Mengapa Harus Mengajari Anak Membunuh..!!!. Seorang bocah 10 tahun berinisial 'N' diduga telah membunuh ibu angkatnya, Hetty Rohyat, istri Dosen Farmasi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Si bocah diduga membunuh lantaran sakit hati diperlakukan kasar oleh ibunya. ( VIVAnews, Kamis, 15 Oktober 2009 )
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan, kasus semacam itu merupakan cermin pendidikan yang buruk di lingkungan keluarga. "Apa yang dilakukan anak itu semacam reaksi atas aksi yang ia terima," kata Kak Seto
Ia lantas membandingkan kasus serupa yang pernah ia tangani. Kala itu, seorang anak perempuan menghabisi ibu kandungnya. Aksi keji itu terjadi lantaran si anak sering mendapat perlakuan kasar dari ibunya.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan, kasus semacam itu merupakan cermin pendidikan yang buruk di lingkungan keluarga. "Apa yang dilakukan anak itu semacam reaksi atas aksi yang ia terima," kata Kak Seto
Ia lantas membandingkan kasus serupa yang pernah ia tangani. Kala itu, seorang anak perempuan menghabisi ibu kandungnya. Aksi keji itu terjadi lantaran si anak sering mendapat perlakuan kasar dari ibunya.
Perlakuan kasar orangtua akan menciptakan psikologis yang buruk pada anak. Rasa rindu anak akan kasih sayang orangtua tak sesuai dengan kenyataan. "Ini yang membuat anak terus tertekan dan pada akhirnya memunculkan kebencian," ujarnya.
Keadaan ini sangat sensitif ketika ditabrakkan dengan faktor lingkungan yang juga buruk. Anak akan mudah tersulut dengan ide-ide jahat yang kemungkinan besar ia saksikan melalui media televisi. "Saat saya tanya anak perempuan itu, dia jujur menjawab dapat ide membunuh dari acara berita kriminal di televisi," ujarnya.
Sebab itu, Kak Seto berharap kasus semacam ini dapat menjadi pembelajaran serius bagi para orangtua dalam mendidik anak. Ia berharap para orangtua lebih mengedepankan pendidikan tegas dengan kasih sayang, bukan kekerasan. "Jangan biarkan anak justru meniru tindakan kejam orangtuanya sendiri," ujarnya.
Kasus semacam itu juga semakin memperjelas dampak buruk televisi pada anak. Orangtua harus lebih waspada terhadap tayangan televisi yang disaksikan anak di bawah umur. "Tayangan televisi berpotensi memberi pengaruh buruk pada anak, apalagi ketika psikologis anak dalam kondisi labil," ujarnya. [ vivanews.com ]
Keadaan ini sangat sensitif ketika ditabrakkan dengan faktor lingkungan yang juga buruk. Anak akan mudah tersulut dengan ide-ide jahat yang kemungkinan besar ia saksikan melalui media televisi. "Saat saya tanya anak perempuan itu, dia jujur menjawab dapat ide membunuh dari acara berita kriminal di televisi," ujarnya.
Sebab itu, Kak Seto berharap kasus semacam ini dapat menjadi pembelajaran serius bagi para orangtua dalam mendidik anak. Ia berharap para orangtua lebih mengedepankan pendidikan tegas dengan kasih sayang, bukan kekerasan. "Jangan biarkan anak justru meniru tindakan kejam orangtuanya sendiri," ujarnya.
Kasus semacam itu juga semakin memperjelas dampak buruk televisi pada anak. Orangtua harus lebih waspada terhadap tayangan televisi yang disaksikan anak di bawah umur. "Tayangan televisi berpotensi memberi pengaruh buruk pada anak, apalagi ketika psikologis anak dalam kondisi labil," ujarnya. [ vivanews.com ]
- When to Save or Splurge - Let's face it. Most of us spend way too much on our beauty regimens. The average woman spends a whopping $15,000 on makeup in her lifetime, according to mint.com. There's a…
- Menghentikan kebiasaan Gigit - Gigit Kuku - Banyak orang memiliki kebiasan buruk. Dan, mungkin beberapa dari mereka yang sulit menghentikan kebiasaan buruk itu. Salah satu kebiasaan buruk yang…
- Online Dating Made Easy and Safe - As technology becomes more ingrained in our everyday lives, more people are turning to the Internet for social purposes. And over the past few years, this has…
- Berbohong tak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga anak - anak yang belum mengerti arti kejujuran. Ketika anak mulai tidak jujur, segera kenali, sikapi, dan jangan biarkan itu terjadi…
- Rambut rontok kadang juga disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Akan tetapi, genetik bukan faktor satu-satunya yang wajib dipersalahkan sehingga Anda menyerah dan merasa tidak mampu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar