Gosip memang lekat dengan persepsi negatif. Tapi dalam dunia psikologi, bisik-bisik tetangga ini bisa berakibat baik karena gosip adalah bagian dari kehidupan manusia.
Adalah psikolog Frank McAndrew yang merupakan profesor dari Knox College yang berpendapat seperti itu. Sebab sebagai manusia, kita memiliki naluri untuk berkelompok dengan manusia lain yang usia dan jenis kelaminnya sama. Setelah menemukan kelompok inilah, maka timbul keinginan dalam diri untuk mempertahankan keutuhannya. Yang salah satu caranya adalah dengan berbagi cerita atau bergosip. McAndrew bahkan melengkapi penjelasan teoritisnya melalui penelitian-penelitian yang dilakukan. Berikut beberapa diantaranya:
Menjalin kepercayaan.
Berbagi cerita pribadi, sama artinya dengan menitipkan kepercayaan. Dan ketika kita bertindak sebagai pendengar, gosip adalah cara mengukur keteguhan kita menjaga rahasia orang lain.
Berbagi cerita pribadi, sama artinya dengan menitipkan kepercayaan. Dan ketika kita bertindak sebagai pendengar, gosip adalah cara mengukur keteguhan kita menjaga rahasia orang lain.
Menambah keakraban.
McAndrew menjelaskan, saat kita menceritakan rahasia maka ikatan psikologis antara kita dengan teman yang mendengarkan akan terbentuk. Inilah yang menyebabkan kita menganggap orang yang tidak mau berbagi rahasia sebagai orang luar.
McAndrew menjelaskan, saat kita menceritakan rahasia maka ikatan psikologis antara kita dengan teman yang mendengarkan akan terbentuk. Inilah yang menyebabkan kita menganggap orang yang tidak mau berbagi rahasia sebagai orang luar.
Mencairkan kebekuan. Percaya atau tidak, tapi gosip ringan tentang orang terkenal bisa menjadi senjata ampuh bagi kita yang termasuk sebagai orang yang sulit memulai komunikasi. McAndrew menyebutnya “The Power of the Particular.” Sebab, kesamaan pemahaman akan satu hal, membuat dua orang yang tadinya tidak begitu akrab menjadi lebih dekat.
Mengontrol.
McAndrew menyakini, gosip bisa menjadi cara kita untuk lebih mawas diri dan tidak bertindak di luar norma masyarakat.
McAndrew menyakini, gosip bisa menjadi cara kita untuk lebih mawas diri dan tidak bertindak di luar norma masyarakat.
Melatih nalar.
Tapi bagaimanapun juga, ingatlah bahwa begitu banyak informasi yang kita dengar belum tentu semuanya benar. Maka kita perlu menyaring mana yang hanya rumor dan mana yang fakta. Mana yang merugikan dan bermanfaat. Dengan begitu, kita telah melatih nalar dan kecerdasan. ( kompas.com )
Tapi bagaimanapun juga, ingatlah bahwa begitu banyak informasi yang kita dengar belum tentu semuanya benar. Maka kita perlu menyaring mana yang hanya rumor dan mana yang fakta. Mana yang merugikan dan bermanfaat. Dengan begitu, kita telah melatih nalar dan kecerdasan. ( kompas.com )
- Meminimalkan Potensi Konflik. Rumah Tangga Yang Menyenangkan. Banyak orang yang menyangka bahwa pernikahan itu indah. Padahal sebetulnya? Indah ...sekali. Tak sedikit yang menyesal, kenapa tak dari…
- Sakit tenggorokan akibat peradangan di bagian belakang tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Karena itu, antibiotik (yang digunakan untuk bakteri), biasanya tidak mempercepat pemulihan…
- Friendship Is The Beauty Of A Rose - There is an old English Proverb that goes like this a friend in need is a friend indeed. How true! Having a special friend you can turn to in good times and in…
- The Maharishi Ayurveda Approach to Beauty and Skin Care - Everyone's unique beauty shines forth when they have radiant health and personal happiness. Beauty is a side effect of a balanced,…
- Sesungguhnya musuh-musuh wanita tiada lain juga merupakan musuh kaum lelaki, dan musuh tersebut secara umum ada 4 (empat) golongan, yaitu: Kaum Yahudi; mereka adalah golongan yang sangat antusias…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar