Makanan cepat saji atau junk food sering dianggap membuat seseorang menjadi cepat gemuk. Lalu apa yang membuat efek terjadi?
Makanan cepat saji menyebabkan kegemukan karena efek dari makanan tersebut tidak langsung berefek pada berat badan melainkan pada syaraf otak di kepala.
Hasil riset terbaru yang dipimpin oleh Dr Deborah Legg dari University of Texas menyatakan, lemak-lemak tak sehat dalam produk-produk hasil olahan susu, burger dan milk shake akan langsung mempengaruhi otak dan mematikan sistem peringatan yang berfungsi memberi informasi saat seseorang merasa kenyang.
Makanan cepat saji menyebabkan kegemukan karena efek dari makanan tersebut tidak langsung berefek pada berat badan melainkan pada syaraf otak di kepala.
Hasil riset terbaru yang dipimpin oleh Dr Deborah Legg dari University of Texas menyatakan, lemak-lemak tak sehat dalam produk-produk hasil olahan susu, burger dan milk shake akan langsung mempengaruhi otak dan mematikan sistem peringatan yang berfungsi memberi informasi saat seseorang merasa kenyang.
Sebagai akibatnya, rasa lapar yang dialami orang tersebut tidak terpuaskan dan berdampak pada keinginan makan secara berlebihan bahkan hingga tiga hari setelah memakan junk food tersebut.
Ini menandakan, efek tersebut sangat kuat dan menunjukkan kalau zat kimia pada otak seseorang bisa langsung berubah dalam waktu singkat. Sebagai perumpamaan, Clegg menyebutkan, setangkup burger keju yang dimakan seseorang pada hari Sabtu bisa membuatnya lapar sampai tiga hari kemudian.
"Secara normal, tubuh akan mengirim pesan saat kita sudah kenyang. Namun ketika kita memakan sesuatu yang terasa enak hal ini tidak terjadi," kata Clegg, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (19/9/2009).
Menurut Clegg, hal ini disebabkan oleh kandungan lemak palmitic acid yang sangat cerdik menipu otak. Palmitic acid adalah jenis lemak jenuh kita temukan pada mentega, keju, susu dan daging sapi. [ okezone.com ]
Ini menandakan, efek tersebut sangat kuat dan menunjukkan kalau zat kimia pada otak seseorang bisa langsung berubah dalam waktu singkat. Sebagai perumpamaan, Clegg menyebutkan, setangkup burger keju yang dimakan seseorang pada hari Sabtu bisa membuatnya lapar sampai tiga hari kemudian.
"Secara normal, tubuh akan mengirim pesan saat kita sudah kenyang. Namun ketika kita memakan sesuatu yang terasa enak hal ini tidak terjadi," kata Clegg, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (19/9/2009).
Menurut Clegg, hal ini disebabkan oleh kandungan lemak palmitic acid yang sangat cerdik menipu otak. Palmitic acid adalah jenis lemak jenuh kita temukan pada mentega, keju, susu dan daging sapi. [ okezone.com ]
- Cara Jitu Menjaga Anak dari Kejahatan Dunia Maya - Internet bisa dikatakan sebagai dua belah mata pisau. Di satu sisi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, namun di sisi lain internet bisa…
- Sudah menjadi fenomena umum wanita mengambil peran kerja dan mencari nafkah di luar rumah. Namun, penyesuaian diri pria atau wanita terhadap pergeseran pola peran ini tampaknya belum tuntas.…
- Anda mungkin tidak menyadari bahwa semua bahasa tubuh Anda merupakan pesan untuk pria, bahkan ketika Anda belum berbicara dengannya. Judi James, seorang penulis buku tentang aturan bahasa tubuh,…
- Beauty as a Sexual Object - To fall in love - considered by some as the ultimate quest in life, and prepared by others with a constant and unending flow of fantasies, dreams, and enchanting ideas.…
- Terdapat berbagai pendapat mengenai cara orangtua menangani bayinya yang menangis. Sebagian ahli mengatakan, bayi yang dibiarkan menangis untuk membentuk pola tidur. Namun, sebagian lagi menolak…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar