuncinya adalah pilihlah mainan sesuai tahap perkembangan biologis bayi. Bisa juga dengan permainan sederhana. Gunakan imajinasi untuk membantu membangun koordinasi mata-tangan bayi.

* Permainan isyarat dengan bayi.
Buat bayi kita mempelajari tanda-tanda dimulai dari umur 4 bulan. Penelitian menunjukkan, menggunakan bahasa isyarat meningkatkan bahasa lisan serta IQ yang lebih tinggi.

* Memperkenalkan bahasa asing.

Pada usia yang tepat, perkenalkan anak ke suara dan tata bahasa dari bahasa asing. Putar VCD bahasa asing untuk meningkatkan kosa kata anak. Jika ada anggota keluarga yang fasih berbahasa asing, jangan ragu-ragu untuk meminta bantuan mereka.

* Kontak fisik yang lebih.

Menyentuh bayi sangat penting untuk pertumbuhan emosional mereka. Belai kepala bayi, tungkai, dan tubuh mereka juga membuat koneksi neurologis yang penting untuk perkembangan otak. Ini juga membantu memperkuat ikatan batin dengan bayi Anda.

Kunci utama untuk meningkatkan kecerdasan bayi adalah mengetahui bahwa otak manusia ingin bertahan hidup dan terhubung dengan orang lain. Pastikan bayi merasa aman, dicintai, serta terlindungi, dan bayi Anda pun tumbuh dengan kecerdasannya. ( tribunnews.com )

READ MORE - Beginilah Cara Mengasah Kecerdasan Bayi

Beginilah Cara Pintar Mengentikan Rengekan Si Kecil

Cara Pintar Mengentikan Rengekan Si Kecil - Saat menginginkan sesuatu, biasanya si kecil merengek. Tapi, akan menjadi tidak baik jika si kecil menjadikan rengekan sebagai "senjata" untuk selalu mendapatkan keinginannya.

Umumnya, anak mulai sering merengek di usia 4 tahun ke atas. Hal terpenting yang Anda ketahui adalah jangan pernah membiarkan si kecil menjadikan rengekan sebagai kebiasaan. Atasi masalah ini dengan empat cara berikut.

Cara Pintar Mengentikan Rengekan Si Kecil

1. Jangan luluh dengan rengekan

Cara paling baik agar si kecil tidak selalu merengek adalah dengan tidak mendengarkannya, jika ia tidak berbicara dengan jelas. Saat si kecil mulai merengek, katakan padanya untuk berbicara dengan baik dan mintalah dengan tegas padanya untuk menghentikan rengekan.

Jangan mendengarkan apa yang ia katakan sebelum ia menyampaikannya dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk menghentikan rengekannya tetapi juga melatihnya untuk berkomunikasi dengan baik.

2. Tunjukkan nada suara yang tepat

Pilih waktu yang tepat untuk menunjukkan mengapa merengek itu tidak baik dilakukan. Kuncinya adalah untuk memastikan si kecil tahu perbedaan antara suara merengek dan nada berbicara normal.

Tunjukkan padanya nada suara yang normal saat meminta sesuatu atau berbicara. Hal ini sangat penting agar si kecil tahu bagaimana berbicara yang benar dan mengungkapkan keinginan tanpa harus merengek.

3. Hargai usahanya

Jika Anda terus-menerus memberitahunya untuk mengurangi dan menghentikan rengekan, ia pasti akan berusaha untuk melakukannya. Upaya apapun yang dilakukannya meskipun belum sesuai yang dicontohkan, harus Anda hargai.

Apalagi jika si kecil sudah bisa mengurangi rengekannya tidak sesering sebelumnya. Berikanlah pujian, hal itu akan memotivasinya untuk berbicara dan berkomunikasi dengan baik.

4. Konsekuensi

Apabila Anda sudah memberitahunya berkali-kali dan ia tetap melakukan rengekan, harus ada konsekuensinya. Anda bisa memberikannya hukuman dengan mengurangi waktunya untuk menonton televisi atau tidak mendengarkannya sama sekali saat ia merengek.

Tapi, jangan "menyerah" untuk memberitahunya kalau merengek itu tidak baik dan ada konsekuensinya jika hal itu terus dilakukan.

READ MORE - Beginilah Cara Pintar Mengentikan Rengekan Si Kecil

Mengurangi Alergi Bayi Dengan ASI Eksklusif

ASI ekslusif terbukti dapat menekan timbulnya kasus alergi yang bersifat genetik (diturunkan). Alergi bayi ini paling banyak terjadi pada anak berusia di bawah 2 tahun, terutama di bawah 3 bulan.

Pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Semarang, Luciana Yuliana, mengatakan, meski ASI dapat mencegah alergi, ibu tetap perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat menyusui dengan menghindari makanan yang berpotensi menimbulkan alergi.

"Gaya hidup sehat ibu juga memiliki peran penting dalam mencegah alergi, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan misalnya menjaga kebersihan rumah dengan membersihkan perabotan rumah dari debu, tungau dan memastikan udara dalam ruangan mengalir dengan baik," ujarnya, kemarin.

Mengurangi Alergi Bayi Dengan ASI Eksklusif

Luciana menyebut, debu yang beterbangan di udara sangat mudah terhirup dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, seperti rhinitis dan asma. Setelah mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, Luciana mengatakan bayi sudah dapat mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI yang juga harus mempertimbangkan risiko bayi terkena alergi makanan.

"Untuk mengenali apakah bayi alergi terhadap makanan, maka pemberian makanan pendamping ASI yang pertama dianjurkan diperkenalkan satu per satu jenisnya," kata Luciana. Hal itu disebabkan jika makanan pendamping ASI diberikan beberapa jenis sekaligus, maka jika terjadi reaksi alergi tidak dapat menentukan makanan apa atau bahan makanan apa yang menjadi penyebab alergi.

Telur, susu sapi, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, dan makanan laut merupakan jenis makanan yang paling sering menyebabkan alergi, sehingga tidak dianjurkan diberikan kepada bayi dengan usia terlalu muda, karena semakin kecil usia bayi atau anak makin sensitif terhadap terjadinya alergi. Sementara, buah-buahan dan sayur dapat menjadi pilihan dalam mengenalkan makanan pada bayi.

"Makanan padat sebaiknya diperkenalkan saat bayi berusia 6 bulan. Memperkenalkan makanan padat pada bayi usia 3-4 bulan dapat meningkatkan resiko alergi," kata Luciana.

READ MORE - Mengurangi Alergi Bayi Dengan ASI Eksklusif

Inilah Pedoman Praktis Untuk Memantau Perkembangan Kecerdasan Anak Berdasarkan Usia

Inilah Pedoman Untuk Memantau Perkembangan Kecerdasan Anak Berdasarkan Usia. Apakah si Upik yang sudah pandai bicara dan berhitung di usia 2 tahun bisa dibilang anak cerdas? Bagaimana dengan anak yang telah lancar membaca di usia 4 tahun, layakkah disebut cerdas?

Inteligensi yang tinggi seringkali dikaitkan dengan orang yang punya kemampuan secerdas Albert Einstein. Padahal, hingga saat ini belum ada ahli yang bisa merumuskan definisi kecerdasan dengan tepat.


Meski belum ada definisi pasti mengenai kecerdasan, menurut psikolog Roslina Verauli, M.Psi, secara umum kecerdasan merupakan kapasitas yang dimiliki individu sehingga memungkinkan ia untuk belajar, bernalar, dan memecahkan masalah serta melakukan tugas-tugas kognitif tingkat tinggi lainnya.


Apa saja tugas-tugas kognitif tingkat tinggi itu? "Kemampuan berbahasa, daya ingat yang baik, mampu memecahkan masalah, serta kemampuan berpikir kritis atau menalar," kata psikolog yang akrab disapa Vera ini.


Tentu saja, kecerdasan pada bayi usia di atas lima tahun tidak sama dengan kecerdasan pada balita. Pada usia bayi, kecerdasannya masih seputar perkembangan kemampuan motorik dan bahasa. Sedangkan pada usia balita, kemampuan ini berkembang menjadi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, hingga kemampuan personal dan sosial. Bila anak menunjukkan kemampuan yang melebihi anak seusianya, dapat dikatakan ia memiliki kapasitas belajar yang baik alias cerdas.

Kecerdasan pada anak bisa dideteksi sejak dini, bahkan sejak ia baru lahir. Untuk mengukurnya, orangtua perlu memahami status perkembangan yang normal pada bayi dan balita. Misalnya saja pada usia 6 bulan, bayi seharusnya mampu belajar duduk dan bisa memegang benda kecil atau makan kue yang diberikan.

Atau anak usia dua tahun seharusnya sudah mulai berkomunikasi dengan kata-kata, serta penuh rasa ingin tahu. "Orangtua harus peka dan bisa mendeteksi sejauh mana perkembangan kemampuan anaknya. Kalau ada keterlambatan, langsung diwaspadai apakah tumbuh kembangnya terhambat atau memang orangtua kurang menstimulasi," kata Vera.

Sebagai pedoman, ada beberapa tahap perkembangan yang dianggap normal dalam arti sudah bisa dikuasai oleh anak pada usia tertentu.

Inilah Pedoman Praktis Untuk Memantau Perkembangan Kecerdasan Anak Berdasarkan Usia

Ilustrasi: Kecerdasan pada bayi usia di atas lima tahun tidak sama dengan kecerdasan pada balita. Pada usia bayi, kecerdasannya masih seputar perkembangan kemampuan motorik dan bahasa. Sedangkan pada usia balita, kemampuan ini berkembang menjadi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, hingga kemampuan personal dan sosial. Bila anak menunjukkan kemampuan yang melebihi anak seusianya, dapat dikatakan ia memiliki kapasitas belajar yang baik alias cerdas. (foto: tbo)


0-3 bulan:

Hanya menampilkan respons refleks atas stimulus. Bahasa yang dikuasai hanyalah berupa tangisan.

4 bulan:

Mulai memiliki kontrol atas tubuhnya sendiri dan menunjukkan awal mula kemampuan motorik halus. Mulai mampu merespons secara sosial dengan senyuman dan bunyi-bunyian.

6 bulan:

Mulai belajar duduk dan merangkak. Sudah memiliki kemampuan mengontrol gerakan tangan sehingga mampu memegang benda kecil atau makan kue yang diberikan. Bahkan sudah memiliki kemampuan koordinasi mata dan tangan untuk menggapai benda.

9 bulan:

Sudah mulai mampu menggunakan jari jemarinya untuk makan sendiri. Mulai mencoba merangkak dan berdiri. Mencoba menggunakan kata atau suku kata sederhana.

12 bulan (tahun pertama):

Terlihat perkembangan yang cukup pesat pada anak dan ia mulai menunjukkan kemampuan menguasai berbagai hal.

Tahun ke-2:

Mulai independent, senang mengeksplorasi, penuh rasa ingin tahu, mencoba berbagai kemampuan baru, berkomunikasi dengan kata-kata, mencoba memahami sebab-akibat melalui kemampuan motorik, dan menguasai proses belajar dalam arti yang sesungguhnya.

Tahun ke-3:

Anak sudah menunjukkan penguasaan yang jauh lebih baik pada berbagai alat untuk belajar, seperti bahasa, ingatan, kemampuan motor, dan perasaan tentang dirinya sendiri.

Tahun ke-4 dan ke-5:

Kemampuan belajar anak jauh lebih berkembang sehingga memungkinkan ia menerima proses belajar secara formal.

Pola belajar yang diterapkan pada anak usia dini tidaklah sama dengan pola belajar pada anak usia sekolah dasar ke atas. Salah satu strategi pengajarannya adalah melalui pendidikan karakter secara holistik.

Hal itu diutarakan oleh Halimah, seorang pemerhati pendidikan anak usia dini (PAUD) di Gresik, Jawa Timur. Halimah mengatakan, pola pendidikan tersebut melibatkan tiga aspek, yaitu mengetahui, mencintai, dan melakukan kebajikan pada anak-anak usia dini.

Menurut Halimah, program pendidikan pada anak usia dini menyangkut kemampuan tenaga pendidik. Tenaga pendidik merupakan sumber belajar dalam memahami pola belajar dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.

Halimah menambahkan, semua aspek perkembangan kecerdasan anak, baik motorik kasar, motorik halus, kemampuan non-fisik, maupun kemampuan spiritualnya dapat berkembang secara pesat apabila memperoleh stimulasi lingkungan secara cukup.

"Perkembangan yang terjadi pada usia dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya," kata Halimah, yang juga mengasuh TK Mahkota di Gresik.

Kecerdasan anak bukan hanya satu, namun banyak. Untuk mengetahui kecerdasan yang dimiliki setiap anak, kini dapat menggunakan metode baru. Yakni multiple intelligences research (MIR).

Hal ini diungkapkan Munif Chatib, penulis buku Sekolahnya Manusia, dalam seminar pendidikan nasional yang digelar di Graha Gading Karang. Menurutnya, MIR memiliki kegunaan dalam akademik. Yakni menjadi pedoman bagi guru untuk melihat kecenderungan kecerdasan siswa sehingga dapat disesuaikan gaya mengajar guru.


Lalu, MIR juga dapat digunakan untuk pembagian kelas sesuai dengan kecenderungan kecerdasan. "Metode ini juga dapat digunakan sebagai data riwayat kecerdasan setiap siswa pada riset berikutnya dan untuk memilih jurusan di perguruan tinggi," terangnya.

Selain untuk pengajar, MIR juga sangat berguna untuk orang tua. Yakni sebagai katalisator, sebagai pemantik kreativitas anak. Lalu fasilitator, yakni sebagai sumber informasi untuk orang tua dan anak tentang kebiasaan yang perlu dikembangkan. "MIR juga dapat mempercepat anak menemukan kondisi akhir terbaiknya," lanjutnya.

Dalam seminar yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bandarlampung Eddy Sutrisno tersebut, Munif mengatakan setiap anak juga memiliki learning style berbeda. Oleh sebab itu, baik guru maupun orang tua di rumah harus memiliki teaching style. ’’Sederhana saja, cukup pahami gaya belajar anak,’’ katanya. Sebab, memahami cara belajar anak menjadi pintu pembuka bagi pengajar untuk memberikan pembelajaran pada anak.

Pengetahuan learning style anak juga dapat diketahui melalui MIR. Sekelompok anak yang memiliki learning style yang sama akan terkumpul dalam satu kelompok dengan metode ini. Di hadapan para pengajar dan orang tua murid yang hadir, Munif menjelaskan proses terbaik untuk memberikan pelajaran pada anak. Yakni belajar yang berkualitas dan menyenangkan untuk semua kondisi. "Sebanyak 30 persen guru mengajar dan 70 persen siswa belajar," terangnya.

Sebab, sekolah cukup berperan sebagai agen pengubah kondisi siswanya dari kondisi negatif menjadi positif. Sekolah yang baik, lanjut Munif, merupakan sekolah yang mengaitkan materi belajar dengan kehidupan nyata sehari-hari. Sehingga siswa tidak hanya belajar dari konsep-konsep abstrak, tapi pembelajaran yang langsung diaplikasikan.

Selain Munif, dalam seminar ini yang dihelat oleh Lazuardi Haura, Global International School (GIS) ini juga menghadirkan Any Nurhayaty, seorang dosen dan psikolog. Ia menjelaskan, berbagai faktor memengaruhi perkembangan anak. Yakni faktor genetik, lingkungan, serta internal yang meliputi keluarga, teman sebaya, sekolah, dan pengalaman hidup.


Selain pemaparan dari dua pemateri tersebut, dalam acara ini juga dimeriahkan penampilan anak-anak dari sekolah ini. Seperti suguhan tarian, pertunjukan alat musik, dan penampilan para siswa SD dalam olahraga taekwondo.

READ MORE - Inilah Pedoman Praktis Untuk Memantau Perkembangan Kecerdasan Anak Berdasarkan Usia

Panduan Lengkap Memandikan Bayi yang Baru Lahir

Panduan Memandikan Bayi yang Baru Lahir. Pastikan suhu ruangan hangat (24 derajat celcius, 75 derajat Fahrenheit), karena bayi memiliki lemak tubuh yang terbatas, dan kehilangan panas dari tubuh mereka empat kali lebih cepat dari orang dewasa. Merendamkan tubuh bayi kedalam air dapat dilakukan bila telah disetujui oleh tenaga kesehatan.

Mandi dengan cara mengelap dengan spons merupakan alternative pada minggu-minggu pertama, atau sampai tali pusat lepas, terutama bila suhu dirumah anda rendah. Produk-produk bayi yang lembut dan khusus di formulasikan untuk bayi dianjurkan, karena sabun dapat menyebabkan kulit kering dan kasar.

Memijat bayi dengan minyak atau lotion sebelum atau setelah mandi dengan spons atau mandi total adalah cara yang baik untuk merangsang bayi anda dan telah dibuktikan secara klinis berguna untuk tumbuh kembang bayi anda. Bayi memiliki minyak alami pada kulit dan rambutnya, tetapi sedikit pelumas dapat mengurangi gesekan dan mempermudah pemijatan.

Memandikan Bayi Yang Baru Lahir

MANDI DENGAN SPONS

Mandi dengan spons adalah cara memandikan bayi tanpa harus merendam bayi anda dalam air.
  • Gunakan lap khusus untuk membersihkan wajah dan tangan bayi paling sedikit dua kali sehari
  • Gunakan lidi kapas yang dicelup dalam alcohol untk membersihkan daerah tali pusat lepas.
  • Gunakan waslap dan pembersih bayi yang lembut serta air hangat untuk membersihkan daerah popok, yang juga harus dibersihkan setiap kali pergantian popok.
  • Keringkan dan tutupi dengan handuk sehingga bayi tidak terasa dingin.
MANDI TOTAL

Mandi sempurna boleh dilakukan ditempat cuci yang berdasar rata atau dalam baskom terpisah
  • Jangan tinggalkan bayi anda sendirian tanpa dijaga didalam air atau diatas meja bayi.
  • Gunakan air yang bersuhu sesuai dengan suhu tubuh. Percikkan sedikit air pada pergelangan tangan bagian dalam atau siku anda untuk mengetes suhu air.
  • Bayi yang basah dan penuh busa sangat licin. Pastikan bayi anda tidak terlepas selama anda memandikannya.
  • Gunakan kain waslap dan pembersih bayi yang lembut. Busa besar atau spons plastik tidak dapat dibersihkan dengan seksama setelah penggunaan. Handuk bersih dan dilipat dapat diletakkan dibak cuci atau baskom untuk mengalas bayi. Handuk ini dapat dicuci bersamaan dengan pakaian bayi anda.
  • Shampo yang” tidak pedih dimata” dapat digunakan dua atau tiga kali seminggu. Lakukan keramas dengan lembut terutama didaerah kepala bayi yang masih lunak. Daerah ini dilindungi oleh selaput yang kuat, yang juga dapat dikeramas.
MEMBERSIHKAN TELINGA, HIDUNG, MATA, KUKU

Sebaiknya jangan memasukkan apapun pada telinga,mata, atau hidung bayi. Bersihkan mata, mulut, hidung dan telinga bagian luar dengan kain lembut dan basah. Apabila hidung bayi anda tersumbat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan anda agar diberikan obat tetes air garam yang lembut untuk hidung atau menggunakan tabung bola karet untuk menghisap cairan dari lubang hidungnya dan mengurangi sumbatan. Potong kuku dengan rata dengan menggunakan gunting lengkung yang khusus dirancang untuk itu, pada saat bayi sedang tidur.

READ MORE - Panduan Lengkap Memandikan Bayi yang Baru Lahir

Kehamilan merupakan masa-masa yang menyenangkan

Kehamilan merupakan masa-masa yang menyenangkan karena Anda akan segera menyambut kehadiran sang buah hati. Karena itu, untuk menjaga keselamatan janin Anda, ada baiknya lebih teliti dalam menangani semua gejala sekecil apapun yang Anda rasakan. Sebuah studi dari Erasmus MC University Medical Centre, di Belanda, menyatakan, ibu hamil yang mengalami komplikasi awal harus mendapatkan penangan yang lebih khusus, baik pada kehamilan sekarang maupun kehamilan berikutnya.

Masalah-masalah yang dialami pada 3 bulan pertama kehamilan, menurut peneliti, akan meningkatkan risiko melahirkan prematur serta kesulitan-kesulitan lainnya, baik pada kehamilan sekarang maupun kehamilan berikutnya. Data dari 75 studi menunjukkan, sejarah pernah mengalami keguguran berkaitan dengan melahirkan prematur pada kehamilan yang akan datang.

Kehamilan merupakan masa-masa yang menyenangkan

Dalam analisis yang dieresentasikan di pertemuan tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) ini, para peneliti melihat beberapa komplikasi yang umum dialami pada 3 bulan pertama kehamilan. Perdarahan pada minggu-minggu pertama kehamilan, misalnya, dinyatakan berkaitan dengan peningkatan risiko pre-eclampsia (hipertensi yang dipicu kehamilan), melahirkan prematur serta meningkatkan risiko hingga 2 kali lipat memiliki bayi dengan berat badan rendah atau sangat rendah. Selain itu, akumulasi darah pada kandungan juga bisa meningkatkan risiko-risiko lebih jauh.

Morning sickness (mual dan muntah) yang ekstrim di awal kehamilan juga berkaitan dengan risiko 3 kali lebih besar menjalani proses melahirkan prematur serta hampir 3 kali lipat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah. Sementara sejarah pernah mengalami sekali atau lebih keguguran, juga memiliki risiko hampir 2 kali lipat terus-menerus mengalami kehamilan dengan kerusakan membran yang mengelilingi bayi di rahim, sebelum waktunya. Hal ini akan meningkatkan risiko melahirkan prematur. Selain itu, jika kehamilan sebelumnya terpaksa diakhiri dengan alasan apapun, maka kehamilan-kehamilan berikutnya berisiko mendorong melahirkan prematur.

Meskipun studi tidak menyatakan penyebab peningkatan risiko pada kehamilan berikutnya, para ilmuwan menyatakan hal ini berkaitan dengan masalah-masalah kesehatan dan faktor gaya hidup.

Monitoring

Menurut pemimpin studi Dr Robbert van Oppenraaij, komplikasi-komplikasi pada masa yang akan datang berkaitan dengan tingkat keparahan dan pengulangan masalah-masalah yang muncul di awal kehamilan."Kejadian-kejadian dan komplikasi-komplikasi pada awal kehamilan merupakan komplikasi yang paling umum dialami perempuan selama masa kehamilan dan bisa menjadi pemicu stres pada perempuan tersebut," tutur Oppenraaij, seperti dikutip situs bbc.

Karena itu, terang dia, para dokter diharapkan bisa mengenali dan mengartikan gejala-gejala dan memahami tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga konsekuensi jangka panjang dari komplikasi-komplikasi pada awal kehamilan ini."Artinya, pasien-pasien ini harus dimonitor secara khusus," tegas Oppenraaij

READ MORE - Kehamilan merupakan masa-masa yang menyenangkan

Inilah Efek Psikologis Bila Bayi Menangis Terlalu lama

Terdapat berbagai pendapat mengenai cara orangtua menangani bayinya yang menangis. Sebagian ahli mengatakan, bayi yang dibiarkan menangis untuk membentuk pola tidur. Namun, sebagian lagi menolak pendapat itu.

Salah satu ahli yang menolak adalah Dr Penelope Leach, penulis buku Your Baby And Child: From Birth To Age Five. Dia berpendapat, bayi yang stres dan dibiarkan menangis berisiko mengalami masalah psikologis di kemudian hari.

Berbagai pendapat berbeda diungkap para ahli mengenai cara menangani bayi menangis. Orangtua sebaiknya jeli memilah yang terbaik bagi si kecil.

Penelope menegaskan, pendapatnya didukung dengan riset terbaru yang berhasil membuktikan bahwa bayi yang menangis berisiko mengganggu perkembangan otak dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kesulitan belajar di kemudian hari.

Risiko Psikologis Bila Bayi Menangis Terlalu lama

"Ini bukan pendapat, tapi fakta bahwa membiarkan bayi menangis berdampak negatif. Sekarang kita tahu, mengapa itu berisiko," ujarnya seperti dikutip dari dailymail, pekan lalu.

Teori yang dikemukan Penelope bertentangan dengan kepercayaan populer dimasyarakat yang menyatakan bayi harus dibiarkan menangis sampai 20 menit. Beberapa pakar, termasuk Gina Ford, Penulis "The Contented Little Baby Book", menyarankan orangtua untuk membiarkan bayi menangis hingga pola tidur teratur dibentuk.

Penelope mengkritisi pendapat itu dengan menyatakan, bayi yang baru lahir tidak memiliki perkembangan mental yang memadai untuk belajar dan pergi tidur tepat waktu. "Bayi yang dibiarkan menangis nantinya bakala berhenti sendirinya, tetapi bukan karena dia belajar tidur sendiri melainkan karena dia kehausan dan meminta bantuan ibu," katanya.

Dia berujar, tangisan bayi yang berkelanjutan secara alami memicu produksi hormon kortisol, hormin penyebab stres. Selama tubuh memproduksi hormon tersebut, perkembangan otak si kecil bakal terganggu.

"Itu bukan bearti bayi tidak boleh menangis atau orang tua khawatir dan panik ketika si kecil menangis. Semua bayi menangis, sebagian bayi menangis lebih kencang ketimbang lainnya. Menangis tidak berdampak buruk pada bayi tetapi bayi yang menangis tapi dibiarkan itu yang salah," papar Penelope.

READ MORE - Inilah Efek Psikologis Bila Bayi Menangis Terlalu lama

Beginilah Cara Mengatasi Ketombe Si Kecil

Ketombe tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak juga bisa terserang ketombe. Sedikit berbeda, ketombe pada bayi bukan berupa sisik putih, melainkan lebih mirip kerak. Tak heran, jika orang lebih mengenalnya dengan sebutan kerak kepala atau kerak topi (cradle cap).

Adapun kebanyakan orang Jawa lebih sering menyebutnya dengan nama sawan. Kerak ini biasa muncul saat bayi berumur kurang dari tiga buIan.

Eddy Karta, dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, menjelaskan, sawan terjadi karena masih tertinggalnya hormon androgen di tubuh si kecil. Hormon ini berasal dari plasenta ketika bayi masih di rahim.

Bila Kulit Kepala Si Kecil Penuh Ketombe

Androgen ini yang memicu terjadinya disfungsi atau gangguan fungsi kelenjar minyak (sebum) pada kepala bayi. Cradle cap biasanya didahului dengan sisik-sisik putih pada kulit kepala bayi. Karena sering terkena udara luar, sisik putih itu bisa menebal dan jadi kerak. "Tapi, seiring menurunnya kandungan androgen, kerak menipis dan berangsur mengelupas sendiri," kata Eddy.

Meski bisa hilang sendiri, bukan berarti Anda boleh membiarkan begitu saja. Karena kulit bayi sangat sensitif, kehadiran kerak bisa membuatnya gatal dan berujung ketidaknyamanan. Apalagi, jika dibiarkan terus, kerak pada bayi ini juga bisa mengganggu pertumbuhan rambut.

Untuk membersihkan ketombe pada bayi, para dokter tidak menyarankan Anda menggunakan sampo antiketombe bagi orang dewasa. "Gunakan produk untuk bayi dan sapukan sampo bayi dengan lembut menggunakan washlap," terang Eddy.

Jangan juga memaksa mencabut kerak dari kepala bayi karena dapat menyebabkan infeksi pada kulitnya. Agar lebih mudah dibersihkan, Anda bisa mengoleskan baby oil agar kerak yang menempel pada kulit kepala mudah dibersihkan ketika bersampo.

READ MORE - Beginilah Cara Mengatasi Ketombe Si Kecil

Cara Mengatasi si Kecil yang Sulit Makan

Memasuki usia dua tahun, anak-anak cenderung sulit diberikan asupan bergizi. Biasanya, orangtua mulai menghadapi kebiasaan sulit seperti anak yang tidak menghabiskan makanan atau hanya mengonsumsi makanan yang disukai. Sebaiknya, orangtua harus kreatif membuat sajian yang memunculkan daya tarik untuk si kecil.

Berdasarkan studi konsumen yang dilakukan Mead Johnson Nutrition dan Synovate tahun 2007 lalu tercatat 64% ibu Indonesia merasa cemas akan kecukupan asupan nutrisi si anak. Hampir 50% ibu menghadapi situasi anak susah makan dan memilih makanan yang hanya disukainya.

Sulit Makan
Ajak anak untuk ikut menyiapkan makanan yang akan disajikan. Biasanya hal itu bisa memicu rasa senang anak ketika waktu makan tiba.

"Ketika anak-anak berusia 2 tahun, umumnya merupakan masa sulit untuk diberikan asupan bergizi. Ini lantaran si anak biasa mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) dan susu sebagai pelengkap. Karena itu ketika diberikan asupan lain mereka menolak," tukas Pengurus Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia Cabang Jakarta (PDGKI Jaya), dr. Fiastuti Witjaksono, MS, SpG(K) saat berbicara dalam acara yang digagas Mead Johnson Nutrition, Produsen Susu Sustagen di Jakarta, Rabu (3/2).

Akibat minimnya asupan gizi yang masuk, anak-anak beresiko kurangnya asupan mikornutrien dalam tubuh. Mikronutrien merupakan komponen zat tumbuh kembang anak yang terdiri atas vitamin, zat besi, kalsium dan lainnya. "Otak ataupun organ lain perlu nutrien yang cukup," tukasnya.

Dia menjelaskan, memberikan nutrisi yang tepat memang penting disaat anak masih dalam masa pertumbuhan. Sayangnya, orang tua masih belum memahami secara baik nutrisi dan kandungan apa saja yang diperlukan tubuh si anak. Para orang tua juga masih kesulitan menentukan nutrisi yang diberikan kepada anak sudah seimbang atau belum berikut pula dengan angka kecukupan gizinya.

"Setiap usia memiliki asupan yang berbeda. Semisal, pada usia 1-3 tahun minimal memerlukan 1000-1500 kalori, 500 miligram kalsium, 5 miligram vitamin D," katanya.

Pembangungan Dasar Nutrisi

Menurut Fiastuti, peran orang tua pada pembangunan dasar nutrisi pada anak begitu besar. Orangtua dituntut untuk kreatif.

Sebagai langkah awal, orangtua harus memahami betul bahwa makanan yang memiliki rasa enak, belum tentu mengandung nutrisi yang cukup. Oleh karenanya, lanjut dia menjelaskan, orang tua harus memulainya dengan kebiasaan makan yang sehat.

Pertama, makan bersama secara teratur, jenis menu harus lengkap dan sediakan cemilan sehat yang bervariasi. "Pembangunan dasar nutrisi ini benar-benar harus diperhatikan. Fase ini begitu kritis lantaran pergantian pola makan mulai menghinggapi anak," tegasnua.

Khusus pengaturan waktu makan, Fiastuti menyarankan agar waktu makan dibagi menjadi dua yakni 3 makanan utama dan 3 makanan ringan (snack). Keduanya dijalankan silih berganti. Misalnya, sehabis makan pagi dilanjutkan snak sehat begitu seterusnya hingga malam. "Intinya, jangan biarkan anak melewatkan waktu untuk makan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rina Poerwadi, Pemilik Mom Can Cook berpendapat kemampuan memasak orang tua sangat diuji ketika anak-anak memasuki fase sulit makan. Menurutnya memasak sendiri merupakan stimulus khusus bagi anak untuk makan. Ketimbang membeli makanan diluar, memasak makanan untuk si kecil memberikan efek psikologis yang sangat bagus.

"Kalau anak-anak suka makan diluar, ketika ibu memasak makanan yang sama kemungkinan besar anak tidak akan suka," tukasnya.

"Biasakan anak menikmati masakan sendiri. Turuti masakan yang ingin dinikmati anak, dengan begitu akan meningkatkan nafsu makan si kecil," tambahnya.

Menurutnya, memasak untuk anak sendiri adalah hal yang menyenangkan. Selain memastikan kebersihan dan kesehatan, memasak merajut kedekatan dengan si kecil. Apalagi sajian makanan yang ditampilkan begitu kreatif, anak-anak dijamin ketagihan.

READ MORE - Cara Mengatasi si Kecil yang Sulit Makan

Dengan Pijatan, Otak Bayi Berkembang Lebih Baik

Dengan pijatan, otak bayi berkembang lebih baik. Pijatan Nyaman yang Mencerdaskan. Menstimulasi kecerdasan anak bukanlah hal sulit dan selalu butuh biaya besar. Cara sederhana pun bisa meningkatkan kecerdasan si kecil. Dengan pijat, misalnya.

Anak yang cerdas tentu saja menjadi dambaan siapa saja. Kecerdasan anak sebaiknya distimulasi sejak dini, bahkan sejak janin masih di dalam kandungan. Selanjutnya stimulasi dilakukan menurut usia. Caranya pun beragam. Mulai dari pemenuhan nutrisi, permainan edukatif, hingga pendidikan yang layak. 

Salah satu tolok ukur kecerdasan seseorang bisa dilihat dari inteligence quotient (IQ). IQ merupakan indeks kecerdasan yang merupakan hasil dari tes IQ.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa IQ dapat berubah sebanyak 20 poin sepanjang hidup seseorang. Dikatakan oleh psikolog dari Rumah Sakit Internasional Bintaro, Dra Ninik A Banawai bahwa secara sederhana kecerdasan intelektual dapat diartikan sebagai jenis kecerdasan yang diperlukan oleh seseorang untuk mengerjakan sesuatu hal, bertindak dengan tujuan jelas, berpikir dalam rangka mengatasi atau memecahkan masalah secara rasional sesuai dengan tuntutan lingkungannya. 

Pijatan Bayi

“Jika anak cerdas, maka bisa dikatakan anak akan dapat menyelesaikan masalah-masalahnya,” tuturnya dalam acara “Upaya Mencerdaskan Anak dengan Pijat Bayi” yang diadakan oleh Rumah Sakit Internasional Bintaro beberapa waktu lalu. 

Kecerdasan merupakan suatu hal yang berkaitan erat dengan perkembangan yang terjadi di otak. Otak sudah memiliki kapasitas di dalamnya, namun untuk mendapatkan kualitas yang tinggi diperlukan adanya stimulasi agar otak berkembang secara optimal. 
“Untuk mengembangkan otak, salah satu caranya dengan memberi rangsangan dari lingkungan yang masuk ke otak melalui panca indra,” terangnya.

Perkembangan kecerdasan juga tergantung pada perkembangan fisik anak dalam hal ini berkaitan dengan asupan gizi yang dibutuhkan oleh otak dan anggota tubuh lainnya agar dapat berkembang dan berfungsi dengan baik. Seperti halnya ASI yang merupakan salah satu stimulus indra pengecap bayi. 

Selain dengan memberi asupan dalam hal nutrisi dengan cara pemberian ASI eksklusif yang dapat mengembangkan kognitif anak, dan mengandung beragam asam lemak dalam ASI sehingga dapat meningkatkan kecerdasan anak, memberikan rangsangan pada anak agar cerdas bisa juga dilakukan dengan melakukan kegiatan memijat bayi. 

“Pijat dikenal sebagai salah satu bentuk terapi dalam dunia kesehatan, baik bagi orang dewasa maupun bayi atau anak,” ungkapnya. Ninik menjelaskan, pijat dapat meningkatkan kesehatan serta memberi dampak rileks pada bayi atau anak sehingga melancarkan peredaran darah. 

Lalu, bagaimana kaitan antara kecerdasan anak dan pijatan? Dikatakan Ninik, dengan pijat, maka otak berkembang lebih baik dan meningkatkan kemampuan kerja otak. Dan dari situ, bayi atau anak merasa lebih nyaman dengan sentuhan yang diberikan saat dipijat, dia merasa diterima, juga diperhatikan. 

”Pijat juga dapat meningkatkan bonding atau kedekatan antara bayi atau anak dan ibu,” ujarnya. 

Kedekatan dengan ibu memberi rasa aman pada bayi atau anak. Jadi, bayi atau anak menjadi lebih percaya pada lingkungannya. Selain itu, bayi akan lebih siap untuk menerima stimulus sehingga dapat belajar dengan lebih cepat, dan berkaitan erat dengan perkembangan yang terjadi di otak. 

”Manfaat lain dari pijat adalah membuat bayi tidur lebih nyenyak. Hal ini dapat meningkatkan daya konsentrasinya yang membuatnya kelak menjadi lebih cerdas,” tutur Ninik. Dikatakan oleh dokter anak dari Rumah Sakit Internasional Bintaro, Dr Nita Ratna Dewanti SpA, sebaiknya kegiatan memijat bayi ini diperkenalkan sejak dini kepada anak, yang bisa dimulai dari 0 sampai 12 bulan. 

”Usia yang paling baik untuk memperkenalkan pijatan adalah pada saat bayi berusia 0 sampai 12 bulan,” tuturnya di acara yang sama. Sementara itu, waktu yang paling baik untuk memijat adalah pagi hari sehingga pada malam harinya si kecil dapat tertidur dengan lelap. Atau juga malam sebelum anak tidur. 

“Dengan pijat, bisa menurunkan hormon stres pada bayi atau anak,” ucap dokter lulusan Universitas Indonesia ini. Pijatan akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan begitu, anak pun akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

READ MORE - Dengan Pijatan, Otak Bayi Berkembang Lebih Baik

Ketika Anak Menangis di Tengah Tidurnya ?

Bolehkah Membiarkan Anak Menangis di Tengah Tidurnya - Ketika si kecil menangis di tengah-tengah tidurnya pada malam hari, haruskah Anda segera menenangkannya, ataukah diabaikan saja? Sikap mengabaikan tangisan si anak diklaim akan menyebabkan beberapa masalah dalam hidupnya kelak, seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), perilaku antisosial, dan IQ yang rendah. Namun adakah bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa membiarkan anak menangis saat tidur dapat menyebabkan kerusakan otak jangka panjang?

Hal ini mungkin bisa dikaitkan dengan metode sleep training yang diterapkan Dr William Sears, Associate Clinical Professor of Pediatrics di University of California, Irvine, School of Medicine. Dr Sears menekankan pendekatan pengasuhan yang berpusat pada anak. Ia menyarankan orangtua untuk dengan sabar membantu anak tidur pada waktunya. Caranya dengan menemaninya tidur, membangun ritual tidur malam yang nyaman, dan bentuk-bentuk lain kedekatan fisik untuk menciptakan suasana tidur yang positif, dan kebiasaan tidur yang sehat selamanya. Dengan cara ini, anak tidak akan memiliki peluang untuk menangis, karena orangtua selalu ada di dekat anak untuk merespons kebutuhannya akan makanan atau kenyamanan.

Ketika Anak Menangis di Tengah Tidurnya ?

Metode ini bertentangan dengan sleep training yang menerapkan teknik CIO (Cry It Out), yang menyatakan bahwa bayi yang menangis sendirian untuk jangka waktu pendek, namun sesekali ditengok orangtuanya, tidak akan mengalami trauma. Hasilnya justru anak yang memiliki waktu istirahat yang baik, dan lebih bahagia. Strategi tidur tanpa tangis, menurut teknik CIO, akan menyebabkan bayi terlalu bergantung pada kenyamanan yang diberikan orangtuanya, membuat si anak sulit untuk belajar mendorong diri mereka sendiri untuk tidur.

Pengajar pengasuhan lain, Elizabeth Pantley (penulis The No-Cry Sleep Solution) yang mendukung Dr Sears, mempertimbangkan bahwa membiarkan anak sendirian dan menangis di kamarnya adalah sikap yang tidak natural, kurang baik, dan mengkhianati kepercayaan yang telah dikembangkan anak pada orang dewasa dan dunia di sekitarnya. Dr Sears juga mengatakan bahwa teknik CIO akan membentuk asosiasi negatif pada anak tentang waktu tidur, yang akan berlangsung sepanjang hidupnya. Bayi yang kerap menangis kemungkinan menunjukkan tanda-tanda awal bahwa mereka lambat dalam mengembangkan kontrol emosi.

Sayangnya, tidak ada bukti-bukti yang menguatkan sejauh ini, sehingga dapat dikatakan bahwa tak satu pun strategi tidur yang efektif untuk setiap anak, bahkan untuk satu anak selamanya. Anda bebas menerapkan pilihan pengasuhan pribadi untuk Anda, dengan mengenali anak, bersikap fleksibel, dan mencari apa yang paling tepat untuk Anda berdua.

Bagi Heather Turgeon, psychotherapist di Pump Station, Los Angeles, bersikap responsif dan menyayangi adalah pekerjaan utama para orangtua. Menemani anak tidur adalah pola pengasuhan yang paling alami, dan bayi kemungkinan diprogram untuk tumbuh berkembang dengan cara ini. Kebanyakan orangtua tentu menginginkan anak yang cukup mandiri, dan rutinitas tidur yang tak perlu berakhir dengan trauma setiap malam. Jika Anda tidak bisa menemani anak lebih lama, apakah saat-saat dimana Anda membiarkannya menangis dapat mengubah perkembangan otaknya? Ia tak yakin, namun memilih untuk lebih sering memenuhi kebutuhan anaknya.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda cenderung membiarkan anak menangis sesekali di tengah tidurnya?

READ MORE - Ketika Anak Menangis di Tengah Tidurnya ?

Fenomena Bayi Tewas Saat Tidur

Tak sedikit terjadi, bayi tewas saat tidur. Terutama dalam posisi tengkurap. Karena tak terduga, tindak pencegahannya pun nyaris mustahil.

Tak bisa dibayangkan bagaimana terpukulnya perasaan orang tua yang baru dikaruniai bayi yang tampak sehat dan normal namun mendadak menemukan bayinya dalam keadaan biru tak bernyawa di dalam boksnya. Apa, sih, yang sebenarnya terjadi pada bayi yang mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)?

Sebetulnya, bicara masalah kematian pada bayi, jelas dr. Bambang Supriyatno, Sp.A penyebabnya bisa karena tiga hal. Pertama, kematian karena adanya kelainan bawaan semisal bayi lahir dengan kelainan jantung dan paru-paru yang memungkinkan kejadian kematiannya diprediksi. Terlebih bila kelainan tersebut merupakan salah satu faktor risiko. Kedua, kematian karena penyakit yang didapat, semisal radang paru-paru atau pneumonia maupun akibat suatu kecelakaan yang didapat di rumah, di jalan, atau di mana pun.

Sementara kematian berikut yang lebih dikenal dengan istilah SIDS, agak sulit diprediksi. Sebab, kejadian kematian ini bersifat dadakan, hingga tak pernah bisa diperkirakan apa penyebabnya dan bagaimana mengantisipasinya.

Menurut spesialis anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, angka kejadian SIDS di Amerika cukup tinggi, meski tak ada angka pastinya. Sementara di Indonesia, data mengenai berapa banyak kasus kejadiannya malah tak diketahui. Hanya saja di beberapa negara, kejadian SIDS cenderung meningkat. Terutama pada bayi yang terbiasa tidur dengan posisi tengkurap. 


Sebetulnya, jelas Bambang, posisi tidur tengkurap bermanfaat untuk mencegah terjadinya aspirasi/tersedak. Yakni, masuknya cairan muntahan ke dalam paru-paru yang bisa membahayakan. Selain itu, baik pula untuk pergerakan otot pernapasannya.

"Tapi posisi tidur ini mesti dicermati bila bayi memiliki kelainan neurologis semisal pergerakan kepalanya susah." Meski tak ada batasan waktu yang baku, orang tua harus tetap mengawasi bila bayinya tidur dengan posisi ini sekalipun bayi punya insting untuk membebaskan diri. Artinya, jika napasnya susah, ia akan bergerak dengan sendirinya.

Sebenarnya, ujar Bambang, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kejadian SIDS. Di antaranya ;

Faktor Ibu

Selama masa kehamilan, faktor diri ibu sangat berpengaruh. Ibu yang merokok, minum minuman beralkohol, mengonsumsi obat-obatan secara bebas, berpeluang memperoleh bayi yang pertumbuhannya terganggu. Hal ini bisa menjadi risiko faktor penyebab terjadinya SIDS.

Kelahiran Prematur

Prematuritas juga bisa menjadi risiko terjadinya SIDS karena organ-organ tubuhnya yang belum matang dan sempurna. Demikian juga dengan sistem pernapasannya yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasannya. Sementara pada bayi yang tidak dilahirkan prematur, sistem pernapasannya mulai bagus/matang di usia 8 bulanan. Itu sebabnya kasus SIDS jarang dijumpai pada bayi atas usia 6 bulan.

Sulit Napas

Sesudah bayi lahir, ada kejadian yang dinamakan asfiksia. Yakni bayi mengalami kesulitan bernapas. Biasanya akan menampakkan gejala biru, susah bernapas, dan berkurangnya denyut jantung.

Disfungsi Pada Batang Otak

Usia terbanyak kejadian SIDS ditemui pada bayi usia 2-4 bulan. Sedangkan mayoritas atau 95 persen, dijumpai pada bayi di bawah 6 bulan. Penyebabnya, kemungkinan terjadi disfungsi atau gangguan pada batang otak. Gangguan ini mengakibatkan berubahnya pola pernapasan si bayi. Dalam bahasa Inggris istilahnya arousal, yang bisa digambarkan mirip orang yang kekurangan oksigen selagi tidur. Ini membuatnya gelagapan dan terbangun, tapi kemudian bisa tertidur lagi.

Nah, pada bayi, tingkat kewaspadaan inilah yang terganggu sementara ia tak mampu mengatasinya. Singkatnya, berawal dari fungsi otak yang terganggu/berkurang tanpa diketahui penyebabnya. Proses arousal-nya pun jadi kurang bagus yang diikuti dengan pola tidur dan kontrol kurang bagus serta pola pernapasannya juga tak baik. Perubahan-perubahan tersebut menyebabkan gangguan/perubahan denyut jantung dan peningkatan suhu tubuh. Akibatnya, paru-parunya jadi kekurangan oksigen lalu menyebabkan gangguan berhenti napas.

Posisi Tidur Tengkurap

Kejadian SIDS akibat posisi tidur tengkurap ternyata sekitar 3 kali lebih besar dibanding posisi terlentang. Ini bisa dimengerti karena pergerakan kepala pada pada bayi usia 2 bulan mestinya sudah kuat. Sedangkan bayi dengan gangguan di otak umumnya tidak kuat mengangkat kepalanya. Akibatnya, posisi tidur tengkurap memperbesar kemungkinan terjadinya SIDS. Belum lagi faktor kasur yang sangat empuk atau lunak, yang menyebabkan kepalanya "terbenam" ke dalam kasur. Akibatnya, bayi kesulitan mengangkat kepalanya mencari udara bebas. Di lain pihak, sebetulnya kalau kondisi si bayi normal-normal saja (dalam arti tak ada dasar gangguan otak), maka posisi tidur tengkurap tak memicu terjadinya SIDS.

Sayangnya, ada-tidaknya gangguan atau kelainan pada batang otak bayi baru lahir, tidak mudah segera diketahui. Sementara dari hasil otopsi pada bayi-bayi di luar negeri yang mengalami SIDS, ternyata kejadian ini terutama terjadi pada bayi-bayi yang memiliki kelainan pada batang otak, pembengkakan pada paru-paru, dan perdarahan pada daerah sekitar dada. Semua itu dapat terjadi akibat kondisi asfiksia/kesulitan bernapas akibat hipoksia atau kekurangan oksigen dalam jangka waktu cukup lama dalam darahnya.

Dialami Ras Tertentu

Soal ras ternyata merupakan salah satu faktor munculnya kejadian SIDS yang banyak terjadi pada kalangan kulit hitam. Namun, tandas Bambang, itu kejadian di luar negeri, sedangkan di Indonesia belum ada penelitiannya.

Kurang Pengawasan

Bisa pula terjadi bayi tertutup selimut dalam keadaan tidur. Tentu saja risiko SIDS tetap terbuka, terlebih bila dibarengi dengan kurangnya pengawasan orang tua. Selama tetap diawasi dengan baik, menyelimuti bayi tak akan jadi masalah. Selain itu, pernah pula dilaporkan bayi mengalami SIDS karena hidung dan mulutnya tertutup payudara si ibu saat menyusui. Kemungkinan ini terjadi bila ibu menyusui bayinya sambil tiduran, tapi kemudian tertidur karena capek. Tertutupnya mulut dan hidung si bayi membuat bayi seperti dibekap.

Bedong Terlalu Kuat

Karena ingin anaknya merasa hangat, orang tua biasanya membedongnya kuat-kuat. Padahal, mestinya orang tua tahu, bayi bernapas menggunakan dada dan perut. Bayangkan, bayi yang dibebat kuat pasti napasnya kembang-kempis alias susah payah.

READ MORE - Fenomena Bayi Tewas Saat Tidur

Kiat Jitu Membentuk Kecerdasan Anak Sejak Hamil

Ibu sangat besar perannya dalam membentuk kecerdasan anak, sejak masih dalam kandungan sampai lahir. Ibu harus mengerti betul soal gizi buat dirinya maupun bayi yang telah lahir. Supaya bayi selain sehat juga bertumbuh tingkat kecerdasannya.

Otak terletak di dalam tengkorak yang berhubungan langsung dengan sumsum tulang belakang, serta membentuk suatu sistem saraf pusat. Dibandingkan dengan seluruh berat badan, berat otak hanya mencapai 2 – 3 persen.

Tetapi peranan otak sangat besar dalam kehidupan sehari hari. Meskipun beratnya sangat kecil, tetapi kebutuhannya akan oksigen dan glukosa, paling banyak dibandingkan dengan organ organ lainnya.

Pada orang dewasa, diperlukan 600 mililiter oksigen (25 persen dari total konsumsi oksigen oleh tubuh) dan 100 mililiter glukosa per menit. Kebutuhan sebanyak itu harus dibawa oleh satu liter darah (20 persen dari seluruh darah yang dikeluar¬kan jantung setiap menit) yang mengalir ke otak.

Terhentinya aliran darah selama tiga menit saja dapat mengakibatkan kerusakan sel otak, sedangkan aliran darah yang berhenti selama lebih dari sembilan menit akan mengakibatkan kematian.

Susunan otak sangat rumit, tetapi secara sederhana dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu otak besar (cerebrum) dan otak kecil (cerebellum). Otak besar merupakan 70 persen dari seluruh isi otak, serta bertanggungjawab terhadap tingkat kecerdasan dan kemampuan berpikir kita.

Dalam otak besar inilah, informasi yang diterima oleh organ penginderaan diolah, disimpulkan dan ditanggapi. Otak kecil bervolume kira kira 10 persen dari seluruh otak, berfungsi sebagai pengontrol koordinasi dan keseimbangan.

Kiat Jitu Membentuk  Kecerdasan Anak Sejak Hamil

Tingkat Kecerdasan

Kecerdasan adalah suatu kemampuan mental yang dibawa oleh individu sejak lahir, untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru serta memecahkan permasalahan permasalahan secara cepat dan tepat.

Tingkat kecerdasan anak sangat ditentukan oleh keadaan otak dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: sifat genetis, lingkungan (fasilitas, sosial ekonomi keluarga), motivasi dan status gizinya. Kepandaian seseorang dapat diukur dengan alat electro encephalogram (EEG), alat positron emission tomography (PET) dan tes IQ.

Alat EEG dapat menangkap dan mencatat gelombang arus yang dipancarkan oleh otak. Sedangkan alat PET, mencatat reaksi otak terhadap suatu permasalahan. Otak yang cerdas, hanya memerlukan sedikit reaksi untuk memecahkan masalah. Sedangkan yang kurang cerdas, tampak akan mengerahkan hampir semua bagian otaknya untuk menjawab permasalahan yang sama.

Tes IQ sejak lama telah dipakai. Tes ini sebagai salah satu cara untuk menduga tingkat kecerdasan seseorang. Orang orang yang terkenal, terbukti memiliki IQ yang tinggi.

Misalnya, Albert Einstein yang sangat ahli dalam bidang fisika, matematika dan juga pemain biola yang sangat piawai itu memiliki IQ 172 (72 persen lebih tinggi dari orang kebanyakan).

Demikian juga dengan Henri Poincare, seorang ahli matematika yang terkenal karena ketajaman intuisinya tercatat memiliki IQ di atas 200. Plato, Michael Angelo, Mozart dan tokoh tokoh lainnya, telah dicatat sejarah sebagai pemilik IQ yang tinggi serta ahli dalam bidangnya masing masing.

Menurut Tirtonegoro (1984), tingkat kecerdasan seseorang menyebar secara normal mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, yaitu: 1 persen cacat berat/idiot (IQ 0 25), 2 persen cacat agak berat/imbesil (IQ 25 50), 20 – 25 persen cacat ringan /debil (IQ 50 75) dan lamban belajar (IQ 75 85), 50 – 55 persen rata rata/normal (IQ 90 110), 20 – 25 persen superior (IQ 110 125), 2 persen sangat superior/gifted (IQ 125 140), dan 1 persen genius (IQ 140 200).

Perkembangan otak manusia dimulai sejak ia masih berupa janin di dalam kandungan. Oleh karena itu para ibu hamil dituntut untuk senantiasa menciptakan status gizi yang baik dan pera¬watan yang memadai, agar bayi yang kelak dilahirkan mengalami proses tumbuh kembang yang optimum.

Kekurangan Energi 

Keadaan gizi ibu ibu hamil sangat erat hubungannya dengan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Ibu ibu hamil adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalah masalah gizi, terutama masalah kekurangan energi dan protein (KEP). Bayi yang dilahirkan oleh para ibu dengan kondisi KEP, akan mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2,5 kg.

Kondisi BBLR akan sangat berpengaruh terhadap perkem¬bangan kesehatan anak selanjutnya. Selain kekurangan gizi, bayi yang baru lahir tersebut juga akan mengalami kemunduran perkembangan otak. Hal ini akan berakibat terjadinya penurunan kemam¬puan belajar dan kemampuan akademik pada usia yang lebih lanjut. Selain itu, bayi BBLR mempunyai kemungkinan meninggal sebelum usia satu tahun, 17 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dengan berat badan normal.

Ibu-ibu hamil yang cukup gizi akan mengalami pertambahan berat badan rata rata sebesar 12,5 kg selama 9 bulan kehamilannya dan akan melahirkan bayi dengan berat badan rata rata 3,3 kg. Untuk mencapai kondisi tersebut, ibu hamil harus cukup mengonsumsi bahan bahan makanan sumber energi, protein, vitamin dan mineral.

Rata rata tambahan energi yang diperlukan selama masa kehamilan, adalah 80.000 kilokalori. Jumlah tersebut terbagi atas 150 kilokalori per hari selama trimester (tiga bulan) pertama, 350 kilokalori per hari selama trimester kedua dan ketiga masa kehamilan.

Tambahan protein yang diperlukan untuk mencapai keadaan normal tersebut adalah 925 gram, yaitu rata rata 3,3 gram per hari selama masa kehamilannya. Tambahan protein yang diperlukan selama trimester pertama, kedua dan ketiga masing masing 1,2; 6,1 dan 10,7 gram per hari. Selain itu diperlukan juga tambahan vitamin dan mineral yang dapat diperoleh dari sayuran dan buah-buahan.

Kondisi KEP pada ibu ibu hamil, sudah barang tentu akan berpengaruh besar terhadap anatomi otak bayi yang kelak dilahirkan. Yaitu menyangkut berat otak, jumlah sel otak dan besar sel otak. Telah diketahui bahwa anatomi otak sangat berhubungan erat dengan tingkat kecerdasan anak di kemudian hari.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah konsumsi asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang (PUFA). Termasuk ke dalam kelompok PUFA adalah asam lemak Omega-3 dan asam lemak Omega-6.

Asam lemak Omega-3 yang umumnya terdapat pada lemak ikan laut, terdiri dari asam lemak linolenat, asam eikosapentanoat (eicosapentanoic acid = EPA) dan asam dokosaheksanoat (docosahexanoic acid = DHA), yang masing-masing terdiri dari 3,5 dan 6 buah ikatan rangkap. Asam lemak Omega-6 yang umumnya terdapat pada lemak biji-bijian, terdiri dari asam linolenat dan asam arakhidonat.

Asam lemak Omega-3, khususnya DHA, telah diketahui sangat besar peranannya dalam perkembangan otak. Sehingga keberadaannya sangat diperlukan pada masa pertumbuhan otak seseorang, yaitu sejak masa janin hingga usia 2 tahun setelah kelahiran.

Selain diperoleh dari ikan dan minyak ikan laut, saat ini beberapa industri pangan telah melakukan penambahan asam lemak DHA ke dalam susu untuk ibu hamil, maupun susu formula bayi.

READ MORE - Kiat Jitu Membentuk Kecerdasan Anak Sejak Hamil

Kenali Manfaat Positif Mendongeng Bagi Anak

Dua dari tiga anak berusia dini menginginkan lebih banyak waktu mendengar dongeng sebelum tidur. Hal ini dikatakan sejumlah peneliti di London, Inggris. Para peneliti di sana mengadakan studi yang menunjukkan anak kecil berusia tiga hingga empat tahun haus akan cerita sebelum tidur. Studi itu juga memperlihatkan lebih dari 75 persen anak ingin orangtua mereka yang membacakannya.


Psikolog anak, Richard Woolfson mengatakan tradisi membacakan dongeng sebelum tidur dinilai mempunyai efek kuat dalam perkembangan emosional anak. Berdasarkan hasil survei dari 500 anak berumur tiga sampai delapan tahun, ternyata mendengar dongeng sebelum tidur membantu mereka tidur lebih baik. Sampai saat ini kebiasaan ini menduduki peringkat yang lebih tinggi ketimbang kebiasaan menonton televisi dan bermain video games.

Pendongeng terbaik untuk anak adalah sang ibu. Woolfson mengatakan, seorang ibu biasanya menggunakan suara lucu dan unik ketika bercerita. Hal ini sangat membantu agar cerita tetap hidup dan anak pun dapat tidur nyenyak. Jika ibu atau ayah tidak bisa mendongeng, biasanya idola mereka-lah yang menjadi pengganti. Di London, lebih dari 30 persen anak mengaku ingin mendengar dongeng sebelum tidur dari idolanya. Sebut saja, idola remaja Zac Efron, Miley Cyrus, Emma Watson, dan pemeran Harry Potter, Daniel Radcliffe.

Pendongeng terbaik untuk anak adalah sang ibu. Psikolog anak, Richard Woolfson mengatakan tradisi membacakan dongeng sebelum tidur dinilai mempunyai efek kuat dalam perkembangan emosional anak. 

Woolfson mengakui, mungkin sulit bagi orangtua untuk mencari waktu bersama dengan anak. Tapi, ia yakin momentum seperti itulah memainkan peran penting dalam membentuk ikatan batin yang kuat antara orangtua dan anak. Jadi, mendongeng sebagai pengantar tidur sang upik bisa Anda mulai sekarang. Bagi para orangtua, saat ini kegiatan mendongeng untuk anak sudah sangat jarang dilakukan baik di saat menjelang tidur malam atau di waktu kapan pun. Hal ini disebabkan adanya faktor kesibukan orangtua. Tetapi tahukah Anda, kegiatan mendongeng ternyata memiliki banyak keuntungan bagi sang anak.

Mendongeng bukanlah sekedar kegiatan membacakan cerita pada anak Anda. Banyak muatan positif dari kegiatan ini, di antaranya :

Memberikan teladan

Anda dapat memberikan contoh sikap-sikap atau perbuatan terpuji dan menghindari sikap atau perbuatan yang buruk dari cerita yang dibacakan. Mendongeng adalah cara paling efektif untuk menanamkan gagasan atau pemikiran, nilai moral, budi pekerti serta konsep sebab akibat terutama pada anak.

Memotivasi anak 

Saat Anda membacakan atau menceritakan sebuah dongeng, biasanya sang anak berimajinasi sebagai tokoh jagoan yang berhasil memecahkan berbagai masalah. Atau bisa juga anak perempuan Anda berimajinasi menjadi seorang putri seperti dongeng yang Anda ceritakan padanya. Inilah kesempatan Anda untuk memotivasi sang anak melalui sebuah dongeng.

Mengajarkan berkomunikasi 

Untuk anak yang belum dapat berkomunikasi, Anda dapat merangsang kemampuan berkomunikasi verbal sang anak dengan cara membacakan dongeng atau cerita yang mudah dimengerti.

Meningkatkan kecerdasan anak 

Salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan anak ialah dengan mendongeng. Anak yang cerdas adalah anak yang mendapat stimulasi tepat sesuai dengan usianya, terutama pada usia keemasan atau golden ages (usia 0-5 tahun). Usia keemasan anak ialah masa keemasan pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pada masa ini anak membutuhkan pendampingan dari sosok yang dapat terus memantau pertumbuhan dan perkembangannya. Serta membutuhkan seseorang yang mampu memberikan stimulasi optimal dengan penuh kasih sayang. Dan salah satu bentuk stimulasi untuk mencerdaskan anak ialah dengan mendongeng.

Sebelum Anda mulai bercerita, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu memahami jenis cerita apa yang hendak disampaikan, sehingga Anda dapat bercerita sesuai dengan jenis ceritanya. Anda juga harus menyesuaikan cerita dengan tingkat usia anak, jumlah pendengar, tujuan penyampaian materi, situasi dan kondisi anak dan durasi waktu yang disampaikan.

READ MORE - Kenali Manfaat Positif Mendongeng Bagi Anak

Carilah istri yang cerdas, karena kecerdasan anak diturunkan dari ibu

Anak Cerdas Cendrung Dilahirkan Oleh Ibu Yang Pintar - Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan. 

Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. "Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar," ujar Adre dalam acara Optimalisasi Peningkatan Intelegensia Otak di GKBI, Jakarta (10/9/2009).. 

Anak Cerdas Cendrung Dilahirkan Oleh Ibu Yang Pintar

Sebenarnya hubungan antara kecerdasan anak dengan ibunya bisa dilihat secara alamiah ketika ibu baru melahirkan. "Bayi bisa mencari puting susu ibunya sendiri, itu sudah jadi pertanda," ujar Adre. 

Bayi menangis jika mengompol juga bisa jadi pertanda bahwa kecerdaasn ada hubungannya dengan ibu. Hormon oxytocin dikeluarkan pada saat ngompol sama dengan hormon yang terdapat pada area kawanitaan ibu. "Itu mengapa jika daerah kewanitaan itu dirangsang, akan muncul perasaan enak dan senang, " tutur Adre. 

Oleh karena itu, memakai pampers biasanya membuat seorang anak tumbuh menjadi egois. "Bayi yang sering pakai pampers, cenderung memiliki rasa empati yang kurang karena jarang menangis dan bagian otaknya tidak terlatih untuk merasakan empati," tutur Adre. 

Otak setelah lahir memiliki kemampuan berkembang yang cepat. Penglihatan lebih dulu berkembang daripada pendengaran dan separuh perkembangan intelektual seseorang berlangsung di bawah usia 4 tahun. 

Adre mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia saat ini ada di urutan ke 109 dari 179 negara. "Artinya sudah miskin, bodoh, sakit, sombong pula," ujar Adre. Padahal sebentar lagi Indonesia akan memasuki tantangan milenium 3 yang merupakan era competitive intelligence. 

Oleh karena itu, ibu mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk perkembangan kecerdasan anak. "Stimulasi janin dengan musik-musik alam, binatang atau musik klasik, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega 3 dan berikan stimulasi yang tepat ketika sudah lahir untuk menghasilkan anak yang cerdas," ujar Adre. 

Namun meskipun begitu, menurut Prof. Dr. Jalaludin Rahmat, pakar komunikasi dan penulis buku 'psikologi komunikasi', faktor genetik atau keturunan bisa dikalahkan oleh faktor lingkungan dan nutrisi. "Nurture atau lingkungan bisa mengalahkan nature atau warisan biologis jika otak terus distimulasi," jelas Jalaludin.

READ MORE - Carilah istri yang cerdas, karena kecerdasan anak diturunkan dari ibu

Anak bukanlah warga kelas dua dalam sistem kekeluargaan

Di antara tipe hubungan orang tua dengan anak, manakah yang menjadi pilihan kita untuk menerapkan disiplin? Apakah otoriter atau demokratis?

Dr Rose Mini A Prianto, MPsi, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menyarankan kita agar melakukan pendekatan demokratis saat mengenalkan displin pada anak. Bagi psikolog yang akrab disapa Bunda Mini ini, pendekatan demokratis lebih membentuk anak untuk bertanggung jawab atas setiap hal yang diperbuatnya karena anak bukanlah warga kelas dua dalam sistem kekeluargaan.

Anak dalam sistem kekeluargaan
Anak bukanlah warga kelas dua dalam sistem kekeluargaan

“Proses negosiasi yang terjadi di awal, membuat mereka bisa menciptakan sistem ‘alarm’ sendiri,” paparnya. Negosiasi yang dimaksud Mini adalah orang tua dan anak sama-sama mendefinisikan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Bantu anak dengan memberi gambaran bahwa sesuatu yang tidak boleh dilakukan itu diterapkan karena merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Dari sinilah anak mengerti konsep menghargai keberadaan orang lain.

Setelah itu, lanjut Mini, diskusikan juga konsekuensi apa yang akan dilakukan ketika anak tidak berpegang pada komitmen bersama. “Disebut konsekuensi karena anak sudah diberi tahu aturannya dari awal. Jadi tidak hukuman satu arah,” jelasnya. 

Adapun pilihan konsekuensi yang dapat ditawarkan adalah membatasi interaksinya pada hal-hal yang disukai. Dengan demikian anak semakin mengerti mengapa dirinya harus lebih peka mendengar "alarm" yang sudah disepakati bersama. ( preventionindonesia.com )

READ MORE - Anak bukanlah warga kelas dua dalam sistem kekeluargaan