Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi Untuk Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi Untuk Anak. Tampilkan semua postingan

Hai...!!! Jangan Nonton TV Melulu ... !!!

Jangan biarkan anak terlalu sering menghabiskan waktu duduk sambil menonton televisi atau bermain game komputer. Aktivitas fisik jauh lebih baik untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Aktivitas fisik (exercise) yang dilakukan anak dengan giat dan penuh semangat bagus untuk membuat badannya tetap sehat. Sebaliknya, anak yang terlalu betah berlamalama duduk di depan layar kaca, baik itu menonton televisi maupun main game komputer, cenderung lebih mudah menderita kegemukan atau obesitas.

Nonton TV

Dr Ulf Ekelund dari the MRC Epidemiology Unit di Cambridge, Inggris,berpandangan aktivitas seperti duduk sambil nontonTV dapat berdampak negatif pada anak, seperti perilaku kekerasan, agresivitas, prestasi akademik menurun, dan postur tubuh yang tidak baik.

Untuk menyelidiki keterkaitan antara ketidakaktifan fisik dan kegemukan pada anak, belum lama ini Ekelund dan timnya melakukan penelitian terhadap 1.862 anak usia 9-10 tahun. Dari sejumlah anak tersebut, 23 persen di antaranya berada dalam kondisi kegemukan atau obesitas.

Agar peneliti mudah melakukan pemantauan dan penilaian, anak-anak tersebut diminta memakai semacam ikat pinggang yang secara otomatis akan mengukur level intensitas dari aktivitas anak-anak tersebut sepanjang hari. Peneliti lantas akan menilai keterkaitan antara aktivitas dan ukuran ikat pinggang serta melakukan pengukuran lemak tubuh serta indeks massa tubuh anak-anak tersebut.

Anak-anak juga ditanyai seberapa lama mereka menghabiskan waktu menonton televisi atau bermain game komputer. Sebanyak 60 persen anak melakukan aktivitas fisik (yang melibatkan gerakan anggota tubuh) setidaknya satu jam per hari.

Sementara 58 persen anak menghabiskan waktu kurang dari 2 jam di depan TV atau komputer per hari. Rupanya, anak-anak yang dalam kesehariannya jarang bergerak, ikat pinggangnya pun cenderung besar dan persentase lemak tubuh pun tinggi. Dua hal ini menguatkan bahwa mereka sangat sedikit menghabiskan waktu untuk beraktivitas fisik setiap harinya.

Temuan lainnya, anak-anak yang cenderung melakukan aktivitas fisik yang cukup menguras energi, seperti berlari, bermain bola, dan bersepeda umumnya perut dan pinggangnya lebih padat berisi.

Berdasarkan hal ini, peneliti menyarankan agar orangtua tidak membiarkan anak-anaknya terlalu banyak menghabiskan waktu duduk sambil menonton TV dan memacu anaknya untuk lebih aktif bergerak sehingga risiko obesitas pun menjauh. Makin aktif makin bagus, tetapi jangan lupakan istirahat seperti tidur karena dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.

Sebelumnya, studi yang dilakukan Dr Michael Sjostrom dan timnya dari Karolinska Institute di Huddinge, Swedia, melaporkan bahwa olahraga yang rutin dan terus- menerus lebih efektif daripada olahraga dengan intensitas yang rendah. Hal ini juga sangat baik karena dapat membuat anak tetap sehat dan terhindar dari obesitas.

Makin meningkat kegiatan fisik anak, maka dapat mencegah naiknya berat badan. Penelitian yang melibatkan 780 anak usia 9-10 tahun itu dilakukan dengan mengukur tingkat aktivitas anak-anak tersebut selama lebih dari 4 hari menggunakan suatu alat yang disebut accelerometer.

Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang melakukan aktivitas fisik lebih dari 40 menit setiap hari memiliki berat badan yang lebih kecil daripada mereka yang hanya melakukan aktivitas fisik selama 10-18 menit per hari.

"Kami menyarankan bahwa aktivitas olahraga yang rutin dan terus- menerus memberikan efek yang lebih besar dalam mencegah anak mengalami obesitas dibandingkan mereka yang lebih sedikit beraktivitas. Di samping itu, aktivitas fisik yang lebih lama dapat memperbaiki kondisi kardiovaskular anak," ujarnya dalam studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition.

Aktivitas fisik akan lebih berat bagi anak-anak dan remaja yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karenanya, para dokter menyarankan mereka untuk melakukan latihan fisik secara bertahap. Pilihlah jenis latihan untuk anak yang bersifat memperkenalkan permainan baru yang menyenangkan dan menarik hati mereka.

Selain itu, variasi latihan perlu diberikan agar tidak timbul rasa bosan anak, misalnya dalam memilih bola pilihlah yang berwarna-warni dengan ukuran berbeda. Akan lebih baik lagi jika anak diberikan program latihan sedini mungkin yang disesuaikan dengan perkembangan fisik mereka.

READ MORE - Hai...!!! Jangan Nonton TV Melulu ... !!!

Inilah Pengaruh Jejaring Sosial Pada Anak

Pengaruh Jejaring Sosial Dunia Maya pada Anak. Berkembangnya situs jejaring sosial sebagai tren komunikasi masyarakat modern, perlu disikapi para orang tua dengan hati-hati. Pasalnya, anak-anak dikhawatirkan dapat terpengaruh negatif dengan arus informasi yang demikian bebas dalam situs jejaring sosial.

Riset di Inggris baru-baru ini mencatat, 3/4 anak-anak mengunjungi situs jejaring sosial tanpa sepengetahuan orang tua. Rata-rata dari mereka merupakan anak-anak yang pernah dihukum orang tuanya saat ketahuan mengunjungi situs pertemanan macam Facebook atau Bebo.

Inilah Pengaruh Jejaring Sosial Pada Anak

RENTAN: Remaja merupakan golongan usia paling rentan peroleh pengaruh negatif di dunia maya.

"Di Eropa, mayoritas remaja pengguna internet aktif mengakses situs jejaring sosial, dan di Inggris raya, sekitar 3/4 remaja pengguna internet mengakses situs yang sama," tukas peneliti, Profesor Tanya Brown seperti yang dilansir Telegraph, Senin (30/11).

"Bagaimana bisa 90% orang tua tidak membolehkan anaknya mengunjungi situs jejaring sosial?bahkan secara diam-diam, ini pertanda ada masalah dan mengkhawatirkan," tambahnya.

Dia berpendapat, pada dasarnya situs macam fFacebook atau Bobe memiliki batas umur yang berhak mengakses situs. Misalnya, Facebook yang membatasi usia yang berhak mengakses pada usia 13 tahun. Tapi Brown mengingatkan orang tua untuk bersikap hati-hati.

"Anak-anak mendapatkan manfaat dari situs jejaring sosial dimana dia memperluas jangkauan pergaulan dan mengahbiskan waktu dengan teman sepermainan," tukasnya.

"Tapi hal yang terjadi, anak-anak yang mengunjungi situs malahan saling menganggu satu sama lain, lantaran tidak ada satupun yang berbicara dengan mereka tantang komunikasi via dunia maya dan komunikasi sesungguhnya," tambahnya.

Brown menilai, sangat mudah untuk berkomunikasi lewat dunia maya. Cukup tekan tombol kirim maka komunikasi pun berlangsung. Namun dia mengingatkan, sudah seharusnya anak-anak mengetahui maksud dan esensi berkomunikasi lewat dunia maya.

Dari catatan penelitian sebelumnya, tercatat 62% anak-anak berbohong kepada orang tuanya tentang prilaku mereka yang berkaitan dengan dunia maya. Riset tersebut menjelaskan, rata-rata anak sebetulnya tidak memahami apa yang dia lakukan dan dampaknya terhadap mereka. Anak-anak dengan sukses mengelabui orang tua mereka dengan menyembunyikan apa yang sebenarnya dilakukan saat berada di dunia maya.
( republika.co.id )

READ MORE - Inilah Pengaruh Jejaring Sosial Pada Anak

Inilah Pengaruh Buruk Video Pada Bayi

Pengaruh Buruk Video Pada Bayi. Saat ini banyak sekali video yang diperuntukkan untuk bayi dijual bebas di pasaran. Video-video tersebut berisi gambar-gambar lucu yang sangat disukai bayi. Jika dilihat isi dari video tersebut sangat bagus tetapi jika diteliti lebih dalam ternyata juga memiliki dampak buruk.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics, anak yang masih berusia dibawah 2 tahun, harus dijauhkan dari televisi. Hal itu karena beberapa penelitian menunjukkan menonton televisi pada usia dini bisa memicu gangguan perhatian atau konsentrasi pada anak.

Saat anak diberikan tontonan video yang berisi gambar-gambar lucu memang bisa membuatnya lebih tenang. Tetapi ada dampak negatif di kemudian hari yang akan muncul pada anak, yaitu ia akan sulit diatur dan berkonsentrasi.

Meletakkan boks bayi juga sebaiknya jangan berdekatan dengan televisi. Hal itu untuk menghindari paparan sinar televisi yang bisa berdampak negatif pada penglihatan bayi yang masih sensitif.

Dengan fakta tersebut, bukan berarti sebagai orang tua Anda menjauhkan buah hati dari televisi. Tetapi batasi paparan televisi pada anak Anda karena efek negatifnya yang baru akan dirasakan pada kemudian hari. Usahakan saat buah hati menginjak 2 tahun, Anda baru memperkenalkan video-video edukasi.

Sebelum buah hati menginjak usia 2 tahun Anda bisa memberikannya permainan lain yang jauh lebih bermanfaat dan tidak memiliki dampak negatif. Seperti memainkan jari, bercerita menggunakan buku kain, atau menggunakan benda-benda lain disekitar yang aman bagi buah hati. [ vivanew.com ]

READ MORE - Inilah Pengaruh Buruk Video Pada Bayi

Inilah Tips Jitu Mengamankan Facebook Untuk Anak

Apakah Anda melarang buah hati untuk punya akun facebook, karena takut berefek negatif pada perkembangannya? Jika ya, sebaiknya ubah pemikiran Anda. Masalahnya, menurut psikolog Maria Susanti, anak usia bangku TK dan SD sebaiknya jangan dilarang 'bermain' facebook.

"Anak-anak, terutama yang sudah duduk di bangku SD, justru bisa mencari tahu sendiri mendaftarkan diri menjadi anggota facebook. Masalahnya, jika ia tahu ajang bersosialiasi ini dilarang ibunya, bisa jadi ia membuat akun facebook dengan nama palsu. Akibatnya, Anda malah tidak bisa mengawasinya," ujar Maria menambahkan.

Facebook memang ajang bersosialisasi di dunia maya yang fun. Anda saja mungkin menikmati fitur-fitur yang ditawarkan situs yang digagas Marc Zuckerberg ini. Tapi, sebenarnya salah satu ketentuan men jadi anggota facebook adalah harus berusia di atas 13 tahun. Namun, tidak sedikit anak-anak yang punya akun facebook. Apakah salah?

"Sebetulnya, buah hati Anda boleh punya akun facebook. Asalkan Anda harus bisa mengawasinya dengan cerdas, tanpa si kecil merasa dimatai-matai," kata Maria.

Rambu-rambu apa yang dipegang orang tua jika anak ingin menjadi anggota facebook?
  • Saat mengajarkan si kecil untuk mendaftarkan diri menjadi anggota facebook, usahakan untuk mengetahui password-nya. Jikapun tidak, pastikan Anda menjadi teman pertamanya di facebook.
  • Cek isi facebook si kecil untuk mengetahui aktivitasnya secara rutin. Biasanya anak suka mengisi kuis dan bermain game. Bila kuis atau games yang dimainkannya belum layak dia mainkan, sebaiknya berikan penjelasan secara sederhana.
  • Beri penjelasan juga padanya agar tidak menyetujui semua orang yang ingin berteman dengannya. Minta dia untuk menerima teman sekolah atau kursusnya. Jika ada orang dewasa yang tidak ia kenal ingin menjadi temannya, minta dia untuk menanyakan hal itu terlebih dahulu pada Anda.
  • Hati-hati mengisi status Anda. Anda mesti ingat si kecil bisa membaca status Anda.
  • Solusi yang terbaik adalah menemani si kecil saat membuka akun facebook-nya. Minta dia untuk membuka facebook di komputer yang diletakkan di ruang keluarga, sehingga Anda tetap bisa mengawasinya. [ vivanews.com ]

READ MORE - Inilah Tips Jitu Mengamankan Facebook Untuk Anak

Inilah Bahaya Ponsel Dibiarkan Aktif Di Kamar Tidur Bagi Anak

Penemu permasalahan Hand phone seorang ilmuwan kimia Jerman yang bernama roydehayem Folenhurst (bukan Podolsky yah...) memperingatkan bahaya meninggalkan hand phone (peralatan seluler) dalam keadaan hidup dikamar-kamar tidur dalam keadaan hidup terhadap otak manusia.

Dan dia berkomentar dalam pertemuan khusus yang dihadirinya di Munich, sesungguhnya meninggalkan perangkat-perangkat tersebut atau perangkat pengiriman apapun atau menerima sinyal di kamar-kamar tidur akan mengakibatkan kondisi sulit tidur, resah dan bahkan tidak bisa tidur, serta kerusakan pada otak sehingga dalam jangka waktu lama akan berdampak kepada kerusakan sistem kekebalan dalam tubuh.

Dia menekankan dalam jumpa pers bahwasanya ada dua ukuran frekuensi sinyal (radiasi) yang memancar dari seluler, yang pertama 900MHz dan kedua 1.8MHz yang mempengaruhi badan manusia dengan bahaya yang bermacam-macam. Ia engisyaratkan kepada stasiun pengatan Handphone yang kekuatannya menyamai sinar (radiasi) yang erakibat kepada reaksi mikro nuklir sebagaimana reaksi elektromagnetik. Efek yang dihasilkan oleh seluler ini lebih kuat dari radiasi sinar X yang menembus semua anggota tubuh.

Ilmuwan Jerman yang hidup menyendiri dirumahnya di Munich ini mengindikasikan bahwa Handphone mungkin memancarkan energi yang lebih tinggi dari yang diperbolehkan (standard) terhadap syaraf-syaraf dibagian kepala setiap detakan yang dikirimkannya yang mana terpancar dari Handphone yang bernomor radiasi elektromegnetik yang berfrekuensi 900MHz per beberapa detik. Waktu perdetiknya mencapai 546 micro detik, dan rata-rata pengulangan detak adalah 215Hz.

Dalam hal ini juga mengisyaratkan kepada sejumlah realita penyakit yang kebanyakan penderitanya pengguna seluler, seperti pusing-pusing dan rasa sakit lemah ingatan, susah tidur dan gelisah ditengah-tengah tidur, telinga berdengung pada malam hari. Penelitian menunjukan juga bahwa frekuensi yang berlebihan dari perangkat elektromagnetik ini mungkin akan menyebabkan beberapa bahaya kepada otak manusia. Dia menafsirkan dengungan telinga itu disebabkan oleh energi yang berlebihan yang masuk kedalam tubuh manusia melalui seringnya berhadapan dengan gelombang elektromagnetik yang berlebihan.

Professor yang menemukan seluk-beluk Handphone berkata ditengah pekerjaannya di perusahaan elektronika Siemens Jerman bahwa radiasi Handphone menembus sel-sel otak kurang lebih 215 kali tiap detik, satu hal yang menyebabkan meningkatnya prosentase gejala kanker dalam tubuh 4% dari rata-rata kebiasaan.

Berdasarkan informasi dari organisai kesehatan dunia (WHO) bahwasanya ditemukan pada level dunia sekitar 400 juta Hanphone dan kemungkinan jumlah ini akan mencapai 1 milyar (bahkan lebih).

Ilmuwan jerman FolenHurst yang juga sukses dalam menambah kapasitas memory data dari 1 hingga 4 Giga Bytes dan yang telah membuat revolusi dalam pembuatan teknologi data mengukuhkan bahwa dia telah terancam penyakit kanker tulang ditengah pekerjaannya diperusahaan yang luar biasa rumitnya itu.

Dia merasa bahwa ia terpaksa harus pensiun dini dan mulai mengobati dirinya sendiri dari kanker tulang tersebut dengan menggunakan obat-obatan alami seperti biji mangga yang dikeringkan dan bawang putih yang dijemur. Dia mengisyaratkan bahwasanya ditemukan pengaruh yang sangat berbahaya pada kesehatan dalam kondisi umum melebihi batas aman menurut standar internasional bagi pengguna telepon seluler. Ia merekomendasikan agar melakukan penelitian lebih serius mengenai pengaruh penggunaan telepon seluler dalam jangka waktu yang lama sebab kurangnya informasi mengenai hal ini akan mengakibatkan bahaya yang cukup serius.

Professor Jerman tersebut berkata bahwa penyakit kanker pada orang dewasa yang diakibatkan oleh lingkungan tidaku mungkin mengungkapnya kecuali setelah lebih dari sepuluh tahun sejak awal terjangkitnya, oleh karena itu haruslah memprioritaskan pelaksanaan penelitian dalam jangka waktu yang lama. Dia juga mengisyaratkan bahwa Uni Eropa mulai melaksanakan penelitian seputar pengaruh-pengaruh Handphone terhadap kesehatan masyarakat karena perusahaan-perusaha an yang memproduksi dan memasarkan Handphone tidak memberikan informasi tentang pengaruh-pengaruh seluler saat penggunaannya dalam waktu yang cukup lama karena penelitian-peneliti an ini belum berjalan sebelumnya karena penggunaannya masih baru.

Pada sisi lain ia berkata bahwa sesungguhnya sesuatu yang biasa, sebagian sel biasa berubah menjadi sel-sel kanker didalam tubuh manusia akan tetapi sistem kekebalan didalam tubuh akan berfungsi apabila tubuh itu sehat. Ia menemukan bahwasanya ketika meneliti sel otak dan radiasi yang terpancar dari Handphone prosentase perkembangan kanker meningkat didalam sel dari 5% sampai 59%.

Dia juga menandaskan bahwa tidak pernah menggunakan Handphone didalam hidupnya karena pengetahuannya tentang bahayanya terhadap kesehatan manusia. Dia berkata sesungguhnya menolak menggunakan perangkat elektronik apa saja dirumahnya seperti televise, computer atau internet karena mempertimbangkan bahayanya terhadap kesehatan dalam jangka waktu yang panjang. Dia mengajak untuk menjauhi Hanphone dari kamar-kamar tidur atau mematikannya total setelah berhenti dari aktif untuk mengurangi waktu yang ada bersamanya dalam tempat tertutup karena pengaruh radiasi bertambah terhadap orang tidur khusunya mata dan motorik otak.

Ilmuwan kimia Jerman itu memperingatkan dalam penutupan dialog yang dilaksanakan bersamanya ditempat organisasi Al Shadaqah (persahabatan) di Munich tentang bahaya dari seluler atau elektronika secara umum terhadap kesehatan anak dan terhadap sistem tubuh perasa (sensitive) dibandingkan dengan orang dewasa seperti otak dan hati. Dia berkata sesungguhnya perangkat modern merupakan sebab utama meningkatnya macam-macam penyakit yang banyak secara merata di Negara-negara maju.

Ilmuwan Jerman tersebut yaitu Professor dalam bidang kimia industri menghabiskan 45 tahun dari hidupnya dalam penemuan-penemuan teknologi, ia membawa disakunya aluminum sepanjang satu lengan sebagai alat untuk membatasi sumber radiasi ditempat tertutup dimana saja seperti dikantor, dan kamar tidur, sebagaimana ia menggunakan alat itu untuk menentukan arah Ka'bah Qiblat yang mulia.

Dan ia berkata bahwasanya ia tidak sempat menikah dan membina rumahtangganya disebabkan kesibukan yang terus menerus dalam penemuan-penemuan besar yang membuahkan penyakit kanker baginya. Ia berkata sambil berkelakar: "Hanya saja aku bangga telah berbuat untuk bangsaku Jerman dan untuk dunia ini, dan aku juga bangga karena aku bisa mengidentifikasi sel-sel kanker ditulangku dan kuperhatikan perkembangannya didalam rumahku jauh dari dokter-dokter dan rumah sakit."!

READ MORE - Inilah Bahaya Ponsel Dibiarkan Aktif Di Kamar Tidur Bagi Anak

Bahaya Vedeo Game Bagi Anak

Bahaya Vedeo Game Bagi Anak. Anak-anak yang bermain video game lebih dari satu jam sehari berisiko lebih besar menderita sakit pada pergelangan dan jari-jari. Menurut Dr. Eric Ruderman, seorang associate professor di bidang obat-obatan di Northwestern University's Feinberg School of Medicine, penemuan ini menunjukkan kalau bermain video game tidak baik untuk perkembangan otot dan tendon anak-anak. Akan tetapi, karena anak tidak diperiksa, kemungkinan menimbulkan kerusakan jangka panjang dan jumlah durasi main yang aman belum bisa dipastikan.

Studi ini berawal dari ide Deniz Ince, anak berusia 11 tahun yang mengalami sakit jari saat memeras jeruk. Deniz, yang gemar main video game, ingin tahu apakah kebiasaannya bermain video game merupakan penyebab rasa sakit yang ia rasakan. Dengan bantuan ayahnya (seorang rheumatologist) dan para peneliti dari New York University, siswa kelas 5 ini membagikan kuesioner kepada 171 teman sekolahnya yang berusia 7-12 tahun.

Sekitar 80% dari mereka melaporkan bermain game yang menghibur (Xbox, PlayStation, Wii dan sejenisnya) atau peralatan yang menggunakan tangan lainnya (termasuk iTouch, iPhone dan PlayStation Portable). Sekitar setengah dari partisipan melaporkan menggunakan kurang dari satu jam sehari, sekitar 1/3 menyatakan bermain 1-2 jam sehari, 7% melaporkan bermain hingga 2-3 jam sehari dan 6% melaporkan bermain lebih dari 3 jam sehari.

Studi menemukan, setiap satu jam tambahan bermain video game setara dengan peningkatan risiko mengalami rasa sakit sebesar 50%. Selain itu, anak-anak yang lebih muda lebih berisiko mengalami rasa sakit di pergelangan tangan dibandingkan anak yang lebih tua.

"Semakin muda usianya, maka risiko mengalami rasa sakit semakin besar," tutur study's senior author, Dr. Yasuf Yazici,seperti dikutip situs healthday."Anak berusia 7 tahun yang bermain selama 2 jam berisiko lebih besar menderita sakit dibandingkan anak berusia 10 tahun yang main dengan durasi sama."

Apa penyebab perbedaan ini? Peneliti mengaku belum menemukan alasan yang jelas, tapi kemungkinan karena otot-otot dan tendon anak yang lebih muda masih berkembang. Gerakan yang sama, terang Yazici, menyebabkan tekanan yang lebih berat pada tangan anak yang lebih muda dibandingkan anak yang lebih tua.

Sekitar 12% dari partisipan menyatakan mengalami rasa sakit di jari yang cukup parah sehingga membatasi frekuensi main video game mereka. Dan sekitar 10% anak melaporkan merasakan sakit di pergelangan sehingga membatasi durasi bermain mereka.

"Orangtua perlu memonitor apa yang dilakukan anak-anak mereka," terang Ruderman."Dua atau tiga jam bermain video game sehari bagi anak berusia 7 atau 8 tahun masih terlalu banyak." [ suaramedia.com ]

READ MORE - Bahaya Vedeo Game Bagi Anak

Inilah Manfaat Positif Video Games Untuk Si Kecil

Manfaat Positif Video Games Untuk Si Kecil. Seberapa sering Anda main video games, baik sendiri maupun menemani si buah hati? Video games merupakan salah satu hal yang sangat digemari anak-anak, namun ditakuti orang tua karena identik dengan ketergantungan, pemecah konsentrasi, dan menurunkan kecerdasan.

Padahal, di balik sisi negatifnya, video games juga memiliki beberapa manfaat positif yang dibutuhkan seorang individu, termasuk buah hati Anda. Tahukah Anda jika video games; 
  • Dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengembangkan wawasan anak (seperti permainan interaktif yang memberikan pengetahuan jika terjadi kebakaran apa yang harus ia lakukan)
  • Merupakan hiburan yang menyenangkan dan bisa menurunkan stres anak. Di sisi lain, diskusi tentang cara bermain video games tertentu bisa membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan interpersonal.
  • Membangun spirit persaingan, teamwork dan kerja sama ketika dimainkan bersama-sama.
  • Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi – terutama anak perempuan, yang tidak menggunakan teknologi sesering anak laki-laki.
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak saat mereka mampu menguasai permainan.
  • Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah.
  • Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik.
  • Mengakrabkan hubungan anak dan orangtua. Dengan main bersama, terjalin komunikasi satu sama lain.
  • Dapat membuka wawasan, menambah pengetahuan, meningkatkan kemampuan dan juga atensi terhadap objek-objek yang dilihat (atensi visual). 
Karena itu, asal tidak berlebihan, sediakanlah waktu dan fasilitas video games untuk anak Anda. Supaya semakin menyenangkan, Anda perlu memilih televisi yang gambar dan suaranya optimal. Panasonic Viera hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda. Dengan speaker system terbaru, Panasonic Viera A Series mengembangkan unit-unit speaker secara khusus yang mampu menghasilkan suara berkualitas tinggi yang bahkan melebihi spesifikasi aslinya. Bass yang powerful dan nuansa akustik yang tinggi dapat dihasilkan dengan cara mengarahkan unit speaker ke bawah. Suara yang dihasilkan pun sejernih kristal.

Selain kejernihan suara, Panasonic Viera A Series juga dilengkapi dengan fitur Wide Viewing Angle, yang memastikan seluruh tampilan gambar terlihat jelas meski dilihat dari berbagai sudut. Bukaan gambar yang lebar pada transmisi backlight meningkatkan kontras antara gambar gelap dan terang sekaligus meningkatkan respon untuk gambar bergerak. Untuk menambah kepuasan ber-video game – ria, Anda dapat men-switch Panasonic Viera A Series ke Game Mode untuk mendapatkan resolusi gerak dan detail yang cermat.

Jangan khawatir dengan waktu pemakaian yang panjang jika Anda memutuskan untuk mengundang teman-teman Anda untuk main game bersama. Panasonic Viera A series tahan lama hingga 60,000 jam, sampai Anda berhasil memenangkan permainan! [ kompas.com ]

READ MORE - Inilah Manfaat Positif Video Games Untuk Si Kecil

Ada berbagai alasan yang diberikan orang tua soal disediakannya TV di kamar anak

"Yang tidak diajarkan televisi adalah cara membunuh televisi," kata Taufik Ismail. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan untuk melindungi anak-anak kita?

Kalimat Taufik Ismail di atas adalah petikan dari syair Malu Aku Jadi Orang Indonesia. Bagi kita, apa yang diungkap Taufik Ismail itu semoga bisa menjadi energi pendorong agar kita bergegas menyelamatkan anak kita masing-masing dari bahaya televisi yang isinya penuh dengan vulgarisme, seperti kekerasan, pornografi, dan gosip.


Di tengah situasi buruk itu, ada fakta “berdasar laporan satu koran terbitan Surabaya di tahun 2007-- bahwa banyak orang tua yang dengan alasan menyenangkan anak, justru menyediakan televisi di masing-masing kamarnya.


Fenomena di atas sungguh mencemaskan, sebab “ternyata- banyak orang tua yang merelakan anaknya "diasuh" oleh kotak ajaib yang bernama televisi (TV). Bahkan, ada yang sejak berusia tiga tahun sudah "diasuh" TV.

Ada berbagai alasan yang diberikan orang tua soal disediakannya TV di kamar anak. Ada yang berdalih sekadar memenuhi permintaan anak. Ada yang beralasan karena ingin memberikan hiburan ke anak setelah lelah belajar.

Benarkah sikap orang tua itu di tengah situasi (hampir) semua TV memberhalakan rating, yang salah satu implikasi logisnya adalah mengabaikan moralitas? Beralasankah memberikan keleluasaan menonton TV tanpa kontrol, di tengah kenyataan bahwa bagian terbanyak isi siaran TV kita berpotensi merusak akhlak? Sudahkah para orang tua itu mengkalkulasi untung-rugi dari sikap memberikan kemerdekaan memegang kendali penggunaan TV? Relakah kewajiban dan tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak diambil alih TV?

Sungguh, janganlah orang tua pura-pura tak tahu, bahwa anak-anak itu banyak belajar dari apa yang mereka tonton. Bukankah para orang tua patut mengerti bahwa daya imitasi (peniruan) anak-anak itu kuat sekali?

Ada laporan bahwa anak-anak mengkonsumsi siaran TV 30 - 35 jam tiap pekan. Artinya, dalam sehari anak-anak "berguru" ke TV sekitar 4,5 jam (Jawa Pos, 17/8/07). Apa akibatnya?

Lihatlah gaya berbahasa mereka. Perhatikanlah ekspresi mereka saat berkomunikasi dengan orang lain. Cermatilah cara mereka berdandan. Sangat terasa pengaruh siaran TV bagi mereka.

Yang jelas, berbagai bukti akibat negatif siaran TV terhadap perilaku anak telah nyata tersaji. Lihatlah akibat buruk acara Smack Down yang pernah ditayangkan salah satu stasiun TV. "Terinspirasi" adegan kekerasan, terbit keinginan untuk menirunya. Akibatnya, sejumlah anak cedera dan sebagian di antaranya meninggal. Masya-Allah!

Buku, Buku!

Sangat mendesak, untuk bersama-sama mengatasi masalah TV yang mampu "menyihir" anak-anak. Untuk itu, ada berbagai modus menjauhkan anak dari TV. Ada yang menerapkan model 'nonton tapi selektif'. Misalnya, yang boleh ditonton hanya siaran tertentu seperti berita, Kuliah/Ceramah Subuh, atau sinetron bernuansa religius.

Yang menarik, ada juga yang memilih untuk sama sekali "menceraikan" TV. Bukan karena tak ada uang untuk membeli TV, tapi semata-mata untuk menjauhkan sejauh-jauhnya â€Å“kotak ajaib yang berpengaruh negatif bagi kejiwaan anak itu dari rumah.

Tapi, mereka memberi substitusi/pengganti bagi tetap terpenuhinya hak-hak anak untuk terus mendapatkan informasi/ilmu pengetahuan. Sadar bahwa membaca itu memberi rangsangan paling kompleks bagi otak, maka disediakanlah perpustakaan pribadi di rumah. Koleksi buku diusahakan selalu bertambah. Jika melakukan rekreasi, pergi ke perpustakaan umum atau ke toko buku menjadi pilihan utama. Intinya, anak-anak dikondisikan untuk mencintai buku dengan membacanya.

Dengan cara itu, mereka yakin bahwa tanpa TV mereka tak akan pernah ketinggalan informasi mutakhir. Bukankah masih ada media pembelajaran yang lain seperti buku, ensiklopedi, dan lain-lain? Bukankah masih ada koran dan majalah, yang sekalipun juga punya peluang dampak negatif, tetapi tak sevulgar TV?

Diyakini, anak-anak itu tetap bisa tumbuh normal, sehat, cerdas, penuh percaya diri, dan santun jika mereka dijauhkan dari TV, yang telah ‘mengajarkan’ berbagai cara kekerasan (baik yang berdimensi seksual, kriminal, politik, dll). Sungguh, jauh lebih banyak manfaatnya jika kita suka ˜bermesraan" dengan buku (atau bahan bacaan lain) ketimbang suka berdekat-dekat dengan TV.

Maka, masihkah kita akan betah berjam-jam memelototi TV? Relakah kita dibodohi TV yang lebih sering menjajakan mimpi? Sudikah anak-anak kita yang sedang tumbuh-kembang diasuh oleh ‘pengasuh’ bernama TV dengan mata pelajaran utama kekerasan dan pornografi?

Sebaliknya, seringkah kita berdialog dengan bacaan berkualitas? Kerapkah kita berdiskusi dengan buku-buku bermutu? Sudahkah kita merasakan ˜surga dunia dengan berlama-lama khusyu' ˜Taman Bacaan" atau di perpustakaan?

Rawatlah terus minat kita (terutama minat anak-anak kita) dalam membaca, agar selamat. Akrabilah buku. Baca, dan teruslah membaca! Khusus bagi yang beragama Islam, akan jauh lebih bermakna jika disertai niat untuk mengamalkan ayat ini: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (QS Al-Alaq [96]: 1). / ( hidayatullah.com )

READ MORE - Ada berbagai alasan yang diberikan orang tua soal disediakannya TV di kamar anak

Antara Narkoba dan Video Game Untuk Anak. Pilih Mana ?

Antara Narkoba dan Video Game Untuk Anak. Pilih Mana ? Seorang psikolog asal Jerman mengklaim bahwa memainkan game komputer secara psikologis dapat membuat kecanduan. Serupa dengan candu-candu lainnya yang biasa dikonsumsi.

Klaus Woelfling, psikolog dan kepala Clinic for Gaming Addiction di University of Mainz menyebutkan bahwa jika pengguna memutuskan hubungan dengan komputer, mereka akan melalui gejala klasik seperti mengucilkan diri.

Seperti VIVAnews kutip dari Top IN News, 2 Agustus 2009, Woelfling memperingatkan bahwa pecandu yang tidak dapat mengakses game mereka juga bisa memperlihatkan gejala seperti detak jantung yang tidak normal ataupun keringat yang berlebih.

Ini serupa dengan orang yang mulai berhenti menggunakan obat-obatan meski Woelfling tidak menyebutkan apakah pecandu game juga mengalami halusinasi saat mereka berhenti bermain. Akan tetapi, sejumlah pemain memang memimpikan game yang merka mainkan saat tertidur.

Umumnya, masalah hanya muncul ketika pemain tidak lagi bisa membuat keputusan rasional seputar waktu memulai, mengakhiri dan durasi dari waktu bermain mereka dan merasa tidak mampu menahan diri untuk tidak bermain. "Orang-orang seperti ini merupakan pecandu dan perlu mendapatkan perawatan semestinya," kata Woelfling. "Jika teman-teman atau keluarganya melihat tanda-tanda seperti ini, mereka harusnya membicarakan hal tersebut tanpa perlu menuduh atau menghakimi," ucapnya.

Menurut Woelfling, banyak pecandu game yang tidak nyaman mendiskusikan masalah yang mereka alami.

ooOoo

Mencegah Si Kecil Kecanduan Bermain Video Game.

Saat ini, banyak anak-anak tidak suka bermain di luar rumah dan cenderung bermain video game. Mereka bahkan bermain hingga ketagihan dan lupa belajar. Jika sudah demikian, tentu saja akan berdampak negatif pada nilainya di sekolah.

Tidak hanya itu, ketagihan bermain video game juga berefek buruk pada perkembangan psikologisnya. Anak bisa menjadi lebih agresif dan sulit diajak berkomunikasi. Hal itu karena pikirannya terfokus pada video game. Untuk itu, sebelum si kecil ketagihan bermain video game Anda bisa melakukan beberapa pencegahan.

Ketahui jenis permainan

Saat membelikan kaset video game Anda harus mengetahui isinya. Jangan langsung mengiyakan jika si kecil minta dibelikan kaset terbaru. Periksa dulu apakah permainan tersebut menimbulkan kecanduan atau tidak. Lalu, ketahui juga apakah untuk memainkannya butuh waktu lama. Lebih teliti dalam memilih permaianan yang akan dibelikan. Jangan sampai Anda membelikan barang yang malah merusak si kecil.

Terapkan sistem hadiah

Televisi dan video game adalah dua hal yang berisiko tinggi membuat si kecil ketagihan. Untuk itu kurangi waktunya untuk bermain video game dan menonton televisi. Jika si kecil berhasil mengurangi waktu menonton dan bermain, berikan hadiah kecil padanya. Dengan begitu, ia akan merasa terlalu banyak menonton televisi dan bermain video game tidak baik untuknya dan Anda menghargai jika ia mengurangi waktu untuk itu.

Disiplin dengan jadwal

Buatlah jadwal kegiatan si kecil secara merinci dan tuliskan di papan atau karton yang menarik. Libatkan juga si kecil dalam pembuatan jadwal tersebut. Mintalah si kecil untuk menaati jadwal yang telah dibuat, Anda pun bisa mengontrol waktunya bermain video game ataupun menonton televisi. Jika ia tidak menaatinya, berikan hukuman. Misalnya dengan mengurangi waktunya menonton atau bermain video game.

Liburan keluarga

Jika Anda merasa si kecil terlalu banyak bermain video game, jangan langsung menyalahkannya. Mungkin juga ia banyak bermain karena Anda tidak punya cukup waktu untuknya. Buatlah jadwal liburan keluarga, ajak si kecil bermain di pantai, gunung atau sekedar berenang. Dengan begitu, ia tahu banyak permainan seru selain video game.

Ajak diskusi

Jika si kecil sudah menunjukan tanda-tanda ketagihan seperti sulit dibatasi atau membantah keras saat dilarang segera ajak dia berdiskusi. Bicarakan padanya efek buruk dari terlalu banyak bermain video game. Ia tidak hanya akan kehilangan waktu untuk beljar tetapi juga bisa tidak mendapatkan teman baru. Dengarkan juga saat si kecil bicara dan jangan memotongnya. Dengan begitu ia akan merasa dihargai. [ VIVAnews ]

READ MORE - Antara Narkoba dan Video Game Untuk Anak. Pilih Mana ?

The baby toy of all time?

The baby toy of all time? - Baby beanies haven't been around that much since they were "born" only in 1994 when Ty Warner introduced the first baby beanies in the market. Not many people know that a baby beanie or more officially known as beanie baby were first made by him. He made the baby beanie to be more lifelike by giving it more air. In other words, there was less stuffing inside each baby beanie. The usual baby toys were stuffed to the hilt and they were stiff. While Ty's beanie baby was half filled with stuffing and half filled with beans. Hence the name beanie baby. Other competitors sneered and said that his toys would not last long. But exactly the opposite is what happened!

Now, the "original nine" as they are officially referred to are the first nine baby beanies Ty Warner made.  These are the Spot the dog, Squealer the pig, Patti the platypus, Cubbie the bear, Chocolate the moose, Pinchers the lobster, Splash the killer whale, Legs the frog and Flash the dolphin. Collectors have dubbed them as such since these where the first baby beanies available that were selling at less than $5.00 each. Each baby beanie comes with a short poem to introduce it to the toddler. This was written on a red heart-shaped tag that is attached by the animal's ear.

Not much is known how many baby beanies are totally in existence since there are lines developed that create a family of baby beanies. The most famous is the teddy-bear baby beanie that was created. The basic pattern was just re-used and different colors were utilized to create a family. Different names were given to each teddy bear in keeping with the tradition of having a name. Some teddy bear baby beanies are usually used for commemmorative uses such as in the Fourth of July or there is a Diana, the Princess of Wales have been made as a commemmorative collector's item.

However, the official baby beanies were mostly animal shapes such as cats and pigs, dogs and hippopotamuses. These are usually brightly colored and stylized to make them pleasing in the eye. The official baby beanie comes with his or her own name. It has its own date of birth. And most important of all, a short poem that describes its personality.

The baby beanie crazed happened in the late 1996 when a frenzied collection of baby beanies started. This prompted Ty Warner to retire some of the baby beanies to  hype up even more the sales and marketing side of his products. There were people who bought wholesale in anticipation of the possible future value of a single baby beanie. However, as with other fads that easily rise and can be easily forgotten, the baby beanie craze was just another fad that quickly fizzled. Or what the expectation of those "investors" did not materialize at all.

Inspite of what happened, baby beanies are here to stay since babies usually prefer soft  toys that they can easily hug and bite and hold easily in their hand.  Baby beanies need not be in the same family of baby beanies to be appreciated. A colllection of baby beanies show the kind of personality the baby has  or it speaks the kind of personality the giver has.

READ MORE - The baby toy of all time?

Baby games to play at the Baby Shower

Baby games to play at the Baby Shower - Babies are so much fun. But baby games shower are much more fun since moms-to-be, godparents, grandparents, and other invitees in the baby shower can get to play childish games again. Some of the baby game shower that can be played include Sing It, Baby!, Measuring up Mommy, Here's Looking at You, Kid!, Don't Say Baby, Baby Truth or Dare,  The Seventh Gift,  and Dig out the Pins.

These baby games are the common baby game showers usually played. They are a great way that would let the guests mingle and get to know each other, if they aren't acquainted yet. This is also another great way to give honor to the mom-to-be for having that precious baby on the way.

How do we play these baby game showers? Here is the run-down on how to play the baby game shower and create good memories of a great baby shower.

In Sing It, Baby!, the guests participants form a circle. They can sit or stand. Then, each guest must sing a line or two from a song that has the word "baby" in it. When the first game player has finished, the next person seated on her right has ten seconds to sing another "baby" song. "Baby" songs cannot be repeated, thus, participants who repeat a song or cannot think of a "baby" song gets booted out of the game. Last person singing in this baby game shower wins the prize!

How big has mommy become? Measuring Up Mommy is the baby game shower to play as this gives the guests the freedom to measure mommy's size. Have a couple of toilet paper rolls ready and ask each participant to estimate the size of mommy's girth by cutting the toilet paper to their guess size. Then each one wraps around the new mommy's stomach the toilet paper they cut. The nearest length approximating to the mommy's stomach wins the prize!

Remember how you looked when you were a baby? This game takes you down memory lane as you need to dig up those baby pictures of yours. Because you need them to play the baby game shower Here's Lookin' At You, Kid! Before the party itself, request all the guests coming to bring the cutest baby picture of themselves. Upon their arrival, secure each baby picture and assign a number per picture. During the game, lay all baby pictures and give each participant paper and pen and ask them to identify as many baby pictures as they can. The guest with the most number of correct guesses is the big winner.

This baby game shower makes you NOT say what you are suppose to be attending to! The game Don't Say Baby is precisely that! Don't say "baby" during the entire length of the baby game shower for the diaper pin that was given to you upon your arrival will be taken away from you. The person with the most number of diaper pins collected at the end of the shower party wins a prize.

This baby game shower is for those who love baby trivia and the like. Play Baby Truth or Dare by writing down some baby trivia, some correct and others purposely written incorrectly. During the baby game shower, ask randomly if the baby facts are either true or false. Those who guess correctly gets a prize while those who don't will be dared to perform in front of everyone else.

We all know that the single lady who catches the bride's wedding bouquet is said to become the next bride. In The Seventh Gift, it is not so much a baby game shower but more of a fable that says that the giver of the seventh gift unwrapped will be the next expecting mother. However, avoid "planting" the seventh gift.

Last but not the least, Dig Out the Pins is the baby game shower that tests the agility of the guests as they fish out the most number of diaper pins from a large bowl filled with uncooked rice and diaper pins in under two minutes. The participant that has the most number of pins brings home the prize.

READ MORE - Baby games to play at the Baby Shower

Mencegah Kecelakaan Saat Anak Mulai Libur

Mencegah Kecelakaan Saat Anak Mulai Libur. Seharusnya rumah merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk anak-anak. Ada tempat tidur, ada orangtua untuk menjaga. Namun, pada kenyataannya, rumah juga bisa jadi salah satu lokasi yang berbahaya untuk anak.

Anda tentu masih ingat kasus anak Mike Tyson, Exodus (4 tahun), yang meninggal akibat kelalaian pengawasan orangtuanya. Gadis cilik ini meninggal tercekik tali yang tersangkut di treadmill. Kecelakaan yang mungkin terjadi di rumah tidak hanya yang berada di sekitar alat olahraga, tetapi juga bagian rumah lainnya. Everydayhealth.com menerangkan bahwa sebuah lembaga kesehatan di Amerika Serikat telah menyatakan bahwa ada 5 hal yang berpotensi berbahaya bagi anak-anak di rumah. Yang mengerikan, sesuatu yang berbahaya ini biasanya tersembunyi, sehingga tak diperhitungkan oleh orang dewasa. Berikut adalah beberapa benda berbahaya yang ada di rumah:

1. Magnet.

Benda ini sudah semakin banyak jenis dan bentuknya. Tak jarang dalam ukuran yang kecil-kecil, dan sering ditempel di pintu lemari pendingin. Magnet pun banyak digunakan pada mainan anak-anak, seperti pada permainan rancang bangun. Jika ada bagian-bagian kecil dari mainan tersebut yang bentuknya besi atau magnet tertelan, bisa sangat berbahaya. Jika terdapat 1 benda metal dan 1 benda magnetik yang tertelan, mereka bisa saling tarik-menarik di dalam perut. Ketika ini terjadi, usus atau lambung bisa terluka, menciptakan lubang, sumbatan, infeksi, dan kematian jika tak langsung ditangani. Biasanya gejalanya tak langsung ketahuan dan sulit dideteksi, apalagi jika si anak menelannya di luar pengawasan Anda. Kebanyakan orangtua akan membiarkan dan menunggu magnet tersebut keluar dengan sendirinya. Padahal ini bisa berbahaya jika tersimpan di dalam perut terlalu lama.
Awasi terus anak Anda. Jika memiliki anak kecil di rumah, sebisa mungkin simpan barang-barang yang kemungkinan tertelan agar jauh dari jangkauannya.

2. Barang-barang atau makanan yang kedaluwarsa

Para orangtua harus lebih waspada akan produk-produk yang sudah lewat masa berlakunya. Apalagi produk-produk yang palsu. Perhatikan terus berita-berita, untuk memastikan bahwa makanan dan produk yang Anda berikan kepada si kecil aman dikonsumsi. Hal ini juga termasuk dengan produk gagal yang tanpa sengaja lolos ke pasaran. Ikutlah perkumpulan atau milis-milis seputar kesehatan keluarga guna memperkaya pengetahuan dan berita.

3. Terjungkal/Kejatuhan

Rak buku, televisi, dan barang-barang berat lainnya bisa menjatuhi anak atau membuat anak-anak jatuh. Kematian dan kecelakaan terjadi ketika anak-anak memanjat, kejatuhan, atau menarik barang yang tinggi atau di atas lantai. Barang-barang yang berada di atas televisi pun bisa membuat si kecil tertarik untuk menggapainya. Jadi, jangan taruh benda apapun dekat atau di atas televisi. Sebisa mungkin tidak menggunakan taplak meja yang bisa digapai si anak, agar ia tidak menggapai taplak meja tersebut, lalu tertimpa barang-barang di atasnya.

Usahakan agar menaruh furnitur di tempat yang stabil. Untuk memastikan bahwa barang-barang tak akan terjatuh dan menimpa si kecil, sebisa mungkin furnitur tersebut terpaku pada ubin atau menyatu dengan tembok. Saat ini sudah ada rumah-rumah yang memiliki furnitur paten. Perhitungkan barang-barang apa yang bisa tergapai oleh anak, dan solusi agar tidak mencelakakan si anak.

4. Jendela dan tirai

Biasanya anak-anak suka memainkan hal baru. Termasuk memanjat jendela. Nah, di daerah jendela ini terdapat bahaya-bahaya tersembunyi. Misalnya, tirai yang ada tali untuk mengatur gerakannya atau tali untuk menyangkutkan tirai tersebut. Tali-tali itu bisa mencekik si kecil jika ia salah bergerak. Atau ia bisa memanjat terali, dan melepaskan pegangannya ketika di atas. Untuk mencegah kecelakaan, jangan meletakkan tempat tidur bayi dekat dengan tirai atau jendela. Jangan mengandalkan kasa pada jendela, karena bisa terbuka dengan mudah oleh manusia, bahkan anak-anak. Perhatikan tali yang ada di sekitar tirai jendela, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

5. Seputar air dan kolam

Entah sudah berapa pemberitaan yang mengabarkan kematian anak-anak akibat tenggelam. Entah itu di kamar mandi, di kolam ikan, sumur dekat rumah, bahkan di kolam renang. Bahkan air genangan pun bisa mengakibatkan kematian pada anak. Di kolam renang terdapat penyedot air yang cukup kuat. Ini bisa menghisap anak-anak, atau rambut anak-anak. Begitu pula lubang pengeluaran air yang bisa membuat kaki anak-anak tersangkut, dan membuatnya tak bisa berenang ke atas. Jangan pernah lengah meninggalkan anak berdekatan dengan air. Begitu pula dengan sumur. Tutup dan berilah pagar agar si kecil tidak mendekatinya.

ooOoo


Cegah Kecelakaan Saat Anak Mulai Libur

Hari libur telah tiba. Inilah saatnya menghabiskan energi di luar kelas dan ruangan. Bagai kuda lepas dari kandangnya, anak-anak akan bersuka ria tanpa peduli bahaya yang mengintai. Karena itu, ada baiknya para orangtua memperhatikan keselamatan anak-anak. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

Periksa mainan beroda

Periksa roda-roda dan perangkat keselamatan anak. Jika anak senang main sepeda, skateboard, sepatu roda, pastikan mereka mengenakan perangkat keselamatannya. Helm, pelindung lutut, pelindung siku, harus selalu dikenakan. Karena Anda tak bisa selalu mengawasinya, kan? Tak jarang pula anak-anak terpaksa masuk rumah sakit karena ia mengalami luka karena tergores besi sepeda yang sudah berkarat. Atau karena busa pelindung pegangan sepedanya sudah terlepas, dan pinggiran besi di sisinya terbuka, ini juga bisa menjadi risiko menggores kulit. Siapkan waktu untuk membawa sepeda ke bengkel sebelum musim liburan untuk mengecek bagian-bagian masih dalam keadaan baik, dari rem, rantai, tak ada bagian yang berkarat, dan tak ada besi yang mencuat.

Kenali gejala gegar otak

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Akan lebih baik jika Anda memahami gejala-gejala apa yang bisa terjadi pada anggota keluarga agar bisa ditangani dengan baik. Biasanya beristirahat total akan membantu menyembuhkan. Namun, bisa jadi lebih parah jika anak mengalami gegar otak ringan berturutan. Gegar otak dalam waktu dekat bisa memengaruhi kondisi otak, koordinasi otak, cara bicara, bahkan memori.

Jika kepala anak baru saja terkena guncangan hebat, awasi gejala gegar otak, seperti; kebingungan, kehilangan memori, pusing, sakit di bagian kepala, dengingan di kuping, sulit bicara, mual, atau muntah-muntah. Ada pula kemungkinan gejala yang tak terlihat, lebih baik bermain aman. Sebaiknya periksakan pada dokter jika anak baru saja mengalami trauma pada kepala, entah itu benturan keras, terjatuh langsung ke kepala, terantuk sesuatu, atau kejatuhan barang. Tak banyak diketahui orang, bahwa gegar otak tak selalu diiringi dengan pingsan, bahkan terkadang tak ada benjolan sama sekali.

Pastikan ia selalu terhidrasi

Jika anak Anda termasuk anak aktif, dan sering bergerak. Pastikan ia selalu meminum air putih yang banyak dalam sehari. Anak-anak senang bermain sepuasnya di luar ruangan. Udara di luar saat ini bisa sangat panas sekali. Tanpa mereka sadari, mereka bisa mengalami dehidrasi jika terus-terusan bermain. Semangatnya akan menguburkan tanda-tanda kelelahan yang diteriakkan tubuhnya.

Jika Anda bisa mengawasi anak saat bermain, panggilah anak Anda dan teman-temannya untuk minum air setiap setengah jam sekali. Jika tak bisa, bekali ia dengan air minum yang cukup.

Jangan lengah di kolam renang

Tak ada anak yang aman ketika ia di kolam renang sendirian. Salah satu miskonsepsi yang dipercaya para orangtua adalah ketika anaknya menginjak usia 6-8 tahun, mereka sudah aman di kolam renang. Padahal, meski mereka sudah belajar renang sejak kecil pun, anak kecil bisa saja tiba-tiba letih ketika di kolam renang sebelum mereka mencapai pinggir kolam. Banyak pula yang menganggap, anak-anak pasti akan meronta-ronta dan ribut ketika sedang menghadapi bahaya dan akan tenggelam. Karena, anak yang tenggelam lebih banyak tidak bersuara, sehingga lepas dari pengawasan. Pastikan Anda mengawasinya, atau paling tidak harus ada yang mengawasinya ketika ia sedang di kolam renang.

Pilih sepatu yang pas

Anak-anak bisa menyakiti kakinya jika ia tak mengenakan sepatu yang pas. Jika anak Anda adalah tipe anak yang sering berlari, senang beraktivitas, persiapkan sepatu dengan fungsi khusus olahraga, ketimbang memberikannya sepatu bersol rata untuk gaya atau jalan. Karena jika solnya tidak terbuat dari karet yang fleksibel, ini bisa mengganggu gerakannya dan membuat kakinya mudah lecet. Ingatkan anak Anda untuk pemanasan sebelum ia mulai berlarian bersama teman-temannya, dan biasakan ia untuk pendinginan dengan sepatu larinya.

Biasakan untuk mengajak anak latihan di lahan berbeda

Jika anak Anda termasuk aktif, yang senang dengan aktivitas olahraga, sering berlatih lari, sesekali ganti lokasi berlatihnya. Misalnya, jika anak Anda sering berlatih di lapangan yang sama, ajak ia untuk mengubah lokasi berlatihnya. Karena jika si kecil terbiasa berlatih lari atau olah raga di tempat yang sama, kakinya akan menjadi kaku. Sesekali ajak dia berolahraga atau sekadar berjalan di lokasi hutan-hutan yang kondisi jalannya naik turun. Ini untuk memaksimalkan otot dan pergerakan sendi dan otot-otot di kakinya.

Jangan lupa juga untuk memvariasikan olahraganya. Jika ia biasanya berlatih basket, siapkan waktu untuk berenang atau naik sepeda, olahraga yang tak terlalu memberikan beban pada telapak kakinya.

READ MORE - Mencegah Kecelakaan Saat Anak Mulai Libur

Waspadalah ... !!! Ponsel Terbukti Bisa Membahayakan Nyawa Anak

Ternyata Ponsel Membahayakan Nyawa Anak Kita. Karena maraknya pembahasan tentang artikel Cell Phones: The New Cigarettes, lalu diadakanlah studi ini yang bermula dari konferensi internasional yang pertama mengenai telepon genggam dan kesehatan yang diselenggarakan pada September 2008.

Dr. Lennart Hardell, seorang profesor onkologi dari University Hospital di Orebro, Swedia, menemukan penelitian dari 15 studi dari enam negara mengenai anak-anak yang menggunakan telepon selular sebelum berusia 20 tahun memiliki kemungkinan lima kali lebih besar mengidap glioma (kanker otak) dan tumor saraf akustik (acoustic neuromas, tumor di jaringan pendengaran) dibandingkan orang yang mulai menggunakan telepon selular setelah berusia 20 tahun.

Frekuensi terjadinya kanker pada anak-anak di bawah 20 tahun yang menggunakan telepon genggam empat kali lebih besar dibandingkan mereka yang berusia di atas 20 tahun.

Glioma adalah kanker pada sel glia. Glia (berasal dari bahasa Yunani, yang berarti perekat) adalah sel-sel pendukung neuron (sel saraf), memastikan neuron tetap pada tempatnya, menyediakan nutrisi dan oksigen, dan menuntun perkembangan mereka di masa muda. Apapun tipe glioma yang diderita seseorang, prediksinya sangat lemah, kemungkinan hidup penderita hanya sembilan bulan sampai tiga tahun setelah diagnosis.

Tumor saraf akustik adalah tumor jinak pada saraf pendengaran, walaupun neuroma dikategorikan tumor jinak, namun mereka menyebabkan pusing-pusing, hilangnya keseimbangan, dan ketulian.

Otak anak dianggap belum berkembang hingga mereka berusia 20. Radiasi telepon selular terpancar sebesar 5 inci ke dalam otak anak dan 2 inci pada orang dewasa. Walaupun akhir-akhir ini telah terjadi peningkatan kanker otak pada anak yang secara kebetulan waktunya seiring dengan maraknya telepon selular, namun epidemi diharapkan belum akan terjadi dalam waktu 10 tahun.

Parlemen Eropa telah menghimbau negara-negara anggotanya untuk lebih keras membatasi penggunaan telepon selular oleh anak muda. Di Amerika Serikat, panitia kecil Oversight and Government Reform Committee sedang mempertimbangkan persoalan ini. (Louise McCoy/The Epoch Times/feb)

READ MORE - Waspadalah ... !!! Ponsel Terbukti Bisa Membahayakan Nyawa Anak