Berteman Dengan Mantan Kekasih Mungkinkah ?!. Putus cinta memang menyakitkan. Apalagi jika hubungan yang terjalin sudah cukup lama dan Anda berdua telah mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk membuatnya berhasil. Seringkali, keadaanlah yang memaksa Anda dan si dia mengambil keputusan untuk berpisah, meskipun sebenarnya masing-masing pihak merasa sangat kehilangan.
Tak jarang kita merasa sayang melepaskan begitu saja seseorang pernah dekat dan mengisi hari-hari kita, sehingga ingin mencoba untuk berteman dengannya. Jika Anda menghadapi dilema yang sama, berikut ini adalah sejumlah aturan yang harus dipatuhi dalam menjalin hubungan pertemanan dengan mantan kekasih:
1. Waktu
Berikan cukup waktu sebagai masa transisi bagi masing-masing individu untuk merenungi kegagalan hubungan asmara. Semakin lama Anda dan si dia menjalin hubungan, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan sebelum kedua pihak merasa benar-benar siap untuk menjalin persahabatan. Berikan waktu hingga luka di hati terobati dan bara cinta mendesis padam sebelum meloncat ke dalam hubungan pertemanan.
2. Kebiasaan
Lupakan berbagai kebiasaan mesra yang dulu Anda lakukan bersama mantan kekasih. Tidak ada lagi pelukan, ciuman, godaan, atau bergandeng tangan dengannya. Anda harus menjaga sikap agar hubungan yang terjalin sepenuhnya platonik.
3. Batasan
Tak jarang kita merasa sayang melepaskan begitu saja seseorang pernah dekat dan mengisi hari-hari kita, sehingga ingin mencoba untuk berteman dengannya. Jika Anda menghadapi dilema yang sama, berikut ini adalah sejumlah aturan yang harus dipatuhi dalam menjalin hubungan pertemanan dengan mantan kekasih:
1. Waktu
Berikan cukup waktu sebagai masa transisi bagi masing-masing individu untuk merenungi kegagalan hubungan asmara. Semakin lama Anda dan si dia menjalin hubungan, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan sebelum kedua pihak merasa benar-benar siap untuk menjalin persahabatan. Berikan waktu hingga luka di hati terobati dan bara cinta mendesis padam sebelum meloncat ke dalam hubungan pertemanan.
2. Kebiasaan
Lupakan berbagai kebiasaan mesra yang dulu Anda lakukan bersama mantan kekasih. Tidak ada lagi pelukan, ciuman, godaan, atau bergandeng tangan dengannya. Anda harus menjaga sikap agar hubungan yang terjalin sepenuhnya platonik.
3. Batasan
Tetapkan batasan emosional yang jelas dengan mantan kekasih. Jika selama ini Anda selalu lari ke dalam pelukannya saat merasa sedih, terpuruk, atau menemui masalah, maka sekarang pinjam bahu lain sebagai tempat bersandar. Sahabat perempuan dan keluarga merupakan orang-orang terdekat yang selalu ada untuk mendampingi Anda. Hindari keterikatan emosional dengan mantan kekasih agar tidak menodai hubungan pertemanan dengannya.
4. Buka hati
Buka hati untuk kisah cinta yang baru dan cari kesempatan untuk berkencan dengan laki-laki lain yang potensial dijadikan kekasih. Jika Anda berteman dengan mantan kekasih karena masih mengharapkannya kembali, maka hubungan yang terjalin bukanlah pertemanan sejati.
5. Pantang curhat
Tidak perlu curhat atau mendiskusikan hubungan percintaan terbaru Anda kepada mantan kekasih, begitu pula sebaliknya. Topik tersebut sebaiknya dihindari karena terlalu sensitif dan dapat menimbulkan kondisi yang tidak mengenakkan.
6. Jarak
Selain itu, tidak perlu juga menganalisis hubungan Anda dengannya di masa lalu. Lebih baik ajak sahabat perempuan atau keluarga Anda untuk membicarakan hal tersebut. Jika masih ada sejumlah jawaban yang belum Anda dapatkan, maka tunggu hingga masing-masing pihak memiliki jarak dan perspektif sehingga dapat membicarakannya tanpa menjadi terlalu emosional.
7. Evaluasi
Jika Anda dan mantan kekasih mulai merasakan percikan yang lebih dari sekadar rasa sayang terhadap teman, maka mundur sejenak untuk mengevaluasi perasaan masing-masing. Beberapa pasangan mungkin saja memutuskan kembali berpacaran setelah sempat berpisah. Namun Anda harus mempertimbangkan hal itu secara seksama dan tidak terburu-buru. Jangan terkecoh dengan perasaan yang mungkin hanya muncul sesaat selama masa transisi. [ mediaindonesia.com ]
4. Buka hati
Buka hati untuk kisah cinta yang baru dan cari kesempatan untuk berkencan dengan laki-laki lain yang potensial dijadikan kekasih. Jika Anda berteman dengan mantan kekasih karena masih mengharapkannya kembali, maka hubungan yang terjalin bukanlah pertemanan sejati.
5. Pantang curhat
Tidak perlu curhat atau mendiskusikan hubungan percintaan terbaru Anda kepada mantan kekasih, begitu pula sebaliknya. Topik tersebut sebaiknya dihindari karena terlalu sensitif dan dapat menimbulkan kondisi yang tidak mengenakkan.
6. Jarak
Selain itu, tidak perlu juga menganalisis hubungan Anda dengannya di masa lalu. Lebih baik ajak sahabat perempuan atau keluarga Anda untuk membicarakan hal tersebut. Jika masih ada sejumlah jawaban yang belum Anda dapatkan, maka tunggu hingga masing-masing pihak memiliki jarak dan perspektif sehingga dapat membicarakannya tanpa menjadi terlalu emosional.
7. Evaluasi
Jika Anda dan mantan kekasih mulai merasakan percikan yang lebih dari sekadar rasa sayang terhadap teman, maka mundur sejenak untuk mengevaluasi perasaan masing-masing. Beberapa pasangan mungkin saja memutuskan kembali berpacaran setelah sempat berpisah. Namun Anda harus mempertimbangkan hal itu secara seksama dan tidak terburu-buru. Jangan terkecoh dengan perasaan yang mungkin hanya muncul sesaat selama masa transisi. [ mediaindonesia.com ]
- Aku bertanya pada hatiku. Mungkinkah ia mau berbagi untuk memiliki dua cinta? kurasa jawabannya adalah tidak. Hati tidak akan pernah terbagi. Selalu mengerti untuk siapa ia dimiliki. Hati tidak…
- Alergi Dan Resiko Tumbuh Kembang Anak. Resiko alergi yang perkembangannya cukup menghawatirkan ternyata berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak-anak yang dinyatakan positif mengidap alergi,…
- Sehatkah Karyawan Anda ... ???. Tempat kerja sudah lama diduga menjadi sumber penyakit. Data Families and Work Institute (FWI) antara tahun 2002 hingga 2008 mencatat 34 persen penyakit yang diderita…
- Beda perilaku di rumah, beda pula di sekolah. Ya, mungkin ada beberapa orangtua yang heran demi merasakan perbedaan perilaku buah hatinya. Di rumah bersikap manis bak "malaikat cilik", tapi di…
- Pada dasarnya keputusan untuk menikah adalah baik, jika dilandasi cinta, komitmen baik yang berlaku seumur hidup. Pernikahan bukanlah hal yang sederhana sebab membutuhkan tanggung jawab dalam porsi…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar