Inilah Bukti Yang Menunjukkan Bahwa Bila Semakin Jauh Dari Agama Membuat Kesehatan Semakin Menurun - Bahkan orang dan kelompok yang beraliran “ketat” sekalipun masih membantu dalam kesehatannya -- Bagi sebagian orang, meninggalkan agama mereka tidak sekadar mengambil resiko rohani, bahkan bisa membahayakan kesehatan fisik mereka, demikian menurut sebuah studi baru-baru ini.
Dalam studi yang dilakukan oleh Christopher Scheitle, asisten peneliti senior di bidang sosiologi di Penn State University, 40 persen dari mereka yang menjalankan agama dengan garis pedoman sosial, moril dan fisik yang keras, dilaporkan dalam kondisi sehat.
Sementara orang yang tidak percaya Tuhan cenderung mengabaikan pola hidup sehat, banyak merokok, dan rentan terhadap stres. Demikian hasil penelitian.
"Kesehatan yang buruk juga dapat memicu seseorang meninggalkan suatu agama dan kehilangan kepercayaannya akan adanya Tuhan," kata Christopher Scheitle, peneliti dari universitas itu.
Scheitel meneliti 423 kasus yang berhubungan dengan agama antara 1972-2006. Hasil penelitiannya menunjukkan, sekitar 40% penganut agama yang taat, dalam kondisi kesehatan baik dan 25% lainnya yang berpindah keyakinan ke agama lain, juga dalam kondisi kesehatan baik.
Menurut penelitian itu, agama dan kepercayaan kepada Tuhan dipercaya masyarakat sebagai cara pandang hidup atau pengendali emosi spiritual. Ketika kehilangan kepercayaan kepada Tuhan menandai hilangnya pengendali emosi spiritual.
Dalam studi tersebut, Gereja Yesus Kristus Hari Terakhir (Mormon) dan Saksi Jehovah –penganut garis keras dan ketat-- yang mempunyai garis pedoman keras bagaimana anggota sebaiknya harus hidup, termasuk tidak konsumsi alkohol atau penggunaan tembakau, dapat memberi dampak baik bagi kesehatan.
Dalam laporannya, Scheitle menyatakan, penurunan kesehatan dapat terjadi akibat dari melanjutkan perilaku tidak sehat yang dilarang oleh kelompok.
"Anda bisa kehilangan teman, atau keluarga Anda menjadi marah ketika Anda meninggalkan, yang mengarah ke stres psikologis serta hasil kesehatan negatif," katanya.
Tidak hanya buruk bagi kesehatan, ketidakpercayaan kepada Tuhan juga membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial. Selain itu, orang yang masih memegang teguh ajaran agama biasanya akan menjauhi seseorang yang tidak memiliki kepercayaan yang sama dengannya.
Meski ia menekankan bahwa studi ini tidak menunjukkan bahwa meninggalkan agama secara langsung benar-benar mengakibatkan kesehatan yang buruk, namun sosiolog ini mengatakan perlunya dilakukan studi untuk menentukan hubungan antara meninggalkan agama dan kesehatan.
Sebagai catatan, data terbaru dari Kantor Statistik Nasional menemukan bahwa kebanyakan orang Inggris masih mengakui Kristen dan 71 persen orang meletakkannya sebagai agama mereka.
Penelitian ini juga menyimpulkan, seperempat di antara orang dengan sikap yang lebih liberal masih dianggap memiliki kesehatan istimewa dan akan turun sampai 20 persen jika ia berhenti dari agama dan keyakinannya. Nah, buat apa lagi Anda mencoba-coba menjadi atheis. ( hidayatullah.com )
- Online Dating Tips - Finding your soul mate online is a wondrous thing; however, there is the potential for danger. While you have access to a wide variety of people, you also have the impending…
- All Smoke and Mirrors? - Did you ever notice that the bar is continually being raised on exactly what physical characteristics define beauty? As I sit in front of the TV, I am bombarded by beauties…
- Kendalikan Stres, Sakit Kepala Lenyap - Stres bisa memicu sakit kepala, dan sakit kepala yang tertahankan tentu membuat stres. Untuk memutus lingkaran ini, kendalikan stres untuk mengurangi nyut…
- Memberikan pasangan segudang pesan cinta, merupakan cara mujarab agar kisah asmara tetap bergelora. Menghujani si dia dengan kata-kata sakti seperti "I Love You" atau "You are So Sexy" dapat…
- Lenyapnya Tari-Tarian Majapahit. Tari-Tarian Majapahit Lenyap. Berbagai jenis tari-tarian yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit yang berpusat di Situs Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar