Tampilkan postingan dengan label Rezeki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rezeki. Tampilkan semua postingan

Strategi Menghindari Jeratan Hutang Kartu Kredit

Mengelola keuangan bisa jadi gampang-gampang susah. Menangani keuangan secara tepat sangat diperlukan, baik tabungan, investasi maupun hutang. Termasuk pembayaran kartu kredit.

Sejak beberapa tahun belakang, penggunaan kartu kredit diminati banyak orang karena sifatnya yang praktis. Tetapi tunggu dulu. Keliru menanganinya bisa berakibat bencana.

Ada beberapa kiat dari Citi Indonesia agar Anda tetap dapat mengelola keuangan tanpa harus dipusingkan dengan lilitan hutang.

Hutang Kartu Kredit

1. Buat Anggaran

Catat pengeluaran yang ingin dibayarkan melalui kartu kredit selama sebulan. Pengeluaran rutin bulanan belanja kebutuhan dapur, bensin, hingga makan di restoran. Ketahuilah nilai yang akan ditagihkan ke kartu kredit maupun pengeluaran yang dilakukan secara tunai. Anda perlu mengawasi pengeluaran dan pastikan tidak melebihi dana yang dianggarkan.

2. Tentukan Batas Pengeluaran Bulanan

Walaupun sangat menggoda untuk menggesek kartu, Anda perlu mendisiplinkan diri menggunakan kartu kredit. Jangan menggunakan kartu kredit hingga mendekati batasnya. Sebaiknya sisakan dana untuk untuk kebutuhan darurat.

3. Hindari Belanja Impulsif

Bagi para penggila belanja yang sering terjadi pada wanita, hindari berbelanja secara impulsif. Dalam berbelanja, wanita bersifat lebih dibanding pria. Untuk itu, jangan biasakan diri menggunakan kartu kredit untuk membeli barang yang tidak ada dalam daftar belanja Anda. Meski memiliki kartu kredit, keputusan belanja harus seperti saat Anda memegang uang tunai.

4. Bayar Tepat Waktu

Bayarlah hutang kartu kredit Anda 5-7 hari sebelum jatuh tempo agar terbebas dari denda dan bunga. Lebih dianjurkan agar membayar seluruh tagihan secara penuh setiap bulan. Sebaiknya lakukan pembayaran reguler bulanan dengan direct debit ataupun giro. Ini akan memperbaiki rekam jejak Anda di bank maupun Sistem Informasi Debitur.

5. Manfaatkan Tenggang Waktu Bebas Bunga

Biasanya institusi penerbit kartu memberi waktu agar nasabahnya membayar tagihan tanpa terkena denda, umumnya selama 20-25 hari. Namun manfaat ini diberikan bagi pemilik kartu yang telah melunasi tagihan sebelumnya.

6. Bayar Lebih dari Batas Minimum

Biasakan untuk membayar lebih dari batas minimum (10 persen). Jika Anda menerima bonus, gunakan bonus tersebut untuk melunasi tagihan sehingga Anda lebih cepat terbebas dari hutang.

7. Bukan Uang Anda

Anda harus mengingat bahwa uang yang Anda gunakan pada dasarnya adalah uang bank, bukan uang Anda. Karena itu, gunakan dengan bijaksana untuk kebutuhan sehari-hari, namun jangan menyalahgunakan kartu kredit sebagai pendapatan ekstra.

8. Mengendalikan Diri

Menggunakan kartu kredit membutuhan tanggung jawab dan pengendalian diri. Jika Anda memiliki keterbatasan dalam membayar tagihan dan mengawasi jumlah kartu kredit Anda, tidak ada salahnya jika Anda kembali ke uang tunai sebagai metode pembayaran untuk memperoleh kedisiplinan dalam pengeluaran sehari-hari.

Bila masalah keuangan masih saja membelit, ada baiknya berkonsultasi dengan bagian layanan pelanggan atau bagian penagihan kartu kredit. Anda dapat meminta penjelasan program pembayaran yang menjadi solusi masalah keuangan Anda. Selain itu, jasa konsultan keuangan profesional dapat membantu memperbaiki kebiasaan pengelolaan keuangan Anda.

READ MORE - Strategi Menghindari Jeratan Hutang Kartu Kredit

Kiat Bijak Memilih Waralaba

Bagi anda yang ingin berusaha namun tidak mempunyai modal yang terlalu besar bisnis waralaba bisa jadi merupakan jawabannya. Tentunya tidak sembarang waralaba yang bisa anda pilih. Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, ada kiat-kiat tertentu dalam memilih usaha waralaba yang baik. 

Bisnis waralaba yang baik adalah usaha yang dibutuhkan sehari-hari yaitu makanan, minuman, pendidikan, salon, bengkel, bidang ritel. Selain itu, Anang mengatakan ada beberapa daerah yang berpotensi mengembangkan produknya untuk waralaba seperti di Jawa Tengah dan Jogja dengan makanan dan batik, Bali dengan produk kerajinan kayu dan pakaian.

Anang juga mengingatkan agar para pemodal sebaiknya berhati-hati dalam menentukan mengambil peluang usaha melalui waralaba. Mengingat sekarang ini sering terjadi kerancuan antara waralaba (franchise) dengan business opportunity (BO). 

Konsep waralaba yang secara legal dan dalam PP No 42 tahun 2007 dijabarkan bahwa waralaba harus terbukti benar-benar menguntungkan, selain itu proses aplikasi bisnisnya mudah diterapkan dan diajarkan kepada pengambil pewaralaba dan lain-lain. “Franchise itu sudah pasti business opportunity (BO), tetapi BO belum tentu franchise,” kata Anang di acara seminar franchise di JCC, Jakarta.

Memilih Waralaba

Ia juga mencatat ada dua hal yang penting dalam menentukan waralaba diantaranya masalah keteraturan zona wilayah persebaran unit waralaba di setiap daerah. Apakah pihak pemberi waralaba membatasi para pelaku yang bermain di wilayah tertentu atau tidak. Sehingga tidak terjadi persaingan antar sesama pewaralaba.

Nah, berikut ini ada beberapa penuntun sebelum memilih dan mengambil keputusan untuk bergabung dengan waralaba. 

Jangan minder saat berhadapan dengan staf bisnis franchise. Biarpun mereka berhak menyeleksi Anda, sesungguhnya mereka juga membutuhkan Anda. Karena itu manfaatkan sesi-sesi wawancara dengan mereka untuk menggali habis kondisi usaha waralaba. Mereka boleh menggali informasi seputar kepribadian dan kondisi keuangan investor. Anda pun seharusnya bisa menggali berbagai informasi mendalam tentang perusahaan penyelenggara waralaba.

Coba kenali latar belakang perusahaan atau sang pengusaha, bonafiditas, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, serta keunggulan dan keunikan produk atau sistem mereka. Dari serangan balik wawancara itu Anda bisa meraba sikap mereka. Cara dan sikap ketika menjawab pertanyaan bisa Anda jadikan tolak ukur kultur usaha mereka. Semakin mereka terbuka, semakin baik. Semakin mereka misterius dan tertutup, ya semakin buruk. Ingat, kelak Anda harus saling bertukar informasi dengan mereka. Bayangkan dan perkirakan apakah Anda bisa berkomunikasi secara nyaman dengan mereka kelak?

Jangan segan menyelidiki kondisi keuangan pewaralaba. Kinerja mereka di masa lalu bisa menjadi pantulan prospek usaha Anda di masa depan. Pewaralaba yang baik tak akan segan membagi informasi penting ini. Waralaba yang layak pilih adalah perusahaan yang telah menghasilkan untung selama bertahun-tahun, setidaknya lebih dari 3 tahun. Tanyakan pula kinerja cabang atau gerai milik terwaralaba lama. Apakah mereka untung atau malah gulung tikar. Kalau tutup sebabnya apa, begitu pula kalau sukses resepnya apa. Tak ada salahnya kalau Anda mencoba menggali informasi langsung dari terwaralaba lama yang lebih dulu beroperasi.

Pilihlah brand waralaba yang sudah dikenal masyarakat. Sebagian brand waralaba luar negeri tak dikenal di sini. Tapi, kalau nama mereka cukup moncer secara internasional, ya layak dipertimbangkan. Jadi jangan segan menyelidiki reputasi mereka lewat internet atau kenalan di luar negeri.

Bisnis waralaba bukanlah deposito atau obligasi pemerintah yang berbunga tetap. Karena itu, jangan pertaruhkan seluruh kekayaan Anda pada bisnis yang ingin Anda masuki. Sehebat apa pun waralaba yang hendak Anda ikuti, risiko bisnis tetap ada. Soalnya, ada banyak faktor ekonomi yang tidak berada dalam kendali perusahaan atau pelaku ekonomi mana pun, sehebat apa pun sistem dan keunggulan mereka.

Pelajari dan cermati draf kontrak sebaik-baiknya. Jangan terburu-buru menganggukkan kepala dan berjabat tangan tanda sepakat. Ingat, semua kewajiban dan hak Anda tercatat dalam dokumen kontrak. Jadi, jangan sampai kontrak itu hanya merugikan Anda.

READ MORE - Kiat Bijak Memilih Waralaba

Aneka Fakta dan Realita Gula Pengganti

Untuk mengurangi konsumsi kalori dari gula, banyak orang menggunakan gula pengganti. Bagi penderita diabetes konsumsi gula pengganti ini bisa dikatakan lebih aman dibandingkan gula alami. Jika Anda termasuk orang yang sering menggunakan gula pengganti dalam makanan, ketahui fakta seputar gula pengganti.
- Sucralose

Sucralose adalah gula pengganti yang tidak mengandung kalori sama sekali. Bisa digunakan untk pembuatan roti atau kue. Sucralose ini sangat aman bagi penderita diabetes. Tetapi rasa sucralose 600 kali lebih manis dibandingkan dengan gula alami. Batasi konsumsinya, maksimal 330 mg per hari.

- Sakarin

Sakarin merupakan gula pengganti, yang kandungan kalorinya kurang dari empat per paket. Rasanya 300 kali lebih manis dibandingkan dengan gula alami. Sakarin juga bisa digunakan untuk pembuatan kue, roti atau makanan manis lainnya. Setiap paket sakarin biasnya berisi 36 mg, dan batasi konsumsi Anda 9 paket perhari.

Gula Pengganti

- Aspartam

Beberapa waktu lalu sempat beredar isu bahwa aspartam bisa memicu penyakit berbahaya seperti kanker otak. Tetapi menurut National Cancer Institute, Amerika serikat, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

Untuk penderita kelainan genetis phenylketonuria (penyakit metabolisme asam amino) memang tidak boleh mengonsumsi aspartam. Batasi konsumsi aspartam 3,290 mg per hari. Aspartam banyak mengandung di diet soda, permen dan beberapa produk minuman tanpa gula. Jadi sebelum mengonsumsi makanan atau minuman perhatikan kandungan didalamnya.

READ MORE - Aneka Fakta dan Realita Gula Pengganti